Pages

Senin, 27 Januari 2014

Kecewa

Kecewa
By. Ardiles

Selalu saja, kekecewaan itu bisa muncul kapan saja, bahkan di saat yang tidak kita kehendaki, ataupun di saat kita mulai percaya dan sedikit saja mulai merubah asumsi atau opini kita mengenai abdi negara,salah satunya polisi. Baru saja selesai menggurus kehilangan atm di polresta kota padang, di sebelah balai kota padang, di depan taman imam bonjol. Dua hai sebelumnya, tepatnya hari rabu, 3 juli 2013 menemani kakak yang sama-sama baru masuk di kantor dpka pemko kota padang, bedanya, kalau aku mahasiswa yang sedang magang keahlian, kalau kakak itu pegawai kontrak di bid. Pendapatan, sedangkan aku bersama kakak wenny, yang merupakan anak dari pd ii fe unp, yang sebelumnya PD III di fakutas, bapak yang cukup berkesan buruk bagiku ditahun satu, yang membuatku sangat takut, bahkan berpikir ribuan kalo untuk menghadap, namun selang beberapa waktu, aku mulai menyadari bagaimana sikap bapak zul azhar.
Setelah dengan gertakan dan sambutan yang geram ketika mengucapkan salam, mulai membuat hati nyaman, sembari duduk membaca-baca tulisan yang ada di sekeliling, dan tak sengaja membaca sebuah bener yang mngkin sudah usang, atau expired di depan pintu masuk setelah disuruh duduk menunggu. Terpampang baner tanpa dosa yang salah satu pointnya bertuliskan `kami siap melayani masyarakat tanpa dipunggut bayaran`. Jelas saja sangat munafik, hem, asal tahu saja mungkin karena kakak yang dua hari lalu aku temani bersama kak weny itu berperawakan cantik da aggun,mnah aku?
Sudah botak, dekil dan agak menyedihkan atau , mungkin tampang orang kaya kali, makanya dipelakukan istimewah.
`hei masuk, duduk di sini, mana KTP?` ucap salah satu aparat polisi
`ini pak`jawabku dengan sopan lembut sekali.
Oh iya, aku hanya melapor kehilangan atm saja, nah kalau kakakyang aku lupa namannya, besok-besoklah aku tanya lagi nama kakaknya.
`uang adm-nya rp 10.000 ` ucap polisi yang menggurus surat tersebut, tanpa rasa malu dan iba, udah tahu orang kena  musibah,  dan melapor serta meminta bantuan, masih juga diberiin beban.

Oh iya, hari ini aku sengaja izin pulang magang lebih awal dan urus kehilangan sebelum pulang, ada rapat penjabat mahasiswa di kampus, dan aku salah satunya. Hehehe
Sambil mengeluarkan lembaran uang kertas lusu dan oecek disaku celanaku, saat ku hitung, cuma tinggal ribuan saja, totalnya rp 12.000. Nahh, bagaimana buat ongkos pulang pikirku, gara-gara bbm naik aku merasakan dampak latennya hari ini. Ongkos rp 3.000, nah uangku tinggal rp 2.000 bagaimana bisa pulang naik angkot kalau uang tinggal rp 2.000, aku pusing memikirnya. Sejanak berpikir keras, bagaimana caranya uang tinggal segitu, sambil merapikan lipatan uang ribuan, aku dengan tenangnya mengatakan ` pak, kemaren teman saya ngak bayar pas ngurusnya` jawabku polos.
Sejenak bapak itu memandang,
`kamu taroh aja di sini uangnya`` ucap bapak polisi yang terhormat sambil membuka lemari mejanya. Dengan perasaan berat dan tak rela ku tinggalkan uangku di sana, uangku udah habis dan cuma tinggal segitu.
Aya  ya...
Akhirnya aku pulang sambil membongkar-bongkar tas, berharap ada uang receh yang tersisa di tas, alhamdulillah di dalam al-qur`an ada rp 500,- dan rp 500 ada di tas, akhirnya bisa pulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar