DILEMA....
![]() |
| Senang, biasa dan sedih |
Sungguh dilema sekali,
betapa bodohnya aku yang tidak tahu akan ketidaktahuanku.
Atau sama halnya,
ketika kita memperpedulikan orang yang sama sekali tidak pernah peduli dengan
dirinya bahkan tidak peduli dengan kepedulian kita kepadanya atau sama sekali
tidak peduli dengan kepedulian kita. Bagaimana Ia mau peduli dengan kita
sedangkan dirinya tak pernah peduli dengan dirinya sendiri, maka wajar saja hancurlah
sudah.
Atau lain halnya, saat
kita diminta datang dan hadir untuk duduk bersama. Meminta kita berbicara atau
berharap kita bersuara, namun sebenarnya apa yang kita sampaikan tak pernah
didengar. Jadi wajar saja semuanya sumbang dan menjadi salah paham. Karena
pada hakikat sebenarnya semua hanya
tutur kata basa-basi antara yang tua dan yang lebih muda, pada dasarnya kehadiran
itu sebenarnya tak pernah diharapkan, apalagi
pendapat dan suara yang dikeluarkan tak pernah diharapkan.
Atau mungkin ceritanya
seperti ini : menyedihkan sekali ketika kita diperbicarakan hanya mengenai
keburukan kita atau orang-orang memiliki prasangka-prasangka buruk tetang kita.
Tapi, itu masih mending dan belum seberapa, namanya juga hidup bersosial, kita
berbaur serta berkumpul. Pasti dan wajar saja jika ada pertikaian dan
perbedaan, karena itu sudah sunnatullahnya dan memang sangat wajar terjadi.
Akan tetapi, jauh lebih menyedihkan dan menyakitkan ketika kita hanya mampu
berdiam diri, tak mampu menjelaskan dan mengklarifikasi pernyataan-pernyataan
yang diprasangkakan atas kita. Kita hanya mampu diam dan tak memiliki
keberanian untuk menjelaskan.
Oh iya, mungkin diam
jauh lebih baik. Kerena buat apa mengklarifikasi, jika nantinya ada yang
tersakiti,ada yang dapat (dan mampu menerima) dan merasa sedih. Buat apa
mengklarifikasi jika tak mampu dan pandai membuat orang lain menegrti. Dan buat
apa mengklarifikasi jika nanti tak berarti dan menjadi tak punya harga diri.
Ya sudahlah. (mungkin
diri ini memang yang salah dan perlu terus berkaca serta memperbaiki diri)
Kutipan ayat : “jika
kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sediri. Dan jika
kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”. Q.S
Al-isra 17;7).
Intinya apa yang kita lakukan hari ini mungkin akan berbalik kepada kita suatu saat nanti.
Selamat memaknai
Intinya apa yang kita lakukan hari ini mungkin akan berbalik kepada kita suatu saat nanti.
Selamat memaknai
J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar