Pages

Senin, 06 Oktober 2014

JANJI SIANG



Janji Siang

Sedalam apapun hati merasakan, selama apapun mata terpejam semuanya tak akan pernah berubah. Ketika gelap telah berpaling menjelang terang itu mungkin yang disebut perubahan dan kesetian. Bagaimanapun keadaan dunia, walau laut mengelora, ombak berdebur diluar kebiasaannya, gunung dan langit seiring bergemuruh, langit berguncang seakan dunia akan runtuh, hujan deras menguyur basahi bumi hingga meluap sepanjang bentang aliran sungai, angin semilir badai yang menggila menghantam semua atap rumah dan menumbangkan segala pepohanan, abu bahkan mampu meruntuhkan kehidupan, terik panas dan dingin mampu hilangkan nyawa tetap saja semuanya telah digariskan bahkan tertulis nyata dalam takdir.
Apapun yang terjadi, tetap saja kesetian jiwa tak boleh berubah. Apapun yang terjadi semua harus tetap abadi bahkan tak boleh bergeming sedikitpun, hati tak boleh mendua bahkan mencari cinta yang lain. Kesetian jiwa adalah ketulusan dan keikhlasan dalam mencinta. Selayanya kesetian gelap dan terang, keduanya tak pernah mengingkari kala berganti siang dan malam. Selayaknya matahari yang tak pernah mengikari janji terbit dikala embun masih membasahi bumi dan tengelam diujung pelupuk senja sesuai ketetapannya.
Semuanya telah berjanji setia, seandainya jika kesetian cinta dibalutkan pada kesedihan maka sembuhlah ia. Selayaknya kejujuran jika ia diletakan diatas luka maka sembuh dan hilanglah rasa sakit serta perih yang merasuki.
Hari ini hadir untuk memenuhi janji, hidup dan tetap bernafas karena janji. Lahir dan hadir dipelukan alam semesta karena janji, menangis karena janji.
Oh, sialnya lemahnya aku yang selalu mengkhianti janjimu wahai Rabb-Ku. Ku terlalu larut bahkan teramat sering terpedaya cinta selainmu. Andai saja kehidupan ini layaknya sirkuit F1, dan kami salah pengendaranya. Hilang saja kesadaran persekian detik maka terlemparlah kami keluar jalur bahkan mungkin saja lenyaplah kami dipermukaan bumi cintamu wahai Rabb. Namun sayangnya hidup ini tak selayaknya, hidup ini nyata. Senyata orang-orang yang mengendarai mobil diperbukitan, bahkan ditepian jurang yang cadas dan terlempar lah ia bersama lamunan dan kelalaiannya.
Ya Rabb, Maafkan kami yang haus dunia dan seringkali lupa menggingatmu. Teramat sering kami melupakan janji, bahkan disetiap jedah kerlipan mata kami selalu paling pada Engkau ya Rabb.
Sungguh, Bahkan siangpun tak pernah mengingkari malam dan selalu menunaikan janjimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar