TRAGEDI KEMATIAN DI DEPAN KOSKU
By Ardiles
Ya Allah, kasihan betul keadaanya, padahal sebentar lagi dia
akan melahirkan. Sepertinya ia di tabrak mobil atau terlindas mobil.
Perutnya yang hamil telah......
Mungkin ini sudah menjadi akdir, kalau boleh memperkirakan
kelahiran anaknya tinggal menghitung hari. Tapi apa di kata, waktu tak
dapat dihalau dan ajal tak tak dapat dibendung. Semua telah terjadi, padahal
baru beberapa hari yang lalu aku masih melihatnya sedang menikmati udara pagi. Sambil
sesekali membelai perutnya yang sudah hamil besar dan sesekali ku perhatikan
terduduk di pinggiran jalan. Ku lihat dia
hanya sendirian, aku tak pernah melihat suaminya menemaninya berjalan-jalan
sejenak untuk melemaskan kandungannya yang samakin membesar. Aku dengar dari
tetangga, dia sudah hidup sendiri beberapa bulan ini. Suaminya pergi
meninggalkannya, tak ada yang tahu kemana dan tak ada yang tahu siapa suaminya,
ayah dari bayi yang kini dikandungnya. Kasihan,
dua hari yang lalu, sekitar jam 6.00 am pagi aku
hanya sibuk berlari-lari kecil sambil dengan gemas memperhatikannya. Namun,
sehari. Yaitu kamaren tepatnya aku tak melihatnya seharian itu. Mungkin dia pergi entah kemana, kerumah keluarganya
yang lain atau mungkin...
Ah...
"sudahlah aku tak mau tahu",
"ini bukan urusanku"
"ngak penting sekali"
Tapi, sungguh di sayangkan, ternyata pagi seperti biasanya,
seusai membaca Al-Qur'an aku berolahraga dan berlari-lari kecil di sekeliling
komplek tempat tinggalku, namun, aku
benar-benar kaget ketika akan memasuki kosku. Ku lihat sesosok mayat yang
terbaring kaku di depan pagar rumahku, saat
itu aku hanya tertegun dan sedih sambil terpaku melihatnya, tak kuasa
memperhatikan tubuh yang sedang hamil besar itu telah menjadi kaku dan pucat
pasih, pikiranku langsung malayang jauh,
"oh, ya Allah. Bagaimana dengan anak yang
ada di dalam kandungannya???
Aku panik dan cukup sedih melihatnya. Aku tak tahu harus berbuat apa, saat
itu, orang-orang di kos sibuk mengulang mempinya yang terhenti usai shalat
subuh tadi. Ku tatap dalam-dalam mayat yang terbujur kaku itu.Yya apa boleh buat. Mungkin itu yang terbaik baginya,
mudah-mudahan dia bisa hidup dengan tenang dan bisa diterima di sisi yang maha
kuasa. Sebenarnya ada sedikit rasa syukur atas kematiannya, tapi jujur lebih
banyak prihatinnya. Cuma, karena kesan
yang ia tinggalkan selama ini cukup buruk. Yah, apa boleh buat, dengan hati
yang lapang aku mengikhlaskannya, aku telah memaafkannya. Dan kalau boleh cerita keburukannya sedikit, ya aku ingin cerita. Sebenarnya beberapa menit sebelum aku menemukan mayatnya. Aku sangat kesal dengan tingkah dan ulah. Dia seringkali membuat kami satu kos jengkel. Dia sering membuat sampah di kosan kami berserakan,
membuang sampah sembarangan, sering masuk tanpa izin ke kos dan banyaklah perangainya yang tidak
sopan dan tidak ada tata krama sekali. Seperti
tidak mendapatkan ajaran dan pendidikan etika dari kedua orangtuanya gara-gara dia, tempat tidur di ruang tengah kos kami
penuh minyak dan sambal gareng. Memang
sih, aku yang lupa membuangnya semalam. Tapi, aku ngak terima dia mengotori
rumah. Tapi, yah biarlah. Aku terima, aku
sudah memaafkannya. Mungkin itu kesan terburuk yang ia tinggalkan. Aku hanya
bisa berdoa, mudah-mudahan dengan dia sudah berpulang akan membuat teman-teman
kosku menjadi tenang. Selama jalan dan
selamat hidupa di alam sana. Tapi, kami
yang pernah bersamanya dalam dua tahun ini, sungguh akan sangat merindukan
keberadaannya nantinya. Karena tidak akan
ada lagi yang membuat kos kami gaduh dan penuh histeris serta teriakan hanya
dia yang mampu, hanya dia yang mampu. Aku
tidak tidak tahu bagaimana nantinya kami tanpa dia, inilah
takdir,, selamat tinggal dan salam hangat
tanpa kerinduan dari kami yang sedikit
mencintai dan menyayangimu.
kucingkosyangsukabrerantakinkosdanseringbikinkesalorang-orangwisma.
alhamdulillahudahdikuburipagitadi.
afwankucingmanis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar