Pages

Rabu, 05 November 2014

SANG PROTOKOLER : M HIDAYATUL RAHMAN



SANG PROTOKOLER

“Siapa yang menyangka, kini aku berdiri dengan tegapnya di pelataran kampus, yang kini dengan bangga ku kenakan jaket kuning berwarna lembut. Menyelimuti tubuhku yang gempal dan padat. Atau lebih tepatnya disebut gendut. Tidak…tidak… inilah anugrah terbesar yang telah Rabb-ku limpahkan atas diriku”. Yah, mungkin kata-kata itu kini memenuhi hati dan pikiran Rahman.
M Hidayatul Rahman, nama yang telah di sematkan kedua orangtuanya. Sekilas kala kita melihatnya mungkin akan timbul banyak asumsi dan penilaan. Namun sungguh perawakannya yang terkesan tegas dan tangguh, terselimut sikap yang lemah lembut. Menarik sekali sejak mengenal beliau, demikian banyak kesan mendalam yang lekat dalam ingatan. Benar sekali! untuk Benar-benar mengenal seseorang kita harus melakukan 3 hal, bepergian bersama, makan bersama dan bermalam. Tiga waktu dan tiga kegiatan tersebut membuahkan ukhwah dan kedekatan luar biasa.Tak terasa, seiring waktu berjalan dan berlalu beliau begitu menggagumkan. Terlepas dari kelamahan dan kelebihan yang dimiliki, beliau kadang begitu menginspirasi. Secara umur kami tak begitu terpaut jauh, hanya beberapa tahun saja. Walau beliau lebih muda. Namun, sejauh ini pemikiran dan pemahaman kami tak jauh berbeda. Kadangkala beliau acapkali menyentuh dengan segala pernyataan dan sikapnya.
Melirik kehidupan sosok yang satu ini, mampu memberikan banyak pemahaman dan renungan. Adik sekaligus menjadi teman yang demikian akrab selama menjalankan amanah di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP memberikan inspirasi yang luar biasa.
Protokoler, itulah amanah yang disandang Rahman selama menjalankan tanggungjawab di BEM UNP periode 2013/2014. Sosok yang menjadi kaki tangan Presiden Mahasiswa, dan memiliki sepak terjang yang besar dalam satu tahun kepenggurusan. Sebagai salah orang kepercayaan presiden mahasiswa, yakni Bapak Adnan Arafani. Rahman memiliki tugas sebagai pembantu, pengaman dan pelaksana hal-hal yang sifatnya instruksi dari presma, termaksud untuk mengatur jadwal dan sekedul agenda presam adalah tugas dari protokoler, sibuk sekali.
Siapa yang menyangka, sosok yang berbadan besar ini begitu ceketan dan aktif. Kontras sekali dengan fisik  yang ia miliki. Sekilas orang ataupun berkenalan dengan beliau. Mungkin saja akan beranggapan orangnya pemalas, suka makan, banyak tidur dan lain sebagainya yang bersifat negatif. Hal ini berbandig terbalik dengan kenyataannya, walau berbadan besar dan bisa digolongan dalam katagori “gendut” beliau tetap bekerja dengan sigap dan ceketan. Banyak tugas yang diberikan kepada beliau dalam agenda-agenda besar selama di BEM dan semua dijalankan dengan baik.
Sungguh, sama sekali tidak menyangka awalnya.
Diakhir masa jabatan, dan diakhir tahun 2014 ini beliau akan menyelesaikan pendidikan, sebagai mahasiswa D3 beliau cukup gemilang dalam menjalani perkuliahan tiga tahun terakhir, yang in shaa Allah akan wisuda pada September 2014 nanti. Sebagai seorang kakak aku cukup iri melihat sepak terjangnya di dunia kampus dan organisasi luar kampus. Demikian banyak kesibukan dan keikutsertaan beliau diaktivitas pergerakan mahasiswa membuatnya sama tidak lupa dengan tanggungjawabnya sebagai seorang anak. Siapa yang menyangka, dengan kesibukan yang beliau jalani beliau tidak lupa tetap punya waktu khusus membantu kedua orangtuanya. Baik malam menjelang tidur, hingga shubuh menjelang pagi kala matahari timbul dan muncul.
Sungguh, sama sekalu tidak menyangka awalnya.
Sosok nan lembut kepada kedua orangtuanya. Cukup bagi memahami bagaimana ia bersikap dan berbicara kepada oranglain, salah satunya denganku. Aku tahu bagaimana ia bertutur kata, kurang lebih 2 tahun mengenal beliau tak pernah beliau berbicara dengan keras atau berteriak. Aku yakin demikian juga ia bersikap kepada ibu dan ayahnya. Sungguh tak pernah ia lalai akan tanggungjawabnya di rumah. jika memang sudah waktu dan janjinya harus dipenuhi seketika ia akan pulang sejenak memenuhi panggilan ibundanya.
Bagaimana mungkin, masa yang singkat dan terasa demikian cepatnya Rahman bisa membuat banyak demikian mengenalnya. Keaktivan beliau diberbagai organisasi yang tak perlu dituliskan dalam uraian singkat tentang beliau, cukup kita pahami bagaimana beliau dikenal dikalangan aktivis di kampus. Sosok dengan perawakan yang unik, membuat orang-orang tak mudah melupakannya, bahkan ini menjadi nilai plus dalam pergaulan di kampus. Sungguh sosok yang mampu mengubah kekurangan menjadi suatu kelebihan yang teramat berarti.
Kemanapun pergi bersama beliau, hampir di semua fakultas yang ada, disetiap penjuru ruang-ruang Tata Usaha yang ada di UNP, BAAK, dan setiap clearning Service beliau selalu menyapa mereka dengan senyum bulat dan merakahnya. Hampir sebagian besar dari orang-orang birokrat mengenal beliau.
Yah… mungkin inilah menjadi alasan kuat kenapa beliau dipercaya sebagia protokoler sang presiden mahasiswa. Sayang sekali, jika orang-orang menganggap ini posisi biasa dan remeh. Dan ku pastikan itu salah besar. Jika dalam stuktur saja posisinya lebih tinggi daripada menteri, yakni di atas posisiku. Maka kita dapat memahami bagaimana beratnya kerja dan sepak terjang sang protokoler.
Secara kordinasi dan pertanggungjawaban, protokoler hanya mengikuti instruksi dan perintah presiden. Namun, tidak dengan beliau. Beliau orang yang selalu saja mau ikut campur dengan urusan orang lain, yakni kementerian lainnya. Mau-mau saja terlibat dalam setiap agenda, dan mau-mau saja dapat amanah dan tanggungjawan yang tidak mengenakan dan selalu dihindari yang lainnya. Dan beliau mau-mau saja membantu orang lain.
Ntahlah, cukup aneh bagiku. Menyikapi sisi hidup sang protokoler. Setidaknya dari namannya, M. Hidayatul Rahman cukup mengambarkan bagaiman kepribadian beliau. Dari uraian makna nama beliau kita akan mengenal beliau, itu saja sudah cukup. Kawan, nama adalah doa, demikian juga doa yang tersemat di diri sang Protokoler.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar