WAJAH
LUSUH
By Ardiles
Manatap
wajah lusuh dan tirus di muka cermin, mata cekung dengan lingkaran hitam yang
semakin gelap dan jelas. Laki-laki yang jarang sekali
ku lihat dan perhatikan, bahkan termat jarang ku kritik, ku nasihati baik di
kala salah, tak pernah ku puji di kala baik dan berbuat benar.
| duduk ditengah kabut perbukitan danau |
Namun,
sungguh aku tahu bagaimana perangai laki-laki yang wajahnya membias di dalam
cermin, aku tahu dosa dan maksiat yang sering diperbuatnya, namun sayangnya aku terlalu
takut mengoreksi atau memberikan koreksi kepadanya.
Semakin dalam dan lamat ku tatap wajah
laki-laki itu, aku merasa semakin tak mengenalnya, aku merasa begitu jauh
darinya, wajah laki-laki itu membayang dipermukaan cermin, sungguh
aku melupakannya, aku kira aku telah memberikan perhatian terbaik untuknya,
memberikan cinta segala sudah ku prioritaskan untuknya, ternyata aku salah, malah sebaliknya.
Wajah laki-laki lusuh itu menyedihkan
sekali, kehilangan arah dan tujuan, kehilangan hakikat hidup dan kemakhlukannya,
lupa akan penghambaannya pada yang ahad dan esa, lupa akan kehinaan dan kemulian Rabb-Nya.
Lupa akan nikmat hidup dan umur yang
semakin mengerogoti masa kehadirannya di hamparan bumi Allah ini. Kasihan sekali laki-laki yang ku tatap cuplikan wajahnya
di permukaan yang membiaskan dan memantulkan sosok itu. Semoga hidupmu lebih
berarti dan bermakna kawan, dan semoga hidupmu bermanfaat bagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar