ATAS NAMA CINTA
By Ardiles
Atas nama cinta, atas doa dan atas janji yang telah terikrar
di dalam hati. Walau tak pernah terucapkan, walau tak pernah di sajakkan
ataupun tak pernah dikiaskan dalam bentuk tulisan dan lisan.
Berakhir sudah waktu dalam mengemban amanah bagi
yang telah menjalaninya. Kini tangan telah bersambut, estapet amanah dalam
perguliran jalan dakwah telah terpatri dan jatuh kepada hati dan pemilik
semangat yang baru.
Mungkin saja, yang menanggalkan amanahnya larut dalam buaian kesedihan dan mungkin saja yang menerima sedang larut dalam ketidakpercayaan dan beban yang akan membuatnya senangtiasa terbuai dalam
kekecewaan.
Semuanya selalu saja
ada kemungkinan. Tapi, siapa yang terpilih dan siapa yang diberikan amanah
sungguh Allah yang telah mengatur dan mentakdirkannya.
Bukan hamba-Nya yang
memilih, namun Rabb-Nya lah yang telah menggerakan dan mencondongkan hatinya
untuk memilih.
Bagi pengemban amanah,
amanah yang diemban bukan hanya untuk diri sendiri, bukan juga lembaga ataupun anggota
atau salah satunya. Tapi untuk semuanya. Untuk Rabb-Nya, Allah swt. Dalam sebuah riwayat yang pernah
ana baca. Kurang lebih seperti ini, “bagi seorang pemimpin, selama ia memimpin
ia akan kehilangan banyak waktunya, Ia akan kehilangan banyak ilmunya dan yang
lainnya. Namun itu tidak berlaku bagi yang memimpin karna Rabb-Nya. Yang
niatnya benar dan membenarkan. Yang niatnya untuk berbagi dan memberi
kemanfaatan”.
Bagi pengemban amanah,
teguhkan hatimu, hapuslah air matamu dan hapuslah air mata pendahulumu yang
telah berjuang sebelumnya. Tanggungjawabmu berbuat 1 kali lebih baik, atau 10 atau
kalau Allah meridhai 1000 kali lebih baik dari sebelumnya.
In shaa Allah. Allah bersama orang-orang yang sabar.
In shaa Allah. Allah bersama orang-orang yang sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar