Pages

Senin, 27 Januari 2014

Tragedi Kematian Di Dean Kosku

TRAGEDI KEMATIAN DI DEPAN KOSKU
By Ardiles

Ya Allah, kasihan betul keadaanya, padahal sebentar lagi dia akan melahirkan. Sepertinya ia di tabrak mobil atau terlindas mobil.
Perutnya yang hamil telah......
Mungkin ini sudah menjadi akdir, kalau boleh memperkirakan kelahiran anaknya tinggal menghitung hari.  Tapi apa di kata, waktu tak dapat dihalau dan ajal tak tak dapat dibendung. Semua telah terjadi, padahal baru beberapa hari yang lalu aku masih melihatnya sedang menikmati udara pagi. Sambil sesekali membelai perutnya yang sudah hamil besar dan sesekali ku perhatikan terduduk di pinggiran jalan. Ku lihat dia hanya sendirian, aku tak pernah melihat suaminya menemaninya berjalan-jalan sejenak untuk melemaskan kandungannya yang samakin membesar. Aku dengar dari tetangga, dia sudah hidup sendiri beberapa bulan ini. Suaminya pergi meninggalkannya, tak ada yang tahu kemana dan tak ada yang tahu siapa suaminya, ayah dari bayi yang kini dikandungnya. Kasihan, dua hari yang lalu, sekitar jam 6.00 am pagi aku hanya sibuk berlari-lari kecil sambil dengan gemas memperhatikannya. Namun, sehari. Yaitu kamaren tepatnya aku tak melihatnya seharian itu. Mungkin dia pergi entah kemana, kerumah keluarganya yang lain atau mungkin...
Ah...
"sudahlah aku tak mau tahu",
"ini bukan urusanku" 
"ngak penting sekali"
Tapi, sungguh di sayangkan, ternyata pagi seperti biasanya, seusai membaca Al-Qur'an aku berolahraga dan berlari-lari kecil di sekeliling komplek tempat tinggalku, namun, aku benar-benar kaget ketika akan memasuki kosku. Ku lihat sesosok mayat yang terbaring kaku di depan pagar rumahku, saat itu aku hanya tertegun dan sedih sambil terpaku melihatnya, tak kuasa memperhatikan tubuh yang sedang hamil besar itu telah menjadi kaku dan pucat pasih, pikiranku langsung malayang jauh, "oh, ya Allah. Bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandungannya???
Aku panik dan cukup sedih melihatnya. Aku tak tahu harus berbuat apa, saat itu, orang-orang di kos sibuk mengulang mempinya yang terhenti usai shalat subuh tadi. Ku tatap dalam-dalam mayat yang terbujur kaku itu.Yya apa boleh buat. Mungkin itu yang terbaik baginya, mudah-mudahan dia bisa hidup dengan tenang dan bisa diterima di sisi yang maha kuasa. Sebenarnya ada sedikit rasa syukur atas kematiannya, tapi jujur lebih banyak prihatinnya. Cuma, karena kesan yang ia tinggalkan selama ini cukup buruk. Yah, apa boleh buat, dengan hati yang lapang aku mengikhlaskannya, aku telah memaafkannya. Dan kalau boleh cerita keburukannya sedikit, ya aku ingin cerita. Sebenarnya beberapa menit sebelum aku menemukan mayatnya. Aku sangat kesal dengan tingkah dan ulah. Dia seringkali membuat kami satu kos jengkel. Dia sering membuat sampah di kosan kami berserakan, membuang sampah sembarangan, sering masuk tanpa izin ke kos dan banyaklah perangainya yang tidak sopan dan tidak ada tata krama sekali. Seperti tidak mendapatkan ajaran dan pendidikan etika dari kedua orangtuanya gara-gara dia, tempat tidur di ruang tengah kos kami penuh minyak dan sambal gareng. Memang sih, aku yang lupa membuangnya semalam. Tapi, aku ngak terima dia mengotori rumah. Tapi, yah biarlah. Aku terima, aku sudah memaafkannya. Mungkin itu kesan terburuk yang ia tinggalkan. Aku hanya bisa berdoa, mudah-mudahan dengan dia sudah berpulang akan membuat teman-teman kosku menjadi tenang. Selama jalan dan selamat hidupa di alam sana. Tapi, kami yang pernah bersamanya dalam dua tahun ini, sungguh akan sangat merindukan keberadaannya nantinya. Karena tidak akan ada lagi yang membuat kos kami gaduh dan penuh histeris serta teriakan hanya dia yang mampu, hanya dia yang mampu. Aku tidak tidak tahu bagaimana nantinya kami tanpa dia,  inilah takdir,, selamat tinggal dan salam hangat tanpa kerinduan dari kami yang sedikit mencintai dan menyayangimu.



kucingkosyangsukabrerantakinkosdanseringbikinkesalorang-orangwisma.
alhamdulillahudahdikuburipagitadi.
afwankucingmanis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar