Pages

Rabu, 22 Januari 2014

Linglung

LINGLUNG
By Ardiles

Linglung aku dalam kesendirian, terperanjat sepi dalam kedukaan. Terlana akan segala kesedihan yang tak pernah hilang di dalam dada dan ingatan.

Engkau hadir layak mentari, kau terangi dan kau hangatkan jiwa dan cinta yang mulai sayup-sayup menunggu kematian.

Linglung, selalu saja membuatku terputus dalam merangkai harapan, membuatku gugup dan gagap dalam melangkah. Namun kau hadir sebagai penyembuh luka, pengisi tawa perangkai harapan yang baru. Ku yakin engkau lah yang sesungguhnya

Linglung aku setiap melangkah, namun sejak ada engkau selalu kutemui kebermaknaan hidup, selalu senyum dan kebahagian yang tertuang di dalam jiwa.

Linglungku, kini jauh dari kau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar