Janji Siang
Sedalam
apapun hati merasakan, selama apapun mata terpejam semuanya tak akan pernah
berubah. Ketika gelap telah berpaling menjelang terang itu mungkin yang disebut
perubahan dan kesetian. Bagaimanapun keadaan dunia, walau laut mengelora, ombak
berdebur diluar kebiasaannya, gunung dan langit seiring bergemuruh, langit
berguncang seakan dunia akan runtuh, hujan deras menguyur basahi bumi hingga
meluap sepanjang bentang aliran sungai, angin semilir badai yang menggila
menghantam semua atap rumah dan menumbangkan segala pepohanan, abu bahkan mampu
meruntuhkan kehidupan, terik panas dan dingin mampu hilangkan nyawa tetap saja
semuanya telah digariskan bahkan tertulis nyata dalam takdir.
Apapun
yang terjadi, tetap saja kesetian jiwa tak boleh berubah. Apapun yang terjadi
semua harus tetap abadi bahkan tak boleh bergeming sedikitpun, hati tak boleh
mendua bahkan mencari cinta yang lain. Kesetian jiwa adalah ketulusan dan
keikhlasan dalam mencinta. Selayanya kesetian gelap dan terang, keduanya tak
pernah mengingkari kala berganti siang dan malam. Selayaknya matahari yang tak
pernah mengikari janji terbit dikala embun masih membasahi bumi dan tengelam
diujung pelupuk senja sesuai ketetapannya.
Semuanya
telah berjanji setia, seandainya jika kesetian cinta dibalutkan pada kesedihan
maka sembuhlah ia. Selayaknya kejujuran jika ia diletakan diatas luka maka
sembuh dan hilanglah rasa sakit serta perih yang merasuki.
Hari ini hadir untuk
memenuhi janji, hidup dan tetap bernafas karena janji. Lahir dan hadir dipelukan
alam semesta karena janji, menangis karena janji.
Oh,
sialnya lemahnya aku yang selalu mengkhianti janjimu wahai Rabb-Ku. Ku terlalu
larut bahkan teramat sering terpedaya cinta selainmu. Andai saja kehidupan ini
layaknya sirkuit F1, dan kami salah pengendaranya. Hilang saja kesadaran
persekian detik maka terlemparlah kami keluar jalur bahkan mungkin saja
lenyaplah kami dipermukaan bumi cintamu wahai Rabb. Namun sayangnya hidup ini
tak selayaknya, hidup ini nyata. Senyata orang-orang yang mengendarai mobil
diperbukitan, bahkan ditepian jurang yang cadas dan terlempar lah ia bersama lamunan
dan kelalaiannya.
Ya Rabb, Maafkan kami
yang haus dunia dan seringkali lupa menggingatmu. Teramat sering kami melupakan
janji, bahkan disetiap jedah kerlipan mata kami selalu paling pada Engkau ya
Rabb.
Sungguh, Bahkan siangpun
tak pernah mengingkari malam dan selalu menunaikan janjimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar