IBU
(Selamat
Hari ibu)
Kini saat ku jauh, dan
saat kita benar-benar terpisah secara fisik. Begitu jauh terasa belaian dan
senyum Amah. Hanya lintas pikiran yang membuatnya sekali-kali dapat terus
terkenang rindu di dalam hati.
Teruntuk wanita, yang
begitu ku cintai, cinta pertamaku. Wanita yang telah menuangkan jutaan cinta
dalam membesarkanku hingga sejauh ini. Cintaanya tak pernah membuatku haus,
cintanya tak pernah membuatku gersang dan kering. Karena ia bagaikan hujan yang
selalu membasahi hati anak-anak dengan kasih sayangnya.
Terima kasih untuk adik
perempuanku, terima kasih kasih, sungguh terima kasih banyak. Telah
memberikan pelukan dan cium bagi amah
(ibu). Terima kasih telah membuat amah tersenyum dan tersedih karena memiliki
anak-anak. Walaupun lebih cepat satu hari, itu bukan masalah adikku. Terpenting
engkau telah menuangkan dan menyampaikan hasrat serta kerinduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar