Pages

Minggu, 23 November 2014

Peran Pemuda atau Mujaddid (Pembaharu)



Peran Pemuda atau Mujaddid (Pembaharu)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Fgxh_-biQZcMU6Lh_lVFqHxdy_kKk7a5lBzHLBpBf6lkNGnL-_aDw21TfGliPZPcVtovUQIZ-cFB_QM2oBx0VpKSGK0Buzw1juZlr9r_mSabIso7LiQD6FZSqjjmRXAe4MojFdbsY2IW/s640/pembebas+konstantinopel.jpg
Dalam sebuah hadits yang shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا”

Sesungguhnya Allah akan mengutus (menghadirkan) bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun”.
Perhitungan akhir seratus tahun dalam hadits ini adalah dimulai dari waktu hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mekkah ke Madinah. Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam “…orang yang akan memperbaharui (urusan) agama…” tidak menunjukkan bahwa mujaddid di setiap akhir seratus tahun hanya satu orang, tapi mungkin saja pada waktu tertentu lebih dari satu orang, sebagaimana yang diterangkan oleh imam Ibnu Hajar dan para ulama lainnya.
Makanya dalam setiap kematian pemimpin atau ulama, Allah telah mencabut nikmat dan hidayah kepada kita.

Sebagaimana terdapat pula sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan dari jalur Abdullah bin Amru. “Bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menarik ilmu agama dengan mencabutnya dari manusia, akan tetapi dengan mengambil (mewafatkan) para ulama.” Di sini termuat penjelasan, bahwa Allah tidak akan pernah mengambil ilmu dari dada manusia setelah mereka dianugerahi ilmu oleh-Nya.

Dan ketika hal ini terjadi, maka di sanalah pemuda islam yang akan bangkit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar