Pages

Senin, 28 April 2014

PENDAKIAN

PENDAKIAN

By. Ardiles

Berjalan perlahan dibawah rindangnya pepohanan, mengitari jalan terjal nan curam. Terlempar jauh menggingat-ingat kisah masa lampau yang telah tertinggal jauh. Berjalan tertatih mengapai puncak, menembus kabut dan dinginnya hawa gunung dikala malam.

Masa-masa itu telah berlalu, namun semuanya tetap tersimpan hangat di dalam hati dan ingatanku. Bahkan masih jelas terlihat bagiku, kala malam menatap indah kerlap-kerlip lampu kota dari ketinggian 2000 kaki dari permukaan laut.

Semua rasa bercampur aduk, kisah cintapun hadir dalam nuasan perjalanan malam, menembus setiap salter dengan nafas dan langkah terseok-seok. Tapi, ini bukan kisah sepasang hati, ini kisah cinta tentang sebuah langkah dan rasa saling kepercayaan sahabat.

Langkah telah diayunkan, rencana jangka panjang harus dilaksanakan. Betapapun letihnya perjalanan namun ini harus tetap dilalui. Sungguh, tak ada kata berhenti ataupun berbalik kebelakang.
Bagaimanapun tingginya gunung kali ini harus didaki, bagaimanapun tebalnya kabut malam dan bagaimanapun dinginnya hawa gunung dikala malam perjalanan tak boleh berhenti, tak boleh.
Deru dan hamparan angin dipuncak jauh lebih kuat, namun pesona dan cita rasa nuansa alam tak kala mengiurkan dikala pendakian telah ditaklukan.

Tak ada kata menyerah, walaupun tubuh begitu teramat lelah. Walau seakan tubuh mulai merintih ingin kembali turun menuju salter paling bawah. Tapi, langkah yang telah diayunkan harus tetap dilanjutkan bagaimanapun penat menyelinap ke dalam tubuh. Carel kembali diletakan diatas punggung, ini sudah setengah perjalanan.

Kematian setiap saat bisa saja datang mengintai dan hadir menghampiri. Ntahlah, kadang tak pernah dapat diterima akal mengapa pendakian ini harus dilakukan. Bahkan tak jarang orang-orang datang mencemooh hingga merendahkan. Tapi, tekad tetap harus diteguhkan, karena perjalanan harus tetap dilanjutkan dan perpisahan itu memang kadang selalu saja jadi hal yang menakutkan.
Sungguh, masa-masa itu terus saja hadir. Seakan memanggil-manggilku, dan sungguh Setiap kisah dan masa punya rasa dan warna indah tersendiri. Begitupun masa-masa ini, satu-persatu hilang dan berlalu, tertinggal jauh dibelakang.

Begitupun masa-masa indah dalam nuansa kebersamaan akan lenyap bersama bergantinya waktu. Tetap saja, setiap masa bahkan setiap kisah yang terlukis dalam perjalanan yang ku tempu dan lalui, aku berusaha menikmatinya bahkan berusaha ku genggam erat dalam ingatan dan hatiku setiap potongan ceritanya berusaha ku ingat semampuku, bahkan sungguh ku nyatakan terlukis indah.

Bagaimanapun setiap kisah berlalu, aku berusaha mendekapnya agar tetap hangat dalam pelukanku. Bahkan setiap kisah yang pernah hadir dan ku lalui berusaha ku bungkus menjadi kenangan-kenangan indah yang mengepul bak permata di dalam ingatanku. Jikalau suatu saat nanti tiba waktunya aku duduk dan sejenak berhenti menggingat lembaran indah masa laluku, aku hanya perlu sedikit membolak balik potongan kenangan yang terekam manis dalam ingatan dan pelukanku.
Namun, Tetap saja bagaimanapun indahnya perjalanan. Semua akan hilang dan berlalu hanya menjadi kisah dan bahan cerita. Tapi, tidak bagiku. Setiap kisah adalah potongan berharga yang menjadi sejarah cinta perjalanan hidupku.

Bagaimanapun, janji cinta telah terucap dan tak ada kata berhenti dan mundur. Pendakian panjang ini haruslahku akhiri. Tak ada kata mundur atau kembali kebelakang hingga perbatasan kaki gunung kecuali jikalau kedua kakiku telah berdiri tegap menantang dunia, mata dan sekujur tubuhku telah merasakan dan merasapi dingin udara dipuncak tertinggi gunung yang ku daki, dan jikalau aku telah usai menikmati keindahan hamparan pesona alam maka barulah aku akan perlahan melangkah kembali untuk turun.
Sungguh, menghirup segarnya udara dalam peristirahatan setelah melalui perjalanan lelah nan panjang terasa begitu nikmat. Bagitupun dengan akhir kisah dalam satu periode perjalanan ini. Semua telah berada diujung kisah, perlahan perjalanan ini akan berakhir. Dan cita rasa dan nuansa perjalanan telah tertunaikan.

Hari ini, dan mungkin malam ini akan menyisahkan serpihan-serpihan kisah-kisah. Saatnya mulai menghilang, memulai perjalanan panjang baru lainnya. Masih bagitu banyak bukit-bukit, bahkan gunung-gunung impian yang menawarkan keindahan dan kenikmatan dikala telah menaklukannya. Kini langkah telah berada menuju salter akhir, hanya menunggu sejenak untuk segera mangakhirinya.
Dan sesaat urutan panjang perjalanan lainnya telah menunggu. Bahkan janji cinta yang telah terutarakan harus segara didaki dan dijemput.

Selamat tinggal satu lagi kisah, kini aku akan melanjutkan pendakian lainnya, melanjutkan perjalanan panjang yang mungkin jauh lebih berat dan terjal dari sebelumnya.
Pendakian telah usai, saatnya beranjak ke puncak-puncak pesona lainnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar