Pages

Sabtu, 01 November 2014

SEMUANYA BERUBAH



Semuanya berubah

“Tak selamanya langit itu gelap dan tak juga selamanya langit itu cerah. Tak selamanya akan ada kemarau dan tak selamanya akan turun hujan. Begitulah hidup kita saat ini. Selalu saja berubah-ubah saudara dan saudariku yang ku cintai.”

Hari-hari kita selalu saja penuh warna, kadang ia gelap dan suram. Namun, ada masanya juga hari-hari kita penuh cahaya dan kecerian. Selalu saja demikian, hanya saja presepsi kita dalam menjalani dan memaknai kehidupannya yang membuatnya menjadi berbeda. Kita selalu terjabak dalam satu keadaan, dank ala itu terjadi kita sering dan mudah terbui di dalamnya.
Jikalau kita di rundung masalah yang berat dan terasa begitu menyesakkan. Kita akan menghabiskan waktu untuk meratapi dan menyesalinya. Kita menghabiskan waktu untuk berdiam diri dalam kegalau dan kemelut masalah tersebut. Andai saja kita kita dapat berdiri dan beranjak pergi, lalu kembali memulai dari awal lagi mungkin semuanya akan berbeda. Tapi, kebanyakan dari kita jika sudah terjebak di dalam sebuah masalah, yang pada akhirnya mempengaruhi suasana hati dan jiwa, kita akan teramat susah untuk bangkit dan berpindah (move on).
Demikian juga sebaliknya, jikalau kita teramat senang dan bergembiran dengan suatu keadaan yang hari ini kita dapati. Kita terlalu larut dan terlalu bahagian dalam puncak keberhasilan yang kita raih. Hingga pada akhirnya kita lupa daratan, saat keadaan berbalik malah kita terjatuh ke dalam lubang yang akan sulit membuat kita untuk kembali ke posisi semula.
Kondisi ini terlalau banyak kita temui dalam kehidupan keseharian kita. Sebuah kisah tentang keluarga yang hidup dalam keadaan yang mapan dan penuh kecukupan, tanpa pernah merasakan kekurangan satu apapun. Apapun yang diminta oleh sang anak selalu seketika dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Hidup dengan fasilitas mewah dan berkelas membuatnya larut dalam kecemerlangan hidup yang sesaat. Hingga ia lupa hari esok, ia menikmati segala sesuatu yang kini ia miliki dengan berfoya-foya dan berpesta ria bersama teman-teman. Hingga tiba suatu kondisi, ayahnya meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan. Kematian ayahnya berdampak besar terhadap bisnis keluarganya. Hanya ayahnya yang mampu mengendalikan semua usaha yang dimiliki keluarga. Namun, kematian ayahnya membuat semua investor dan mitra usahanya menarik modal dan berpindah ke usaha lainnya.
Tak perlu waktu lama, usaha keluarga ini terjun bebas, merosot tajam dalam kerugian yang. Anak-anaknya tidak memiliki kecekapan untuk mengelolah usaha yang telah dijalankan keluarganya. Kondisi ini semakin membuat usahanya rugi dan pada akhirnya bangkrut, menyedihkan. Dimulailah keadaan sulit bagi keluarga ini. Sang istri yang tadinya hobi berbelanja dan menghabiskan uang suaminya untuk bepergian keluar negeri. Kini harus bersusah payah membayar kredit barang-barang mewahnya, dan perlahan-lahan satu-satu perhiasannya dijual untuk membayar hutang-hutangnya. Lebih miris keadaan sang anak, yang biasanya menggunakan barang-barang mewah dan berkelasa kini hidup dengan serba kekurangan. Yang biasanya diantar dengan mobil mewah ke sekolah, kini kesusahan untuk ongkos kendaraan menuju sekolah. Yang biasanya berpesta ria dan menghambur-hamburkan uang untuk meminum-minuman keras, kini harus kesusahan untuk makan sehari-harinya.
Demikianlah hidup berputar sesuai kehendaknya. Bahkan tak jarang juga kita temui kisah seorang yang dahulunya hidup susah hingga kini hidup penuh kecukupan dan kaya raya. Dunia berputar, berotasi, adakalanya kita diatas dan kalanya kita di bawah. Ada kalanya gelap dan adakalana terang. Semua berlalu tanpa kita sadari semuany telah terjadi seperti ini adanya. Semua berubah!.
By. Ardiles

Tidak ada komentar:

Posting Komentar