TAHUN JANJI
Tahun Janji
Oh Tuhanku, betapa
teganya Engkau ciptakan para pembual-pembual di dunia ini. Betapa teganya
Engkau biarkan banyak kehidupan dan nyawa berharap kepada mereka pembuat janji.
Janji, janji dan janji.
Oh Tuhanku,
Hari itu telah tiba. Hari dimana hari yang telah Engkau gambarkan kepada
laki-laki penebar kebenaran. Hari yang
telah Engkau tetapkan, dimana hari
banyak manusia, ntahkah itu laki-laki dan wanita semua menebar
janji-janji belaka.
Sungguh aku tak berdaya,
tak berdaya menahan arus gelombang janji
yang telah membanjiri negeriku ya Tuhanku.
Dimana-mana janji
bertebaran merengut masa depan banyak tarikan nafas.
Oh Tuhanku,
Sungguh aku tak
berdaya, ketika banyak manusia dinegeri menjual harapan dan janji kepada
rakyatnya, kepada hamba sahaya-Mu. Betapa banyak mata yang berlinang penuh
harap dan kasih harus pupus dan kecewa karena janji para tikus rakus yang
sepanjang waktu mengisi perut mereka, hanya memikirkan kesenangan hidupnya.
Ot Tuhanku,
Sungguh aku tak
berdaya, hanya kepada-Mu aku mengadu. Berharap balas kasih-Mu. Aku berharap
Engkau membuka mata hati tikus-tikus rakus itu.
Aku semakin tak berdaya ketika tikus-tikus itu mulai menjelma menjadi
monyet-monyet yang semakin hari semakin liar. Setiap hari menjerat dan menguras
uang hamba sahaya.
Oh Tuhanku,
Jauh dari lubuk
hatinya, tak pernah mereka berpikir akan kehidupan akhirnya. Bukankah janji itu
hal yang mudah diucapkan, namun sangat sulit dipertanggungjawabkan. Bukankah
pembual dan pembuat janji itu Engkau berikan kelebihan dalam memahami ilmu dan
Engkau berikan kesenangan. Namun apakah telah lupa mereka akn janji-Mu yang
amat pedih dan menyakitkan.
Oh Tuhanku,
Sungguh aku tak
berdaya, tak berdaya membendung derasnya riak-riak janji yang menghambur dari
jutaan pembual janji, layaknya air hujan yang turun dengan derasnya. Janji para
pembula itu ibarat rintik-rintik air yang jatuh. Betapa segar dan menyegarkanya ketika kemarau
yang panjang mampu dihapuskan oleh hujan yang panjang, mengenangi sumur-sumur yang
kering memberikan harapa hidup menjadi semangat untuk mengarungi hidup yang
lebih panjang.
Tapi, tapi sungguh tak
berprikemanusia ya Tuhanku.
Janji itu hanya topeng,
janji yang keluar dari lidah dan tersembur dari kedua bibir hanya bualan
belaka. Janji hanya penarik hati pemberi harapan palsu. Janji hidup yang lebih
baik dan layak habis dan kandas ketika deru hujan dan genangan semakin kering.
Semua hilang begitu
saja, harapa hidup sejahterah kembali pupus untuk kesekian kalinya.
Ya Tuhanku,
Lama sudah negeriku
merdeka, berpuluh tahun sudah. namun kini negeri kembali terambang dalam
perpecahan. Dari ujung utara hingga selatan membentang persoalan ketidakadilan,
dari timur hingga ke barat mengerogoti permsalahan krisis ketidak percayaan.
Ya Tuhanku,
Luntur sudah semua
nilai-nilai kearifan dan budaya di negeriku. Para pembuat janjilah yang patut
disalahkan. Para pembuat janjilah yang memberikan kami pengharapan dan pembuat
janjilah yang mengemban amanah kami rakyat kecil.
Sungguh ya tuhanku,
pembual dan penjual janji hanya memperkaya dirinya seorang memikirkan kehidupan
dan kesejahteraan anak dan istrinya saja. Sedaangkan janji kesejahteraan yang
mereka janjikan kepada para rakyat kecil yang jauh dari perut kenyang dan
terhimpit rasa lapar tak pernah tertunaikan.
Tahun ini, tahun
bertebaran janji-janji palsu bagi rakyat. Para pembual mulai kembalikan
mengenakan topeng busuknya. Menanggalkan segala kemewahannya didepan rakyat
jelata. Para pembual janji yang membagi-bagi harta Negara dan hak rakyat kecil
kepada sanak saudara beserta kerabatnya kini mulai melempar racun dan jalan ke
wajah rakyat.
Menarik simpati,
menebar citra, dan menghambur-hamburkan harta di depan mata para rakyat terus
saja hidup sengsara dalam jerat kemiskinan. Para pembual dan penjual janji yang
terlihat seolah tikus-tikus berdasi kini memaki topeng rasa sok simpati.
Padahal yang mereka
inginkan hanya kedudukan dan kekuasaan saja. Janji tinggalah janji, kini mereka
hidup dan duduk dalam pangkuan kursi birokrasi yang mewah. Berjalan dengan mobil
dinas berflat merah yang mengkilat tanpa sedikitpun peduli ketika banyak tangan
rakyat miskin dan peminta-minta menujulurkan tangan berharap balas kasih.
Ya Tuhanku.
Janji dan janji para
pembual di negeri ini telah mengecewakan setengah dari penduduk miskin di
negeri ini. Rakyat yang berpengetahuan rendah dan tak mampu mengkritik mereka
yang duduk diruang berlapis mewah dengan udara sejuk yang menyejukan. Setelah
janji dilontarkan hanya selalu saja kekecewaan yang hadir dikemudian hari.
Pilu dan miris
dinegeriku ini,
Janji dan janji pembual
di negeri ini. Selalu melulu lantahkan pengharapan rakyat jelata. Mereka hidup
dalam kesenangan para rakyat yang terus dan semakin terus terhimpit dalam
keterpurukan dan jerat kemiskinan.
Tak kah kalian mengerti
wahai para sosok intelektual penipu rakyat dinegeri ini. Janji adalah ucapan
yang harus dan wajib dipenuhi bagi kalian. Janji akan diminta
pertanggungjawabannya baik di dunia dan diakhirat. Janji disaksikan orang-orang
yang telah mempercayaimu, janji dicatat oleh media masa, masyarakat dan kedua
malaikat disisi kiri dan kananmu, janjimu diperdengarkan oleh Tuhanmu,
janji mengaung dari penjuru kiri dan
kananmu, janji membentang dari seluruh penjuru selatan dan utara, janjimu
memanjang dan terakam dari timur ke barat. Para pembual janji janji kalian
ingat, bahwa janji yang terucap dan keluar dari bibir mengaung dan mengema dari
penjuru langit dan bumi. Janji mengambang diatas langit berputar-putar
membentuk sebuah bola pengharapan yang besar, bahkan teramat besar mengepul di
atas langit. Janji yang terucap merasap ke dalam bumi, tertancap kuat di dalam
tanah membentuk pohon-pohon pengharapan, dan berharap berbuah kemaslahatan dan
kesejateraan bagi jutaan mata hati yang tertipu oleh buaian janjimu yang busuk.
Ya Tuhanku,
Sadarkanlah kepada para
pemimpin negeri ini, kepada para pemimpin yang memiliki hati dan nurani yang
lurus dan baik. Berikanlah mereka jalan dan perteguhlah hati dan keimanan
meraka dalam mengenggam pengharapan banyak jiwa.
Ya Tuhanku,
Jangan Engkau berkahi
dan rahmati orang-orang yang hanya menjual janji demi perut dan dunainya.
Jauhkanlah para pembual-pembual busuk itu dari panggung penderitaan rakyat.
Jangan biarkan meraka mendapat satu kepecayaan hambar dari hati-hati yang benar
polos dan buta.
Ya Tuhanku,
Perteguhlah hati kami
yang pencari kebenaran, bukalah jiwa dan mata kami dalam memilih kebenaran yang
nyata. Jangan Engaku condongkan kami kepada hati yang benar-benar tak terpancar
ketulusan di hatinya.
Ya Tuhanku,
Hadangkalah jalan-jalan
para penjual janji dan penipu rakyat kecil dinegeri ini. Jangan biarkan mereka
bersatu padu mengerogoti moral dan menghancurkan kepercayaan banyak mata sendu
dan lemah dinegeri ini.
By. Ardiles
Tidak ada komentar:
Posting Komentar