Dilema
DILEMA
By Ardiles
Sungguh dilema sekali, betapa bodohnya aku yang
tidak tahu akan ketidaktahuanku. Atau sama halnya, ketika kita memperpedulikan
orang yang sama sekali tidak pernah peduli dengan dirinya bahkan tidak peduli
dengan kepedulian kita kepadanya atau sama sekali tidak peduli dengan
kepedulian kita. Bagaimana ia mau peduli dengan kita sedangkan dirinya tak
pernah peduli dengan dirinya sendiri, maka wajar saja hancurlah sudah. Atau
lain halnya, saat kita diminta datang dan hadir
untuk duduk bersama. Meminta kita berbicara atau berharap kita bersuara, namun
sebenarnya apa yang kita sampaikan tak pernah didengar. Jadi wajar saja
semuanya sumbang dan menjadi salah paham. Karena pada hakikat sebenarnya semua
hanya tutur kata basa-basi antara yang tua dan yang lebih muda, pada dasarnya
kehadiran itu sebenarnya tak pernah diharapkan, apalagi pendapat dan suara yang
dikeluarkan tak pernah diharapkan. Atau
mungkin ceritanya seperti ini : menyedihkan sekali ketika kita diperbicarakan
hanya mengenai keburukan kita atau orang-orang memiliki prasangka-prasangka
buruk tetang kita. Tapi, itu masih mending dan belum seberapa, namanya juga
hidup bersosial, kita berbaur serta berkumpul. Pasti dan wajar saja jika ada
pertikaian dan perbedaan, karena itu sudah sunnatullahnya dan memang sangat
wajar terjadi. Akan tetapi, jauh lebih menyedihkan dan menyakitkan ketika kita
hanya mampu berdiam diri, tak mampu menjelaskan dan mengklarifikasi
pernyataan-pernyataan yang diprasangkakan atas kita. Kita hanya mampu diam dan
tak memiliki keberanian untuk menjelaskan.
Oh iya,
mungkin diam jauh lebih baik. Kerena buat apa mengklarifikasi, jika nantinya
ada yang tersakiti,ada yang dapat (dan mampu menerima) dan merasa sedih. Buat
apa mengklarifikasi jika tak mampu dan pandai membuat orang lain menegrti. Dan
buat apa mengklarifikasi jika nanti tak berarti dan menjadi tak punya harga
diri.
Ya
sudahlah. (mungkin diri ini memang yang salah dan perlu terus berkaca serta
memperbaiki diri) kutipan ayat : “jika
kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sediri. Dan jika
kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”.
Q.s al-isra 17;7). Intinya apa yang kita lakukan hari ini mungkin akan berbalik
kepada kita suatu saat nanti. Selamat
memaknai
24/9/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar