BEKERJALAH,
DAN BIARLAH ALLAH YANG AKAN MELIHAT
Betapa
banyak kita lihat, orang-orang yang benar-benar serius dalam belajar, bersikap
jujur dalam bekerja dan berjuang keras sebelum menghadapi ujian di sekolah ataupun
di kampus namun kadangkala mendapatkan hasil biasa-biasa saja. Bahkan, tidak
sedikit juga kita amati, orang yang malas-malasan, tidak jujur dan berbuat
curang dalan ujian, serta usahanya biasa-biasa saja dalam mempersiapkan diri
menghadapi ujian kadangkala mendulang hasil yang besar dan membaut iri.
Bahkan
dalam dakwahpun, kita amati ikhwah dan akhwat yang berjuang dengan sungguh-sungguh
dalam pergerakannya, dengan segala pemahaman dan ke-militannya ia mengorbankan
waktu, tenaga bahkan uangnya dalam menuai kemenangan, keberhasilan dan upaya penciptaan
regenerasi dakwah di kampus. Tak jarang pula kita lihat ikhwan dan akhwat yang
mengorbankan kuliahnya, dalam artian siap dan ikhlas hatinya untuk tidak segera
diwisuda karena kepeduliannya terhadap regenerasi dakwah kampus sebelum ia
benar-benar meninggalkan dunia kampus. Namun, sungguh disayang, malang dan
kasihan jika dirasa, mungkin menurut
pandangan sebagian orang yang melihat mereka. Tak terkira mereka telah jauh
tertinggal dari saudara dan saudarinya yang awalnya satu angkatan. Di satu sisi,
kala mereka baru wisuda dan akan memikirkan akan bekerja di mana setelah tamat.
Di sudut lain, teman-teman seangkatan mereka yang telah terlebih dahulu wisuda
dan tamat sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang mantap.
Bahkan
tak sedikit juga kita temui, baik ikhwah dan akhwat yang aktivitas dakwahnya
biasa-biasa saja, pergerakannya biasa-biasa saja, prestasi dan IPKnya mungkin
luar biasa. Dan wisudapun dengan cepat dan hasil penuh mengembirakan. Mereka
kadang selalu tampil dimuka namun sedikit sekali bekerja serta loyalitas dan
militansi dalam dakwah juga biasa-biasa saja. Akan tetapi kadangkala mereka
menuai perhatian dan dianggap luar biasa. Padahal ada yang bekerjanya luar
biasa, namun tak pernah dirasa dan ketahui keberadaannya.
Hal
yang demikian biasa terjadi dalam dakwah, bagaimanapun kita bekerja dan
berkorban dalam jalan dakwah kalau kita tidak mendapatkan balasan apa-apa,
bahkan tak dianggap sekalipun tetap nikmati dan syukuri saja. Bahkan besarpun
kontribusi kita dalam dakwah dan hal itu bernilai kecil dimata lainnya, maka
tetaplah fokus dalam bekerja. Bagaimanapun peran dan potensi yang kita miliki,
walau kita tak pernah dipercaya dan diberikan amanah besar dan penting tetaplah
istiqomah dalam bekerja. Sesungguhnya, bagaimanapun kita bekerja dan berusaha
pasti akan Allah nilai dan ganjar dengan balasan yang adil dan besar. Walau
orang-orang disekeliling meragukan kinerja dan kemampuan kita tak perlu kecewa.
Tetaplah semangat dalam jalan cinta para pejuang. Sesungguhnya kita bekerja
dalam jalan dakwah bukan karena kedudukan dan pujian, namun kita bekerja demi
cinta dan kedudukan yang mulia di mata Allah swt.
“Bekerjalah kamu, maka Allah akan
melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu
akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu
diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(Surah At-Taubah 9:105). Demikianlah firman Allah swt, tak ada yang luput dari
pandangannya. Sesungguhnya, penilaian manusia itu terbatas. Kadangkala yang
baik menurut pendangan matanya belum tentu baik menurut keadaan yang
sebenarnya. Sesungguhnya kadang yang dipandang itu dapat menipi. Maka hanya
Allah lah yang mengetahui atas segalanya. "sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana” ( Surah Al-Baqarah; 32). Jika hari ini, pekerjaan kita
tak diketahui yang lainnya. Mungkin itu jauh lebih baik adanya. Bagaimanapun
bekerja dan apapun hasil yang kita terima dari yang lainnya tak perlu sedih dan
kecewa. Kita hanya perlu memahami bahwa pengamatan dan penilaian manusia itu
terbatas. Kadangkala mata bisa sering tertipu oleh penampilan yang bias.
Apapun
amanah hari ini, apapun posisi dan amanah hari ini, apapun peran dan jabatan
hari ini tetaplah bekerja dengan ikhlas dan penuh ketakwaan. Karena yakinlah “Allah, tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus
mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang
di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa
izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” ( Surah Al-Baqarah : 255).
Ayo
tetap bekerja, walaupun kita harus berjuang ditengah gelapnya malam. Sungguh
ada sebagain orang dalam dakwah ini, keberadaannya tak terlihat namun kerja dan
kontribusinya dirasakan. In shaa Allah. Sungguh Allah tak pernh tidur, dan tak
akan pernah luput dari pengawasan-Nya. X
Tidak ada komentar:
Posting Komentar