DIBALIK TAWA DAN
TANGIS SALMAN AL FARISI R.A
By. Ardiles
“aku merasa heran terhadap urusan surga,
karena orang yang mencarinya justru tidur. Aku juga heran terhadap urusan
neraka, karena orang yang seharusnya menghindar darinya justru tertidur” (Amr
bin Abdi Qais) dari The Way to Win by Solikhin Abu Azzuddin
Adzan
shubuhpun bergema, berat dan ringan satu persatu mulai bangkit dan bergegas
menuju sumber suara demi menunaikan shalat shubuh dimasjid. Betapa sedihnya
hati, shubuh ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Jumlah shaf tetap
seperti hari-hari, minggu-minggu bahkan bulan-bulan biasanya. Hanya beberapa
baris saja. Betapa banyaknya mukmin yang masih terlelap, bahkan bergumul
dibawah selimut. Betapa banyak orang yang mengaku ia seorang muslim, betapa
banyak mukmim yang mengharap surga dan takut akan neraka. Namun usaha yang
dilakukan hanya sebatas menjalankan ibadah-ibadah wajib saja, bahkan tak
sedikit juga yang mengganggap remeh dan seringkali melalaikannya, tertidur.
Sikap lalai,
kadang bisa saja mampir pada siapapun.
Kita menyadari penuh bahwa keimanan itu bersifat fluktuatif, tidak terus
tetap, ia layaknya naik turun setiap waktu. Namun seorang mukmin haruslah mampu
menjaga dirinya, baik dari kelalain yang senantiasa datang menghampiri. Banyak
diantara kita berbuat dosa ataupun maksiat, baik itu dari kelalaian sikap kita,
ketidaktahuan bahkan karena ingkar terhadap ketetapan Allah, baik yang Allah
gariskan dalam Al-Qur’an dan Allah sampaikan kepada Rasulullah, Muhammad saw.
Maka, sudah
sewajarnya kita berhati-hati terhadap setiap persoalan yang menghampiri kita,
jangan sampai kita lengah bahkan lalai ataupun tertidur demi menuai buah-buah
keimanan dan pahala yang telah Allah hamparkan kepada kita. Jangan sampai, kita
hanya menjadi pribadi yang memiliki angan-angan panjang akan dunia dan surga,
namun kita larut dan lalai dalam tipu daya dunia dan setan. Salman Al-Farasi
Radhiyallahu anhu Pernah berkata : “ada
tiga hal yang membuatku tertawa dan juga ada tiga hal yang membuatku menangis :
aku tertawa melihat melihat orang-orang yang berangan-angan panjang dengan
dunia padahal maut tengah mengejarnya, orang yang lengah sedang maut tak pernah
lengah darinya, serta orang yang tertawa dengan mulut yang terbuka penuh
sementara ia tidak tahu apakah perbuatannya itu mengandung amarah Rabb-nya. Dan
aku menangis oleh tiga hal :berpisah dari orang-orang tercinta , yaitu Muhammad
dan para pengikutnya, dasyatnya rasa sakit saat sakaratul maut, dan ketika
berdiri di hadapan pemilik alam semesta, kala itu aku tidak tahu apakah
tempatku di neraka atau disurga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar