CINTA
PERTAMA
By.
Ardiles
Yang
pertama ku cinta, dan yang pertama mencintaiku. Dalam, dekap dalam senyap sejuk
kasihmu. Tangisku selalu saja henyakan lamunannya. Tangisku selalu saja
membuatnya terganggu. Bahkan kini ulah dan kisahku membuatnya gelisah dan
selalu resah.
Wanita
mulia. Ibuku tercinta. Pesona surge dunia dan akhiratku. Ku cinta bahkan
teramat mencintaimu. Belaian hangat penuh duka dan suka cita tercurah serta
terlampias dalam menenangkan.
Menyejukan
bathinku. Cintamu bak desiran angin di tengah gersangnya tanah, panasnya terik
matahari, panas dan menyengatnya gurun. Kecupan lembutmu, layaknya limpahan
lembut salju yang jatuh membuat hatiku dingin, terama beku dalam suka cita
cinta.
Mah,
wanita yang teramat luar biasa. Teramat dalam cintaku padamu.’teramat kuat
kasih dan sayangmu. Terbang melintasi daratan. Memecah keheningan dan deru
rintik-rintik hujan dikala jingga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar