SAHABATKU
SAHABATKU
Dua
tiga kapal berlayar di samudra., ayo sahabatku kita bergembira. Bermain
bernyayi bersama menikmati indahnya dunia.
Karena
Sahabat untuk selamanya, bersama untuk selamanya.
Engkau
dan aku sahabat untuk selamanya setia.
Berakit-rakit
kita ke hulu, berenang-renag kita ketepian, kita berbeda untuk saling mengisi
segala kekurangan.
Kita
menjadi Sahabat, untuk selamanya atasi semua perbedaan, engkau dan aku sahabat
untuk selamanya. Selama-lamanya setia.
Ayo
kita berlari bersama, tak ada laut yang
terlalu dalam untuk diselami
Sahabat
untuk selamanya bersama, untuk selamanya engkau dan aku sahabat untuk
selamnaya.
Sahabat
untuk selamanya berbagi, untuk selalu berbagi.
Kita
selalu sahabat, selama-lamanya sahabat. Setia
Oh sahabat, betapa
indaahnya memiliki kalian. Sungguh sebuah scenario yang telah Allah garis dan
tetapkan dalam kitab yang nyata, sehingga kita bersahabat, bersama, bersama
bahkan untuk selamanya.
Sahabat, lama sudah
perjalan mencari arti sebuah ikatan. Ntahkah ikatan itulah yang kini menautkan
hati, bahkan kerinduan akan kalian. Atau sederhana saja cukup kata sahabat yang
kini telah membuat pertalian hati yang begitu dalam, bahkan hanyut
sedalam-dalamnya.
Satu persatu dari
kalian memiliki cerita tersendiri bagiku, memiliki kisah yang tak akan pernah
dapat diulang dan kisah yang mungkin tak terjadi atau sama persis dengan orang
lain alami. Jika boleh diibaratkan aku hanyalah bagian terkecil dan bahkan tak
pernah Nampak dari kerumbunan karang ditengah lautan. Di mana kalian begitu
tegar dan kokoh mengarungi dan menahan derasnya hantaman ombak. Kalian begitu
luar biasa hingga mampu bertahan dalam kisah sedih dan sendu kalian dan kalian
memiliki tangis dan cerita duka tersendiri.
Tapi, kalian selalu
hadir menjaga diri. Menjaga diri yang ibarat
butiran-butirn pasir di tepian pantai. Kalian selalu menjaga bahkan
melindungiku. Bahkan dari apapun. Baik dari orang yang memojokkanku,
menghinaku, mengkerdilkan bahkan memusuhiku.
Tak pernah kalian
biarkan aku sendiri, bahkan saat orang lain menyakitiku, bahkan saat orang lain
berprsangka buruku terhadapku. Tak pernah sedikitpun kalian ikut merendahkan
bahkan menyalahkanku.
Tak pernah, kalian biarkan
aku sendiri, tak pernah kalian biarkan aku menghadapi masalahku sendiri. Bahkan
disaat orang lain ingin melukai dan memusuhiku.
Sungguh masih teringat
jelas, sejuta kebaikan kalian. Sungguh hanya kalian yang mampu marah dan
mengungkapkan kekesalanku.
Aku ingat, di saat
yadhi menemaniku dalam keterpurukan bahkan dalam tangisku, menemani dan bahkan
selalu mau mendengarkan ceritaku. Hanya dia yang teramat paham apa yang ku rasa
dan alami. Bahkan disaat ada orang yang ingin mengeroyokku berame-rame, hanya
dia seorang yang menemaniku. Masih ku ingat jelas ketika sebilah pisau
dihadapkan ke wajah dan keperutku. Saat itu beliau begitu marah, bahkan matanya
memerah. Sungguh kau begitu luar biasa.
Aku ingat, seorang
laki-laki dengan senyum manis yang begitu menawan jika ia tersenyum dengan
lekukan dua lesung pipit diwajahnya. Menebarkan kemanisannya lewat wajahnya
yang hitam manis sungguh memikat. Sungguh wanita mana yang tak suka melihat
wajahnya, akupun sebagai sahabatnya begitu senang jika berjalan dan berpergian
dengannya. Sungguh tak pernah ku lupa. Beliaulah sahabatku yang tak pernah
meninggalkanku. Bahkan tak pernah membiarkan ku sendiri, sahabat yang selalu
mengajakku kemanapun ia pergi. Bahkan pergi ke sekolah beliau dengan senaghati
selalu mengantar dan menjemput laki-laki yang sederhana dan menyedihkan ini.
Walau beliau teramat sibuk, dan beberapa kali kena tilang dengan motor Honda
grandnya. Beliau selalu dengan ikhlas dan pernah bosan membantuku. Terima kasih
sahabatku yang baik hati.
Aku ingat, seorang
laki-laki yang selalu pulang sekolah berjalan kaki denganku. Laki-laki yang
selalu menangis olehku. Namun, untuk saat ini aku tak akan pernah berani
menyentuhnya lagi. Kini ia telah tumbuh gagah dan begitu berwibawa dengan
stelan dinas tentaranya. Sahabat yang selalu tersisihkan dan sahabat yang
sama-sama hidup dalam kesederhanaan dan kekurangan. Sama-sama anak pertama dan
harus berjuang demi sekolah dan adik-adik.
Laki-laki yang seringkali tertidur dalam kelelahan panjangnya. Laki-laki
yang begitu kuat dan begitu laur biasa, bahkan teramat luar biasa. Kami
mengarungi keterbatasan demi mimpi-mimpi yang ingin kami raih. Mengrungi dunia,
menginjakan kaki di negeri sakura dan aku menginjakan kaki di tanah kelahiran
pangeran Williams. Sunggub jika menggingat betapa kami berjuang untuk jadi yang
terbaik masa-masa sekolah, maka tak akan pernah kalian akan paham betapa menyedihkannya
hidup kami, betapa hinanya kami dimata orang lain. Dan betapa kami tak ada arti
bagi orang-orang yang hidup dalam kecukupan dan kemapana. Sungguh hanya
sahabat-sahabat kamilah yang mampu membuat kami bertahan, membuat kami dapat
menorah apa yang ingin kami lukiskan dalam cerita hidup kami. Sungguh sahabatku
kalian adalah kanvas lukis kehidupan kami yang begitu berharga.
Aku ingat, satu lagi
laki-laki cengeng, laki-laki yang bertubuh subur dan hidup dalam serba
kecukupan, hidup sebagai anak sulung. Begitu disayang dan begitu dimanja. Dan
akupun seringkali membuatnya menangis, namun kini aku tak akan pernah mampu
menyentuhnya. Kini ia telah tumbuh menjadi laki-laki yang tinggi dan begitu
keren, bahkan teramat gagah dengan perawakannya yang manis dan ganteng. Sahabat
terbaikku, sahabat yang selalu datang menjemputku kemanapun ia pergi kegubukku
yang menyedihkan dengan mobil atau kendaraannya yang mewah, sahabat yang selalu
meminta pendapatku tentang apa saja kecuali pelajaran, keuangan dan teknologi,
karena untuk ketiga itu beliau sungguh sangat mahir. Namun untuk lain dari itu,
beliau selalu melibatkanku, ntahkah itu cinta atau yang lainnya. Masih ku ingat
saat tangis dan kesedihanku buncah, saat hatiku begitu sakit dan saat aku
menangis dalam keterpurukan. Beliau adalah salah satu yang memelukku dengan
erat, bahkan ia teramat marah. Ia yang bersikeras ingin memekul bahkan
menghajar laki-laki yang telah membuat
bersedih dan menangis. Tak pernah ku sangka, laki-laki yang selalu saja izin
dan berpamitan dengan orangtuanya mengatasnamakanku saat itu memelukku dan
begitu marah ingin menghajar orang tersebut. Sungguh sahabatku ini berhati
manja.
Aku ingat, ingat
laki-laki kecil yang begitu suka membaca. Begitu sering membawakanku bunga
mawar marah, ntah bunga darimana ia dapat. Tapi, tetap saja laki-laki ini tak
pernah tak membawakanku bunga mawar merah atau putih. Sahabat special, dan
sahabat limited edition. Sahabat yang begitu dapat menghibur yang lainnya,
walau ia harus berbohong untuk menyenangi temannya, sahabat yang akan melakukan
apa saja untuk sahabatnya. Sahabat. Yang selalu saja patah hati dan tak pernah
mendapatkan apa yang ia inginkan, namun begitu tegas dan teguh dengan
keterbatasannya. Sahabat berjiwa besar.
Aku ingat, laki-laki
putih keturunan cina yang begitu gagah dan begitu banyak pengemarnya. Begitu
banyak yang menyukainnya. Bahkan laki-laki ini
begitu menghormati kami, teman yang begitu baik, bahkan teramat baik. Sahabat
yang tak pernah mengganggap rendah dan remah terhadap kami, sahabat yang begitu
berjiwa besar dan selalu menghormati kami, bahkan jika kami berpuasa, belaiu
iktu berpuasa, bahkan disaat tiba waktu shalat ia menggingatkan. Cina
keturunan, yang hidup dalam serba kecukupan, namun tak pernah memilih-milih
teman. Selalu saja tersenyum. Sungguh begitu banyak yang menyukainnya. Terang
saja, membuatku ikut terkanal jika pergi berkeliling duduk diatas motor
bersamanya, belaiu yang banyak dikagumi banyak wanita cantik dan memiliki
teman-teman yang luar biasa, membuatku ikut dikenal jika berpergian bersamanya.
Sahabat paling keren dan memiliki senyum menawan.
Aku ingat, laki-laki
yang selaalu eksis dan begitu sabar, begitu ceria dan begitu kreatif. Sahabat
satu ini selalu saja mebuatku tercengang, bahkan terkaget-kaget. Laki-laki yang
bertekad baja dan berhati luar biasa ini. Selalu memiliki cerita yang tak
pernah membuat percaya, bahwa ia telah melakukan hal-hal luar biasa. Sungguh,
laki-laki perebut dan pecinta gila ini. Salah satu orang yang teramat membuatku
kesal, dan tidak suka. Namun seiring waktu, kebersamaan dan kelapangan hatinya
akupun bisa mengenalnya dengan baik, begitu menghormatiku bahkan begitu
mengukuhkan mimpi dan harapanku. Selalu menyokong bahkan menyemangatiku dalam
sehala hal apapun. Tak pernah menjatuhkan bahkan mematahkan impianku. Bahkan
tak pernah menghancurkan cintaku, namun beliaulah membuka mata hati dan menyadarkanku.
Beliaulah yang telah mengusik keterpurukankan, mengubahnya menjadi perjalanan
dan cerita yang begitu mengharukan. Tak pernah marah dan tak pernah membuatku
kecewa. Sahabat yang begitu menginspirasi.
;n,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar