Pages

Rabu, 10 Desember 2014

BAKAT



Bakat

“Rasulullah saw bersabda, “ setiap orang diciptkan menurut bakatnya masing-masing… Kullun muyassrun lima khuliqa lahu”

Percaya atau tidak, semua manusia itu terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Kelebihan di sini lebih kepada sisi keunggulan, bakat atau potensi yang kita miliki. Setiap orang tercipta dengan keunikannya sendiri-sendiri. Pada dasarnya, yang lebih tahu dan mengenal diri kita, yakni kita sendiri.
Memang tidak mudah memahami diri sendiri, terlebih dalam hal ini mengetahui potensi atau bakat diri kita sendiri. Sudah sewajarnya kita kadang bingung dengan kelebihan dan kekurangan kita. Walau terkadan, kita juga tidak memungkiri, kita jauh lebih mudah mengenali atau mengidentifikasi kelemehan atau kekurangan diri kita, terlebih kekurang orang lain. Hehee.
Nah. Di sinilah menariknya. Untuk mempermudah kita mengenali potensi atau bakat diri. Kita perlu orang lain, yakni sahabat, saudara atau lebih bagusnya orangtua untuk memberikan penilaian dan masukan kepada diri kita. Tidak ada salahnya kita bertanya, apa sisi keunggulan atau yang menarik di diri kita kepada orang lain.
Jika hari ini, masih ada orang-orang yang mengatakan ia tidak berbakat atau memiliki kelebihan apa-apa itu omong kosong. Bayangkan preman saja punya bakat, apalagi kita yang hari ini bisa sekolah dan kuliah diperguruan tinggi, walau bakat wajah seram dan memeras sih. Hehee
Tentu, dari sisi ini saja kita sudah dapat mengenali apa bakat dan potensi kita. Bayangkan saat kita tidak bersemangat dan bergairah untuk belajar atau kuliah. Di sisi lain, bahkan di sudut belahan dunia atau dibalik tembok atau pagar ada sosok-sosok yang iri bahkan mengginginkan posisi diri kita. Terus kenapa kita menyia-nyiakan kesempatan dan bakat yang ada di diri kita.
Bayangkan saja, seorang yang cacat tidak punya kaki ataupun tangan saja bisa jadi perenang yang handal. Bahkan juga ada jadi motivator yang demikian terkenal dan mampu mengguggah banyak orang.
So, kita yang lengkap secara fisik tanpa kekurangan satu apapun, walaupun seringkali kangker (kantong kering)  tapi, alhamdulillah kita masih jauh lebih beruntung atas segala nikmat yang telah Allah limpah dan rahmatkan.
Guys… buruan deh kita sadar. Kita terjaga dari lamunan dan tidur panjang. Kita kadang seringkali berkhayal dan memiliki banyak angan-angan namun tidak pernah berbuat apa-apa. Kita tidak pernah benar-benar serius bekerja dan berbuat untuk diri kita sendiri. Bahkan kita terlalu abai dan acuh dengan diri sendiri.
Ayo… kita segara bangkit dan oleh potensi dan bakat diri. Benar kata Rasulullah sa, “ setiap orang diciptkan menurut bakatnya masing-masing… Kullun muyassrun lima khuliqa lahu”.
Jika manusia paling mulai dan dicintai Allah swt saja sudah berbicara demikian dan kita masih tidak percaya dan bersemangat. Terus kepada siapa lagi kita percaya dong?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar