Semuanya berubah
“Tak
selamanya langit itu gelap dan tak juga selamanya langit itu cerah. Tak
selamanya akan ada kemarau dan tak selamanya akan turun hujan. Begitulah hidup
kita saat ini. Selalu saja berubah-ubah saudara dan saudariku yang ku cintai.”
Hari-hari kita selalu
saja penuh warna, kadang ia gelap dan suram. Namun, ada masanya juga hari-hari
kita penuh cahaya dan kecerian. Selalu saja demikian, hanya saja presepsi kita
dalam menjalani dan memaknai kehidupannya yang membuatnya menjadi berbeda. Kita
selalu terjabak dalam satu keadaan, dank ala itu terjadi kita sering dan mudah
terbui di dalamnya.
Jikalau kita di rundung
masalah yang berat dan terasa begitu menyesakkan. Kita akan menghabiskan waktu
untuk meratapi dan menyesalinya. Kita menghabiskan waktu untuk berdiam diri
dalam kegalau dan kemelut masalah tersebut. Andai saja kita kita dapat berdiri
dan beranjak pergi, lalu kembali memulai dari awal lagi mungkin semuanya akan
berbeda. Tapi, kebanyakan dari kita jika sudah terjebak di dalam sebuah masalah,
yang pada akhirnya mempengaruhi suasana hati dan jiwa, kita akan teramat susah
untuk bangkit dan berpindah (move on).
Demikian juga
sebaliknya, jikalau kita teramat senang dan bergembiran dengan suatu keadaan
yang hari ini kita dapati. Kita terlalu larut dan terlalu bahagian dalam puncak
keberhasilan yang kita raih. Hingga pada akhirnya kita lupa daratan, saat
keadaan berbalik malah kita terjatuh ke dalam lubang yang akan sulit membuat
kita untuk kembali ke posisi semula.
Kondisi ini terlalau
banyak kita temui dalam kehidupan keseharian kita. Sebuah kisah tentang
keluarga yang hidup dalam keadaan yang mapan dan penuh kecukupan, tanpa pernah
merasakan kekurangan satu apapun. Apapun yang diminta oleh sang anak selalu
seketika dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Hidup dengan fasilitas mewah dan
berkelas membuatnya larut dalam kecemerlangan hidup yang sesaat. Hingga ia lupa
hari esok, ia menikmati segala sesuatu yang kini ia miliki dengan berfoya-foya
dan berpesta ria bersama teman-teman. Hingga tiba suatu kondisi, ayahnya
meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan. Kematian ayahnya berdampak besar
terhadap bisnis keluarganya. Hanya ayahnya yang mampu mengendalikan semua usaha
yang dimiliki keluarga. Namun, kematian ayahnya membuat semua investor dan
mitra usahanya menarik modal dan berpindah ke usaha lainnya.
Tak perlu waktu lama,
usaha keluarga ini terjun bebas, merosot tajam dalam kerugian yang.
Anak-anaknya tidak memiliki kecekapan untuk mengelolah usaha yang telah
dijalankan keluarganya. Kondisi ini semakin membuat usahanya rugi dan pada
akhirnya bangkrut, menyedihkan. Dimulailah keadaan sulit bagi keluarga ini.
Sang istri yang tadinya hobi berbelanja dan menghabiskan uang suaminya untuk
bepergian keluar negeri. Kini harus bersusah payah membayar kredit barang-barang
mewahnya, dan perlahan-lahan satu-satu perhiasannya dijual untuk membayar
hutang-hutangnya. Lebih miris keadaan sang anak, yang biasanya menggunakan
barang-barang mewah dan berkelasa kini hidup dengan serba kekurangan. Yang
biasanya diantar dengan mobil mewah ke sekolah, kini kesusahan untuk ongkos
kendaraan menuju sekolah. Yang biasanya berpesta ria dan menghambur-hamburkan
uang untuk meminum-minuman keras, kini harus kesusahan untuk makan
sehari-harinya.
Demikianlah hidup
berputar sesuai kehendaknya. Bahkan tak jarang juga kita temui kisah seorang
yang dahulunya hidup susah hingga kini hidup penuh kecukupan dan kaya raya.
Dunia berputar, berotasi, adakalanya kita diatas dan kalanya kita di bawah. Ada
kalanya gelap dan adakalana terang. Semua berlalu tanpa kita sadari semuany
telah terjadi seperti ini adanya. Semua berubah!.
By. Ardiles
Tidak ada komentar:
Posting Komentar