Pages

Sabtu, 22 November 2014

BEKERJALAH, DAN BIARLAH ALLAH YANG AKAN MELIHAT



BEKERJALAH, DAN BIARLAH ALLAH YANG AKAN MELIHAT

Betapa banyak kita lihat, orang-orang yang benar-benar serius dalam belajar, bersikap jujur dalam bekerja dan berjuang keras sebelum menghadapi ujian di sekolah ataupun di kampus namun kadangkala mendapatkan hasil biasa-biasa saja. Bahkan, tidak sedikit juga kita amati, orang yang malas-malasan, tidak jujur dan berbuat curang dalan ujian, serta usahanya biasa-biasa saja dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian kadangkala mendulang hasil yang besar dan membaut iri.
Bahkan dalam dakwahpun, kita amati ikhwah dan akhwat yang berjuang dengan sungguh-sungguh dalam pergerakannya, dengan segala pemahaman dan ke-militannya ia mengorbankan waktu, tenaga bahkan uangnya dalam menuai kemenangan, keberhasilan dan upaya penciptaan regenerasi dakwah di kampus. Tak jarang pula kita lihat ikhwan dan akhwat yang mengorbankan kuliahnya, dalam artian siap dan ikhlas hatinya untuk tidak segera diwisuda karena kepeduliannya terhadap regenerasi dakwah kampus sebelum ia benar-benar meninggalkan dunia kampus. Namun, sungguh disayang, malang dan kasihan jika dirasa,  mungkin menurut pandangan sebagian orang yang melihat mereka. Tak terkira mereka telah jauh tertinggal dari saudara dan saudarinya yang awalnya satu angkatan. Di satu sisi, kala mereka baru wisuda dan akan memikirkan akan bekerja di mana setelah tamat. Di sudut lain, teman-teman seangkatan mereka yang telah terlebih dahulu wisuda dan tamat sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang mantap.
Bahkan tak sedikit juga kita temui, baik ikhwah dan akhwat yang aktivitas dakwahnya biasa-biasa saja, pergerakannya biasa-biasa saja, prestasi dan IPKnya mungkin luar biasa. Dan wisudapun dengan cepat dan hasil penuh mengembirakan. Mereka kadang selalu tampil dimuka namun sedikit sekali bekerja serta loyalitas dan militansi dalam dakwah juga biasa-biasa saja. Akan tetapi kadangkala mereka menuai perhatian dan dianggap luar biasa. Padahal ada yang bekerjanya luar biasa, namun tak pernah dirasa dan ketahui keberadaannya.
Hal yang demikian biasa terjadi dalam dakwah, bagaimanapun kita bekerja dan berkorban dalam jalan dakwah kalau kita tidak mendapatkan balasan apa-apa, bahkan tak dianggap sekalipun tetap nikmati dan syukuri saja. Bahkan besarpun kontribusi kita dalam dakwah dan hal itu bernilai kecil dimata lainnya, maka tetaplah fokus dalam bekerja. Bagaimanapun peran dan potensi yang kita miliki, walau kita tak pernah dipercaya dan diberikan amanah besar dan penting tetaplah istiqomah dalam bekerja. Sesungguhnya, bagaimanapun kita bekerja dan berusaha pasti akan Allah nilai dan ganjar dengan balasan yang adil dan besar. Walau orang-orang disekeliling meragukan kinerja dan kemampuan kita tak perlu kecewa. Tetaplah semangat dalam jalan cinta para pejuang. Sesungguhnya kita bekerja dalam jalan dakwah bukan karena kedudukan dan pujian, namun kita bekerja demi cinta dan kedudukan yang mulia di mata Allah swt.
Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah At-Taubah 9:105). Demikianlah firman Allah swt, tak ada yang luput dari pandangannya. Sesungguhnya, penilaian manusia itu terbatas. Kadangkala yang baik menurut pendangan matanya belum tentu baik menurut keadaan yang sebenarnya. Sesungguhnya kadang yang dipandang itu dapat menipi. Maka hanya Allah lah yang mengetahui atas segalanya. "sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” ( Surah Al-Baqarah; 32). Jika hari ini, pekerjaan kita tak diketahui yang lainnya. Mungkin itu jauh lebih baik adanya. Bagaimanapun bekerja dan apapun hasil yang kita terima dari yang lainnya tak perlu sedih dan kecewa. Kita hanya perlu memahami bahwa pengamatan dan penilaian manusia itu terbatas. Kadangkala mata bisa sering tertipu oleh penampilan yang bias.
Apapun amanah hari ini, apapun posisi dan amanah hari ini, apapun peran dan jabatan hari ini tetaplah bekerja dengan ikhlas dan penuh ketakwaan. Karena yakinlah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” ( Surah Al-Baqarah : 255).
Ayo tetap bekerja, walaupun kita harus berjuang ditengah gelapnya malam. Sungguh ada sebagain orang dalam dakwah ini, keberadaannya tak terlihat namun kerja dan kontribusinya dirasakan. In shaa Allah. Sungguh Allah tak pernh tidur, dan tak akan pernah luput dari pengawasan-Nya. X 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar