MAAFKANLAH
Senyap malam, ketika hujan turun. Sepi sendiri
meratap jiwa yang terbawa dan gelombang arus yang tak menentu. Semua terjebak
dalam ketidakpastian. Kian hari, bahkan bergulirnya detik dan menit membuat
semua terlihat jelas. Tersesat, terjebak
dalam duka dan kesalahan. Hampa ruang hati tak bersisa. Menuai mimpi semu yang
tak pernah nyata. Merasuk dalam ketidakpastian. Semua begitu semu, hampa tak
nyata.
Oh, menyakitkan sekali tak mampu berbuat nyata bagi yang kita genggam
cinta dan kasihnya.
Melukainya dengan ketidakjujuran. Membuatnya sedih
kesedihan dalam buaian janji yang tak menentu. Maafkan, membuatmu terbuai dalam
rayuan manja dan kekecewaan.
Maafkan, mencedrai cinta suci dan tulusmu.
Mempermainkan perasaanmu tanpa kepastian yang jelas.
Maafkan ku yang terlampau lambat mewujudkannya.
Maafkan semua luka semaki banyak ku ukir di dalam hatimu. Maafkan aku yang tak
pernah benar-benar mengukir senyum yang bercahaya di wajahmu. Maafkanlah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar