KADO ISTIMEWAH: HIDUP
INI HADIAH KAWAN
By
Ardiles
Dari ketiadaan menjadi
ada, dari tidak punya apa-apa kini punya segalanya, dari nol menjadi tak
terhingga, bahkan dari Zero to Hero.
Semua berawal dari satu
benih, yang pada akhirnya benih itu tumbuh dan bernyawa. Bernafas dan terus
saja tumbuh hingga terbentuk sempurnalah lekukan tubuh. Tibalah waktunya, benih
cinta tadi lahir dan akhirnya melihat dunia, melihat cinta sejatinya ibu dan
ayahnya.
“dan Allah mengeluarkan
kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia
member kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (Q.S
An-Nahl [16] : 78)
Be Present to life
because life Is present “hadirlah untuk kehidupan karena hidup adalah hadiah”
(Yvonne Oswald)
Sungguh betapa banyak
nyawa yang hilang dan terbuang tanpa kita tahu kemana tujuan perginya. Betapa
banyak bayi yang belum sempat menikmati hangatnya pelukan ayah dan bundanya
harus pergi kembali ke pangkuaan Rabb-Nya, bahkan walaupun ada yang hidup dan
menikmati dunia, bernafas bahkan berjalan di atas bumi Allah tanpa arah, dan
hidupnya berakhir dengan sia-sia tanpa ada faedah baginya di dunia dan akhirat.
Hadir dengan nol, hidup
melakukan hal yang bermanfaat, dan pulangpun dengan tangan hampa dan
kesia-siaan.
Hidup ini hadiah,
terlalu sia-sia jika ia diabaikan tanpa melakukan hal-hal yang indah dan
bermanfaat.
Sungguh, karena setiap
detiknya begitu berharga. Dan setiap detik dari satu tarikan nafaspun begitu
berharga dan akan diminta pertanggungjawabannya.
Berawal dari nol dan
berakhir dengan nol, kasihan sekali jika hal demikian terjadi pada kita. Apa
saja yang kita lakukan sehingga kita tidak menuai untung bahkan 0,1 pun tak ada
jejak kesuksesan yang kita hadirkan dalam hidup. “ Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah apa saja yang ada
dalam diri mereka” (Q.S Ar-Ra’d [13[: 11)
Maka putarlah kendali,
ubah semua persepsi kencangkan sabuk pengaman. Mulai melangkah dan berjalanlah
lurus menuju kabaikan dan kebermanfaat. Semua yang sudah bertekad dan
memulainya denga niat baik akan menuai buah nikmat dari Rabb-Nya.
Sesungguhnya jika kita
telah berusaha, dan memulainya dengan tujuan yang ikhlas maka tunggulah sampai
Allah swt membuatnya indah. Tiada yang yang lebih indah dari setiap buah nikmat
dan hidayah yang Allah hadirkan di dalam hati. Nikmat yang berbuah insan penuh
syukur dan tawaqal dalam setiap ujian yang datang, bahkan tak pernah goya dalam
setiap masalah yang di hadapi.
Hidup ini terlalu
berharga untuk diratapi, bahkan untuk ditangisi. Teramat berharga jika
disia-siakan, apalagi bagi kita yang hadir dan terlahir dengan keadaan sempurna
tanpa memiliki satu kekurangan baik dari fisik, materi dan kasih sayang.
Jikapun kita mengalami kelemahan dan kekurangan, maka percayalah ada rahasia
besar di dalamnya, dan mungkin Allah swt telah menyiap sebuah kado istimewah
berikutnya bagi kita.
Hidup ini adalah
hadiah, layaknya sebuah hadiah yang terbungkus kertas kado dan berada di dalam
sebuah kotak karton atau kardus. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terdapat
dari kado yang kita terima sebelum merobek bungkusnya, dan kita tidak akan
pernah tahu sebelum membuka kotak di dalamya dan kita tidak akan pernah tahu
sebelum melihat, mencoba bahkan mengamati hadiah kita terima di dalam kado tersebut.
Sama halnya, kita tidak
akan pernah tahu tujuan kita diciptakan, kita tidak akan pernah tahu potensi di
dalam diri kita dan kita tidak akan pernah tahun bagaimana peran dan kontribusi
kita di dunia sebelum kita mengali, membuka dan berbuat.
Maka dalam sebuah
riwayat di katakana, “jika seseorang telah mengenal dirinya (mengetahu potensi,
kelemahan dan kekuranganya, perannya dan lain sebagainya) maka dia akan
mengenal siapa Tuhannya” sungguh ia akan mengenal siapa Rabb-Nya.
Jika hidup ini hadiah,
yang di dalamnya mungkin ada tersirat berbagai macam makna, tugas, amanah, dan
tanggungjawab yang harus kita jaga. Tentunya hadiah yang kita terima ada maksud
dan tujuannya, pemeberi hadiah tentu telah memilih kita karena banyak alasan
dan pertimbangan. Maka jangan pernah kecewakan Sang Pemurah Pemberi kado
istimawah, yakni sebuah kehidupan yang indah.
Tentunya, nanti akan
ada hadiah-hadiah lainnya yang telah Allah siap dan sediakan, maka berebutlah
untuk menuai dan memperolehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar