Melirik
Sekilas, Rutinitas Malam Minggu Sang Walikota
Suatu kesempatan
menarik bisa berkunjung dan duduk bersama Walikota Padang beberapa waktu lalu
(22/11/14). Saat para muda-mudi di Kota Padang sedang asyiknya menikmati acara
malam mingguan. Kami beberapa rekan mahasiswa yang aktif di Organisasi
Mahasiswaan Kampus (Ormawa), baik itu dari BEM dan MPM UNP tengah asyik menunggu
untuk bertemu dan mendengarkan pemaparan kinerja yang telah dicapai oleh orang
nomor satu di Kota Padang, yakni Bapak Mahyeldi.
Cukup lama kami menanti
untuk bisa bertemu dengan beliau. Walau sebelumnya kami sudah membuat janji
untuk bertemu. Namun, namanya juga penjabat daerah, orang penting di Kota Padang
pastinya punya banyak tamu dan orang-orang yang memiliki keperluan dengan
beliau. Sedari pukul 20.00 wib kurang kami menunggu, dan akhirnya baru bisa
berjumpa dengan beliau kurang lebih 2 jam kemudian setelah menunggu antrian.
Padahal satpam sudah mewanti-wanti bahwa tamu hanya bisa berkunjung hingga pukul
22.00 wib. Kamipun harap-harap cemas dalam penantian, hingga beberapa saat
kemudian sekretaris pribadi beliau keluar memanggil kami untuk masuk.
Malam itu, beliau juga sudah
ada agenda rapat dan pertemuan dengan rekan-rekan alumni sesama Mahasiswa Pertanian
Unand. Akan tapi, beliau masih menyempatkan diri untuk bertemu dan bertegur
sapa dengan kami rekan-rekan mahasiswa UNP. Kami menyangka hanya akan bertemu
beberapa menit saja. Namun, ternyata cukup lama kami duduk mendengarkan beliau
bercerita. Padahal sebelum kami masuk kami sudah diingatkan, “jangan lama-lama, cukup 10 atau 15 menit
saja. Buyah sibuk, sebentar lagi ada rapat” pesan sekrataris beliau.
Jujur saja, 2 jam
menunggu membuat kami mengantuk. Bahkan teh hangat yang disungguhkan tidak
cukup membuat mata tetap terjaga. Tapi, ketika beliau duduk bersama kami dan
mulai bercerita mengenai perjalanan kinerja beliau. Seketika juga mata-mata
kami tidak lepas memandang beliau yang sedang berbicara, mendengarkan suka duka
dalam menunaikan program-program unggulan yang sudah mulai dianggsur-anggsur,
yakni satu-persatu program sudah mulai direalisasikan dalam kurun waktu
beberapa bulan terakhir.
Mulai dari program
penertiban dan kebersihan pasar yang beberapa tahun terakhir tidak berkesudahan
dapat dimulai dan kita rasakan pada masa kepemimpinan beliau. Walau beliau
menyadari dan mengakui bahwa masih banyak kekurangan dan upaya yang perlu
dilakukan untuk perbaikan tata kelola Pasar Raya, khususnya. Beliau juga
bercerita mengenai penyelesaian persoalan sengketa beberapa aset Pemerintah
Kota Padang dan permasalahan lainnya. “yang
alhamdulillah dapat diselesaikan. Semuanya
terjadi tidak terlepas dari pertolongan Allah dan kerjasama dari pihak-pihak
yang terkait” tutur beliau.
Saat tengah asyik mendengarkan
beliau bercerita, tak terasa jarum jam di rumah dinas laki-laki yang akrab di
sapa dengan sebutan “buyah” ini sudah
menunjukan pukul 22.30 wib. Malam itu, buyah tidak dapat menyembunyikan
kelelahannya. Tergambar jelas rasa letih dan kantuk di wajah buyah. Sementara dibagian deratan sofa
yang lainnya, terlihat teman buyah
semasa kuliah tengah bersabar menunggu dan ingin buyah segera memimpin rapat. “oh…
beginikah sibuknya menjadi Walikota” ucapkku dalam hati.
Demikian selintas rutinitas
beliau pada malam minggu itu. Ntahlah, bagaimana dengan hari-hari lainnya. Kita
tahu, masa kepemimpinan menjadi walikota dalam jangka waktu lima tahun dirasa tidaklah
lama dan tidaklah pula sebentar untuk dapat menyelesaikan permasalahan Kota Padang
yang tidaklah sedikit. Namun, kita berharap apa yang beliau janji dan niatkan
dapat beliau tunaikan sebaik-baiknya, yakni beliau dapat konsisten dan komitmen
untuk menjalankan janji-janji politik yang telah diwacanakan untuk
kesejahteraan masyarakat Kota Padang. Kita sebagai masyarakat, dan kami sebagai
mahasiswa khususnya akan terus mengawal dan mengawasi kinerja Sang Walikota. Sembari
itu, tentunya kita juga tidak sabar menunggu program-program unggulan Sang Buyah
yang lainnya.
Malam itu, kurang lebih
30 menit berlalu mendengarkan buyah bercerita.
Akhirnya, kamipun berlalu undur diri untuk segera pulang dan menunaikan istirahat
yang sempat tertunda. Sedangkan buyah
berlalu untuk segara memimpin rapat dan sidang yang tertunda. “selamat bekerja buyah” bathinku.
Ardiles,
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Menteri
Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP periode 2013-2014,
Forum Indonesia Muda (FIM) Sumatera Barat. HP. 085268352688, Alamat Jl. Prof Dr.
Hamka, Simpang Tanjung 75 c, ATB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar