Ibu, Engkau Duniaku
Tidak ada yang mengerti cinta seorang
ibu pada anaknya, bahkan ibu itu sendiri. Karena tak ada batasan bagi kasih
sayang seorang ibu. Dimana semua itu hanya bisa dirasakan oleh perasaan seorang
ibu.
sungguh tidak akan yang bernar-benar
mengerti dukamu wahai bunda. Engkau selalu saja menjadi pelita dalam kelam dan
gelapnya hidup. Selalu tercurah kasih penuh asih. Bahkan setiap tetes darahmu
mengalir di dalam tubuh ini. Pelukan lembutmu mampu menenangkan jiwa, belaian
dalam larutnya malam selalu saja membutku rindu.
Selalu saja aku menghadirkan tangis
di pelupuk matanya yang kian hari kian lemah. Belaian tangan lembutnya perlahan
telah mulai melemah.
Ibu, engkau adalah cinta pertama.
Cintamu penuh tak berbalas. Saat aku hadir memenuhi hatimu, menjadi benih
cinta. Engkau jadikan aku harapan. Engkau jadikan aku sebuah kerhormatan
dimatamu. Engkau gantung dan sematkan cinta yang berhiasan kerhormatan di
diriku.
Ibu, hari ini aku adalah
kerhormatanmu. Aku bertanggungjawab menjaga nama baikmu. Aku lah yang akan
membuatmu tetap dihargai dan dihormati orang-orang dan rabb-mu.
Dengan bangga aku mengatakan aku
adalah anak pertamamu.
Telah menjadi tekadku akan membuat
bahagia dan bangga dunia akhirat ibu.
Semoga nafas
Engaku adalah hatiku, engkau adalah
jiwaku sungguh apa yang dapat ku lakukan bila aku tanpamu wahai ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar