Ngak
Hanya sekedaran Bro…
“Kuliah
ngak hanya sekedar ngampus, dan ngampus ngak hanya sekedar kuliah”
Punya
status sebagai seorang mahasiswa memang terdengar keren, apalagi jika dalam
suatu kesempatan hanya kita yang dilingkungan tempat tinggal bisa diterima dan
melanjutkan kuliah diperguruan tinggi. Tentu akan menjadi perbincangan yang
menyenangkan dan enak didengar kala orang-orang merasa salut dan bangga dengan
kita yang bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi, apalagi kalau bisa
kuliah di universitas ternama dengan jurusan yang ngak kalah hebatnya bagi
sebagian orang, kedokteran kali yah. Dan yang lebih membanggakan lagi,
guru-guru di sekolahpun akan terut bangga serta tiada henti-hentinya
membeicarakan kita di kelas ataupun saat amanat Pembina upacara bendara tengah
berlangsung, menyenangkan bukan? Coba
tebak, siapa yang ngak banggakan?
Tapi,
sungguh disayangkan. Paradigma dan presepsi yang terbangun di kalangan
masyarakat dan mahasiswa itu sendiri memang terdengar aneh dan agak bertolak
belakang adanya. Anggapan mahasiswa yang tamat cepat dengan prestasi yang
prestisius pasti selalu menjadi idaman dan kebanggan kedua orangtua serat
mahasiswa itu sendiri. Namun, sayang sekali mahasiswa yang tipe seperti ini
biasanya terlalu sibuk dengan perkuliah dan nilai-nilai akademiknya. Hingga ia
lupa dengan persoalan yang perlu menjadi perhatiannya. Begitu juga, anggapan
mahasiswa ataupun orangtua bahwa anaknya yang lama tamat dan diwisuda karena
kebanyakan main-main serta tidak serius kuliah. Hanya sibuk dengan kegiatan
organisasi di kampus hingga menghambat tujuan sebenarnya kenapa ia kuliah.
Tetap
saja, kita tidak memungkiri jika isu demikian berkembang dan hadir dalam
paradigma masyarakat. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa. Setiap individu punya
pilihan hidupnya masing-masing. Pilihan yang ia pilih dan ia yakini bahwa suatu
saat akan membawa kebermanfaatan dan pengaruh, baik itu untuk dirinya dan juga
orang-orang disekelilingnya. Perlu kita
ketahui, antara mahasiswa yang fokus dengan studinya dan fokus dengan kegiatan
organisasi serta pengembangan dirinya di kampus tentu saja itu sudah menjadi orienstasi,
visi dan pilihannya sendiri. Hanya saja, akan jauh lebih jika mahasiswa dapat
mengimbangi keduanya. Fokus dengan studi dan juga aktif dalam kegiatan
pengembangan diri di Unit Kegiatan Kampus.
Tri Darma Perguruan Tinggi
Lucunya,
banyak sekali mahasiswa yang tidak tahu bahkan ingat apa itu Tri Darma Perguruan Tinggi. Terlebih
bagi mahasiswa-mahasiwa yang sudah di ambang pintu gerbang kampus, yakni yang
akan segera kembali dan berkiprah di tengah masyarakat.
Sebelum
kita beranjak ke Tri Darma Perguruan
Tinggi, mahasiswa identik dengan Agent
of Change, ya… singkatnya agen atau generasi perubahan atau yang lebih
sering di kenal generasi pembaharu yang diharapkan dapat memberikan pembaharuan
atau perubahan baik untuk daerah, dan negara secara lebih luas, yakni
Indonesia. Nah…ketika kita sudah duduk dan memiliki status sebagai seorang
mahasiswa, maka sudah tertanam di dalam tekad dan diri kita. Bahwa kita adalah
generasi perubahan, generasi pembaharuan yang akan memberikan warna baru bagi
Indonesia di masa yang akan datang. Kita akan turut serta mengisi dan
melanjutkan harapan-harapan para pendahulu yang telah memperjuangkan
kemerdekaan negeri ini, kita akan melanjutkan estapet founding Father yang telah merumuska berdirinya negera ini.
Tri Darma Perguruan Tinggi terdiri
atas tiga bentuk pengabdian atau aktivitas yang akan menjadi kegiatan serta
rutintas kita, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga darma
tersebut harus melekat dan menjadi jati diri kita ketika kita menjalani
aktivitas di kampus. Pertama, yakni
pendidikan. Bukankan kita jauh-jauh dari kampung atau rumah menuju universitas,
kita ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya. Tekad untuk
menempuh pendidikan sudah menjadi tekad dan harapan ketika kita memutuskan
untuk kuliah di perguruan tinggi. Maka, sudah seharusnya kita menempuh
pendidikan dengan sebaik-baiknya, baik pendidikan itu bagi diri kita sendiri
dan juga orang lain.
Kedua,
yakni penelitian. Sejauh ini, yang kita tahu mengenai penelitian yakni tugas
akhir atau skripsi yang kita kerjakan sebagai pra syarat untuk bisa lulus dan
diwisuda dari universitas. Selama kurang lebih 4 (empat) tahun kuliah, kita
hanya satu kali melakukan penelitian dan itupun pra syarat untuk di wisuda.
Ntah, bagaimana pengaruh dan kebermanfaatan penelitian itu, baik diri sendiri,
universitas dan juga masyarakat. Kadangkala penelitian yang dilakukan tidak
memiliki kebermanfaat secara luas, hanya formalitas yang tiada berkejelasan.
Sebaiknya, ketika menjalani kuliah di universitas, kita sibuk dengan
kegiatan-kegiatan kepenulisan, baik itu karya ilmiah dan juga penelitian. Hal
ini guna, untuk memberikan sumbangsih ide dan pemikiran kita terhadap sebuah
persoalan yang perlu ada solusi dan penyelesaiannya secara cepat dan jelas.
Ketiga, yakni
pengabdian masyarakat. Sungguh sangat disayangkan sekali, jika selama kuliah
masih ada mahasiswa yabg belum pernah melakukan atau mengikuti kegiatan pengabdian
masyarakat. Kegiatan guna memberikan pemahaman, informasi, dan pengetahuan
kepada masyarakat mengenai sesuatu permasalahan. Kegiatan ini bisa berupa
sosialisasi, penyuluhan dan juga dapat berupa pelatihan. Kegiatan pengabdian
masyarakat diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan juga kesejahteraan
masyarakat, bisa berupa penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, pengelolahan
usaha, kegiatan pertanian dan lain sebagainya yang berguna dan bermanfaat bagi
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar