setting

My Story : ARDILES: ROMANTIKA PERADABAN ISLAM

ROMANTIKA PERADABAN ISLAM



ROMANTIKA PERADABAN ISLAM

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa  kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). (Q.S Al Qamar 54:4)”
Beberapa bulan terakhir, siaran televisi dihiasi dan dipenuhi dengan kisah cinta sejarah perkembangan kebudayaan Hindu-Budha. Terlebih acara ini demikian diminati masyarakat, apalagi kisah dalam cerita ini diperan dan digaraf oleh orang-orang India. Siapa yang tak pernah melihat atau menonton film-film India yang penuh kisah cinta mengharukan bahkan tak jarang pula membuat orang-orang yang menyaksikannya meneteskan air mata. Bagaimana tidak, kisah cinta yang ditampilkan demikan menyentuh, dibuat dengan penuh penghayatan walaupun kerelevanan cerita tak pernah ada dalam kehidupan nyata. Begitu hebatnya kisah romantisme mampu menyentuh bagian terdalam di diri seseorang. Bahkan jelas-jelas tayangan yang hadir selama bulan suci Ramadhan dan hingga hari ini terus saja menuai reting dengan peminat tertinggi.
Ntahlah! bagaimana mungkin kisah pengorbanan Mahadewa, perjuangan Mahabrata dan kisah cinta Ramayana dapat membuat sebagian umat Islam menangis dan meneteskan air mata. Tiada henti setiap mata menyaksikannya setiap malam. Subhanallah. Bagaimana mungkin kisah cinta ini mampu mangambil tempat di hati umat muslim di Indonesia khususnya. Lupakah kita bahwa Islam memiliki kisah-kisah yang jauh dari kebenaran kisah-kisah pewayangan tersebut.
Sungguh, Romantika Peradaban Islam penuh dengan kisah-kisah yang heroik yang mampu menyesakan jiwa, membuat wajah basah oleh tumpah ruahnya air mata. Bagaimana mungkin sejarah Islam yang kaya dengan kisah-kisah romantisme bahkan jauh lebih menggugah tak banyak diketahui umat Islam.
Islam kaya dengan kisah-kisah kehidupan para Nabi dan Rasul. Islam kaya dengan kisah-kisah perjalanan cinta, perjuangan, pengorbanan bahkan kisah-kisah ini Allah ukir dan abadikan di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (Q.S Yusuf 12: 111)”. Bahkan di dalam Al-Qur’an diceritakan bagaimana kisah cinta Nabi Sulaiman a.s dan Ratu Balqis. Walau secara detail kita tidak akan menemukan bagaimana perjalanan cinta itu terjadi. Namun, dengan jelas kita bisa memahami bahwa ada cinta di dalam kisah itu, yang pada akhirnya terjadinya pertautan dua hati, penyatuan dua kekuasaan di dalam bahterah pernikahan. Partautan hati ini, pertautan cinta atas keimanan. Keimanan kepada Allah-lah yang membuat Nabi Sulaiman berdakwah hingga ke seluruh penjuru negeri, dan karna keimanan kepada Allah jualah Ratu Balqis mempercayai apa yang disampaikan oleh Nabi Sulaiman a.s.
Bahkan demikian banyaknya kisah-kisah romantikan dalam Islam, dari awal kisah kehidupan manusia di muka bumi, yakni perjalanan kisah Adam dan Hawa hingga para nabi dan Rasul. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (Q.S Huud 11:120)”. Kita tidak akan lupa bagaimana kisah Nabi Nuh a.s dengan kapalnya yang luar biasa, kita tidak akan menutup mata akan kisah cinta dan pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim a.s  kita juga tidak akan melupakan bagaimana akhir kisah cinta antara Nabi Yusuf a.s dan Zulaikha,  kisah bunda Maryam dan nabi Isa a.s, kisah nabi Dzun Nun a.s. Dan pada akhirnya kita juga tidak akan melewatkan kisah cinta Rasulullah dengan bunda Khadijah. Sungguh hanya sebagian kecil saja dari demikian banyaknya kisah-kisah yang sungguh jauh dari ke-luarbiasaan kisah-kisah pewayangan yang kini hampir ditayangkan setiap harinya di TV. “…..Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(Q.S Al A’raaf 7:176)”
Demikian besarnya pengaruh sejarah peradaban untuk membentuk dan mempengaruhi mental, akal dan jiwa. Hal ini terlihat dari, bagaiman besarnya pengaruh yang dapat dihadirkan dari tanyangan film-film yang mengisahkan tentang peradaban kebudayaan Hindu-Budha. Bahkan tidak sedikit orang-orang menaruh rasa simpati dan empati mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa terhadap kisah-kisah tersebut. Lama-kelamaan jika masyarakat terus di cekoki dengan tanyangan demikian bisa saja akan menyakini kebenaran dari keberadaan dan kenyataan akan kisah tersebut.
Menggingat pentingnya kita perlu membentengi diri dan keluarga kita akan pemahaman yang benar akan sejarah peradaban Islam. Tiada lain, untuk memperteguh keimanan dan memantapkan akidah keluarga. Mempelajari sejarah peradaban Islam itu penting, karena di dalamnya memuat nilai-nilai kepahlawanan, keteladanan, kepelaporan, patriotism, nasionalisme dan semangat pantang menyerah dalam menegakkan agama Allah di muka bumi. Dalam sejarah memuat khasanah  mengenai peradaban bangsa-bangsa, yakni peradaban umat-umat yang terdahulu agar kita dapat melihat dan belajar dari kisah-kisah perjalanan kehidupan mereka.
Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran). (Q.S Thaahaa 20:99)”
Pemahaman akan Romantika Peradaban Islam akan membentuk mental, sikap dan pola pikir umat Islam. Karena di dalam kisah-kisah perjuangan menegakkan agama Islam penuh dengan muatan yang akan meneguhkan ruhiyah dan fikriyah yang pada akhirnya akan menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism, atau sederhananya akan menumbukan rasa cinta akan agama Islam itu sendiri.
Jika hari ini, tayangan-tayangan peradaban selain Islam demikian masifnya di tayangkan di TV. Kita cukup mengamati dan mempelajari bagaiman media berusaha mempengaruhi bahkan mengusik akidah dan keyakinan umat Islam dengan paham-paham yang disebarkan. Kita berlindung dari Allah agar dikuatkan keimanan dan keyakinan hingga terus Istiqomah di jalan yang telah Allah tetap dan gariskan kita berada di dalam barisan-Nya.
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.(Q.S Yusuf 12 :3)”

Ardiles, UNP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai