Kecewa
Kecewa
By. Ardiles
Selalu saja, kekecewaan itu bisa
muncul kapan saja, bahkan di saat yang tidak kita kehendaki, ataupun di saat
kita mulai percaya dan sedikit saja mulai merubah asumsi atau opini kita
mengenai abdi negara,salah satunya polisi. Baru saja selesai menggurus
kehilangan atm di polresta kota padang, di sebelah balai kota padang, di depan
taman imam bonjol. Dua hai sebelumnya, tepatnya hari rabu, 3 juli 2013 menemani
kakak yang sama-sama baru masuk di kantor dpka pemko kota padang, bedanya, kalau
aku mahasiswa yang sedang magang keahlian, kalau kakak itu pegawai kontrak di
bid. Pendapatan, sedangkan aku bersama kakak wenny, yang merupakan anak dari pd
ii fe unp, yang sebelumnya PD III di fakutas, bapak yang cukup berkesan buruk
bagiku ditahun satu, yang membuatku sangat takut, bahkan berpikir ribuan kalo
untuk menghadap, namun selang beberapa waktu, aku mulai menyadari bagaimana
sikap bapak zul azhar.
Setelah dengan gertakan dan sambutan
yang geram ketika mengucapkan salam, mulai membuat hati nyaman, sembari duduk
membaca-baca tulisan yang ada di sekeliling, dan tak sengaja membaca sebuah
bener yang mngkin sudah usang, atau expired di depan pintu masuk setelah
disuruh duduk menunggu. Terpampang baner tanpa dosa yang salah satu pointnya
bertuliskan `kami siap melayani masyarakat tanpa dipunggut bayaran`. Jelas saja
sangat munafik, hem, asal tahu saja mungkin karena kakak yang dua hari lalu aku
temani bersama kak weny itu berperawakan cantik da aggun,mnah aku?
Sudah botak, dekil dan agak
menyedihkan atau , mungkin tampang orang kaya kali, makanya dipelakukan
istimewah.
`hei masuk, duduk di sini, mana KTP?` ucap salah satu aparat
polisi
`ini pak`jawabku dengan sopan lembut sekali.
Oh iya, aku hanya melapor kehilangan atm saja, nah kalau
kakakyang aku lupa namannya, besok-besoklah aku tanya lagi nama kakaknya.
`uang adm-nya rp 10.000 ` ucap polisi yang menggurus surat
tersebut, tanpa rasa malu dan iba, udah tahu orang kena musibah,
dan melapor serta meminta bantuan, masih juga diberiin beban.
Oh iya, hari ini aku sengaja izin
pulang magang lebih awal dan urus kehilangan sebelum pulang, ada rapat penjabat
mahasiswa di kampus, dan aku salah satunya. Hehehe
Sambil mengeluarkan lembaran uang kertas lusu dan oecek
disaku celanaku, saat ku hitung, cuma tinggal ribuan saja, totalnya rp 12.000.
Nahh, bagaimana buat ongkos pulang pikirku, gara-gara bbm naik aku merasakan
dampak latennya hari ini. Ongkos rp 3.000, nah uangku tinggal rp 2.000
bagaimana bisa pulang naik angkot kalau uang tinggal rp 2.000, aku pusing
memikirnya. Sejanak berpikir keras, bagaimana caranya uang tinggal segitu,
sambil merapikan lipatan uang ribuan, aku dengan tenangnya mengatakan ` pak,
kemaren teman saya ngak bayar pas ngurusnya` jawabku polos.
Sejenak bapak itu memandang,
`kamu taroh aja di sini uangnya`` ucap bapak polisi yang
terhormat sambil membuka lemari mejanya. Dengan perasaan berat dan tak rela ku
tinggalkan uangku di sana, uangku udah habis dan cuma tinggal segitu.
Aya ya...
Akhirnya aku pulang sambil membongkar-bongkar tas, berharap
ada uang receh yang tersisa di tas, alhamdulillah di dalam al-qur`an ada rp
500,- dan rp 500 ada di tas, akhirnya bisa pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar