setting

My Story : ARDILES: HAK AYAH ATAS ANAKNYA

HAK AYAH ATAS ANAKNYA



Hak Ayah Atas Anaknya

Suatu kesempatan pernah membaca sebuah tulisan terkait bagaimana peran ayah dalam membina, membimbing dan juga mendidik anaknya. Bahkan sebuah tulisan ini menjadi sebuah ceramah shubuh yang pernah disampaikan kala Ramadhan yang lalu. Masih ku ingat dengan jelas, bagaimana mata-mata para ibu-ibu dan juga bapak-bapak menantapku yang begitu tegang dengan penuh perhatian.

Aku yang kala itu masih terlalu muda untuk berada di atas mimbar, berani-beraninya berbicara tentang keluarga dan membina anak. Membayangkannya, betapa malu rasanya. Aku yang sama sekali belum pernah menikah dan berumah tangga, apalagi memiliki seorang anak. Berbicara lugas dan lantang tentang anak.

Hak ayah atas anaknya, suatu hari ada seorang laki-laki tua yang datang mengadu kepada Amirul mukminin, yakni khalifah Umar bin Khaththab. Laki-laki tua ini mengadukan perbuatan anaknnya atasnya. Lalu khalifahpun memanggil anak laki-laki tua tadi. Kemudian ditanyakanlah kepada anaknya tentang apa yang telah ia perbuat atas ayahnya. Dan pemuda itupun mengakui apa yang telah ia perbuat atas ayahnya. Sebelum khalifah umur memberikan hukuman atas apa yang diperbuat anak laki-laki tua itu kepadanya. Khalifah Umar pun bertanya, “kenapa engkau berbuat demikian kepada ayahmu?”.  Tanpa berpikir lama pemuda itupun menjawab pertanyaa khalifah Umar. “wahai amirul mukminin, sebelumnya aku ingin bertanya. Adakah hak ayah atas anaknya?” Tanya pemuda itu. “ada” jawab Amirul mukmini. “apakah itu, wahai sahabar Rasulullah saw. Beritahukanlah kepadaku?”. “hak ayah atas anaknya ada tiga. Pertama, ia mencarikan ibu yang baik untuk anak-anaknya. Kedua, member anak-anaknya dengan nama yang baik. Ketiga, mendidiknya dengan Al-Qur’an” jawab khalifa Umar. “wahai Amirul Mukminin, sesunguhnya apa yang telah engkau katakana. Satupun tak ada yang ku dapati dari ayahku atasku” balas pemuda itu. Akhir cerita, khalifah Umar tidak jadi memberikan hukuman atas pemuda itu. Dan ayahnya lah yang mendapat pengadilan oleh khalifah karena ia tak memenuhi hak-hak anaknya.

Demi Allah, sungguh. Ketika Allah naungi aku dengan permata-permata keindahan yang tiada tara. Yakni putra dan putra nantinya, in shaa Allah. Ku ingin memenuhi hak-hak meraka semampuku. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk mereka. Bahkan ku ingin mereka mendapat cinta dan curahan perhatian yang melimpah ruah. Ku ingin, mereka mendapatkan lebih baik dari yang pernah ku dapati dari ayah dan ibuku, yakni kakek dan nenek merak yang telah merawat dan mendidikku hingga tumbuh dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai