SISWA YANG PALING
DISAYANG
By Ardiles
Saat terang mulai engkau lihat, maka retapilah
betapa hangat dan damai yang akan engkau rasakan. Saat itu engkau sadari betapa
nikmat hidup yang tiada terkira dan batasan yang pasti, telah membuatmu hanyut
dalam setiap partikel-partikel hidup yang akan membuatmu merasa berarti dan
sungguh mengesankan. Dan inilah ceritaku, dan inilah sejengkal pengalaman perjalanan cintaku.
Aku begitu menyadari bahwa Hidup adalah sebuah
perjuangan, namun hidup juga merupakan takdir yang harus senangtiasa di
syukuri. everything is what ever,
begitulah kata seorang teman wanita, yang ku kenal melalui Friendster, tapi aku
tak begitu mengenalnya secara mendalam dan aku tak tahu bagaimana rupanya
aslnya, yang ku tahu dari profilnya dan kami tidak pernah bertemu sekalipun,
yang ku tahu dia cantik. dia begitu terasa dekat, akrab, dan kata-katanya
sungguh bermakna dan menyentuh. kata-kata yang pernah tersirat dan bertaburan
di kolom posting dan commentku membuatku kagum padanya.
Akan tetapi, bergantinya masa dan arus
globalisasi mulai membuat friendster harus hanyut dan terbuang sehingga akupun
ikut mencampakan dan meninggalkan friendsterku dalam arus globalisasi. Sampai
kini aku tahu khabar beritanya, apakah dia masih hidup dan bertahan dalam
pergeseran kebudayaan, kexsisan serta persaingan jejaring sosial yang akhirnya
membuatnya harus tersikut. Dengan tanpa rasa iba dan kasihan, akupun memutuskan
untuk meninggalkannya, aku tidak tega membuatnya diduakan, karena aku harus
memilih. Walau berat bagiku, namun cukup satu yang mengisi kehidupan jejaring
sosialku. Dan pilihan hatiku jatuh kepada facebook, dan facebooklah yang
kupertahankan sampai saat ini.
Migrasinya aku dari friendster membuatku juga meninggalkan semua posting dan comment
yang pernah ku laluli dengan si dia, kita panggil saja teman ku itu Mrs. X,
karena aku sungguh ngak tahu namannya siapa.
“Biarkan sesuatu terjadi seperti apa adanya, namun bukan
berarti kita harus pasrah dengan keadaan kita, namun ada hal-hal yang patut
kita pahami dan syukuri, yah, itulah nikmat hidup sesungguhnya”.
“Lalu tuliskanlah ceritamu, teriakan pada dunia tentang
kehidupanmu, agar semua orang tahu. Bahwa engkau adalah pilar dan salah satu
nyawa yang mengisi serta mewarnai dunia ini dengan rasa syukurmu”.
Itulah kata-kata Mrs. X yang selalu ku ingat. Walau aku tak
mengenalnya, tapi Mrs X pernah mengisi otak dan hatiku dengan untaian kata-kata
yang penuh semangat, pejuangan, mimpi dan cinta. Dan Mrs. X akan selalu
mendapatkan tempat dalam hati dan perjalanan mimpiku. Thank you so much.
Dan inilah tulisan ceritaku karna sahabatku dan
untuk para sahabatku tercinta. Right,
firts one, l want to introduce my self for your. Aku adalah seorang anak lelaki
yang sangat menyukai segala hal yang berbau romance, pokoknya hal-hal yang ada
kaitannya dengan hal yang romantis aku sangat menyukainya, baik itu puisi,
novel cinta, dan film romatis. Film
Indiapun aku sangat suka, apalagi nyanyiannya. Namun hanya sharukh khan yang ku
suka dari semua bintang film India. Sikap, gaya berjalan, cara berpakaian dan
kata-katanya yang romantic sangat menginsfirasiku. Namun, Dari
kegemaran itu membuatku menjadi sensitif man dan begitu menghargai setiap waktu
yang ku miliki. Semua itu karna ibuku. Kehidupan dan kepribadianku sangat dipengaruhi oleh ibuku, ibuku adalah
sosok yang terpenting dalam perjalanan cinta dan hidupku, ibuku bagaikan cahaya
terang di kala aku merasa tersesat dalam kekecewaan dan kesedihanku. Ibuku
adalah wanita yang menuangkan dan mencurahkan segala cinta dan perhatiannya
untukku.
Dan air matanya hanyalah untuk menangisiku di
kala aku merasa sedih, sendiri, terluka dan sakit. Ibuku bagaikan jembatan yang
membuatku dapat menyebrangi kehidupan di atas kekosongan dan ketidakberdayaanku
dalam menjalani kefiluan hidupku. Sungguh ku sadari terlahir kedunia merupakan
sebuah anugrah terbesar, namun dapat meraih cinta dan kasih sayang adalah
sebuah kebahagian di dunia ini. bagiku, terlahir dari seorang wanita yang
begitu pengertian dan begitu menyayangiku melebihi dirinya sendiri tak akan
pernah terulang untuk kedua kalinya setelah kehidupan ini. Dan itu hanya dapat di lakukan
oleh wanita yang telah mengandung, melahirkan, menjaga dan membesarkanku, yaitu
itu ibuku. “anakku, cinta, harta dan
kehidupam itu adalah sesuatu yang murah. Semua harus dipertimbangkan dengan
pemikiran yang matang dan senangtiasa kita hayati, bahwa kehidupan ini tdak
sesederhana kelihatannya. Hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang, maka
saat engkau berjalan menyusuri cita dan asamu, maka bawalah kejujuran sebagai
penopang jalanmu dan selalulah sabar serta tersenyum dengan segala persoalan
yang menghadapimu, apapun itu anakku”. Kata ibu.
Setiap kali aku pergi sekolah, kata-kata itu
selalu aku lirihkan dan teriakan ke dalam hatiku, dan saat aku melakukan hal
itu, aku menjadi begitu bersemangat. Dengan senyum kecil lalu ku cium tangan
ibuku, dan akupun memulai hariku dengan langkah yang pasti akupun siap
berangkat menuju sekolah baruku. Yaph, Hari Ini,
hari ini adalah hari pertama aku masuk dan menginjakan kaki di Sekolah Menengah
Pertama, Tidak terasa baru beberapa minggu yang lalu aku masih
duduk bangku sekolah dasar, 7 tahun sudah aku habiskan menjadi siswa ingusan,
menjadi siswa bodoh dengan predikat baik, baiknya
di musnahkan maksudnya. Kelamahan duduk di bangku sekolah dasar membuatku
manjadi sangat matang, dalam artian membuatku lebih memahami dunia dan
kehidupan pelajar malas dan bodoh. Terang
saja, saja aku katakan rahasiaku pada kalian. aku tinggal kelas bukan karena
bodoh atau malas. Hanya saja memang aku sudah di takdirkan Allah SWT untuk
tidak naik kelas. Dan kebetulan saja guru-guru SDku juga tidak berniat menaikanku
ke kelas 3, dan baru-baru ini aku ketahui, ternyata alasan guruku tidak
menaikan ku ke kelas 3 SD, karena memang wali kelasku sangat menyayangiku. Dan
aku sangat bersyukur, ternyata memang hanya aku siswa yang paling di sayangi
wali kelas.
Buktinya aku sendiri yang meraih kesempatan
untuk tetap bertatap muka dengannya. “ini adalah hal langkah”. Pikirku. “hanya
orang-orang khusus saja mendapatkan kesempatan untuk mempelajari pelajaran di
bangku kelas dua secara mendalam”. Sambungku. “ini pasti perlakuan spesial, toh aku tidak bayar kok
selama satu tahun ini.” bagus sekali pikirku. Tetapi, setelah beberapa tahun berlalu, tepatnya 12 tahun kemudian aku
baru tahu kenapa aku ngak bayar ketika itu, hal ini disebabkan karena aku
mendapatkan subsidi dari sekolah, yaitu kebijakan bagi siswa yang tidak naik
kelas untuk di gratiskan Namun di zaman
sekarang, jangan harap bisa mendapatkan perlakuan yang sama sepertiku dari
pemerintah dan sekolah.
Huh...
Namun, sekali lagi aku tegaskan. Aku tidak naik kelas bukan karena aku bodoh, aku tidak bodoh. Sumpah. Benaran deh. Hanya saja, mungkin aku kurang beruntung dan wali kelasku terlalu sayang kepadaku. Buktinya kalau aku tidak bodoh dan malas, tahun berikutnya aku naik kelas kok dan aku bisa lulus dari Sekolah dasar.
Namun, sekali lagi aku tegaskan. Aku tidak naik kelas bukan karena aku bodoh, aku tidak bodoh. Sumpah. Benaran deh. Hanya saja, mungkin aku kurang beruntung dan wali kelasku terlalu sayang kepadaku. Buktinya kalau aku tidak bodoh dan malas, tahun berikutnya aku naik kelas kok dan aku bisa lulus dari Sekolah dasar.
hehe....
Benarkan?
“Muhammad Ardi Azsury ”. Panggil Pak Hendrisno.
Benarkan?
“Muhammad Ardi Azsury ”. Panggil Pak Hendrisno.
“hadir pak”. Jawabku kaget.
Sesaat kemudian lamunan masa Sekolah Dasarku pun buyar,
karena absen wali kelasku. Kini pikiranku hanya tertuju kepada wali kelasku,
“kalian adalah siswa-siswa terbaik Bengkulu Selatan, yang
lulus dan terpilih dari ratusan utusan siswa terbaik di Sekolah Dasar yang ada
di Bengkulu Selatan. Kalian adalah siswa yang luar biasa, siswa yang terpilih
dan telah menggugurkan ratusan pendaftar lainnya, selamat dan selamat datang di
Sekolah Standar Nasional, SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan. Kalian yang terbaik
dari yang terbaik” kata wali kelasku.
Dan sesaat kemudian, akupun mulai menutup lembaran-lemabaran
kenangan masa SD-ku, akupun mulai fokus dan larut mendengarkan apa yang
disampaikan wali kelasku. Kini Aku hanya tertegun dan mulai berjibaku dengan
mimpi-mimpi dan lamunanku, yang ingin ku raih, bermula dari sini. Dari bangku
Sekolah Menengah Pertamaku.
Bersambung........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar