Pages

Kamis, 23 Januari 2014

Cinta dan Waktu

CINTA DAN WAKTU
By Ardiles

Keabdian dunia berada satu diantara keduanya, ntahlah. Cinta mungkin saja abadi, namun waktu yang akan mebuat cinta sirna dan lenyap tak bersisa. Besarpun cinta yang mengumpal di hati, hingga ia mengenangan siisi dunia, bahkan cintamu mampu menerangi siang dan malam. Namun cinta tetap saja ada batasnya, cinta ada limit waktunya.

Seorang ibu mungkin saja mencintai anak-ananknya, seorang ayah bisa saja berjuang karena cinta untuk anak dan istrinya. Namun, ketika waktu telah hadir merengut semuanya. Semuanya akan hilang dan bertebaran tak bersisa.

Cinta bisa saja membuatmu bahagia membumbung ke atas angan-angan, bahkan membuatmu terbang menembus batas-batas ketidakmungkinan, cintamu mungkin bisa merubah segalanya. Cintamu mungkin bisa membuat seisi dunia, penuh canda dan kisah tawa yang mengharu biru.

Cintamu mungkin saja membuat semuanya terasa berwarna dan penuh keindahan, Namun, cinta yang berada ditapal batas waktu, akan memangkas habis semuanya.

Jika ku boleh menoreh cinta di hati, maka akan ku tanam kuat cinta, bahkan menghujam dalam tak berbatas dihatimu. Maka, ku hanya menggu waktu sampai ia lenyap tak bersisa.
Semakin jauh ku menyelami antara cinta dan waktu, maka yang abadi di antara keduanya adalah masa, ya… waktu itu sendiri.



Cinta akan melebur di dalam hati, semuanya dan setiap hati yang hancur melebur menjadi serpihan abu dan di dasar tanah ketika telah mati. Maka tak ada rasa cinta bagi hati yang telah mati.
Hati yang telah gersang, adalah hati yang tandus dan tak memiliki harapan, hati yang tak memiliki harapan adalah hati yang tak memiliki banyak waktu, dan hati yang telah kehilangan waktu adalah hati yang mati dan pupus ditengah perjalanan cintanya.
Sungguh, seberapa besar cinta itu, jika waktu telah ikut andil. Jika waktu telah memenuhi titah tuhannya maka cinta tak akan pernah bertahan dan punya harapan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar