setting

My Story : ARDILES: NGAK HANYA SEKEDAR BRO

NGAK HANYA SEKEDAR BRO



Ngak Hanya sekedaran Bro…
“Kuliah ngak hanya sekedar ngampus, dan ngampus ngak hanya sekedar kuliah”

Punya status sebagai seorang mahasiswa memang terdengar keren, apalagi jika dalam suatu kesempatan hanya kita yang dilingkungan tempat tinggal bisa diterima dan melanjutkan kuliah diperguruan tinggi. Tentu akan menjadi perbincangan yang menyenangkan dan enak didengar kala orang-orang merasa salut dan bangga dengan kita yang bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi, apalagi kalau bisa kuliah di universitas ternama dengan jurusan yang ngak kalah hebatnya bagi sebagian orang, kedokteran kali yah. Dan yang lebih membanggakan lagi, guru-guru di sekolahpun akan terut bangga serta tiada henti-hentinya membeicarakan kita di kelas ataupun saat amanat Pembina upacara bendara tengah berlangsung, menyenangkan bukan? Coba  tebak, siapa yang ngak banggakan?
Tapi, sungguh disayangkan. Paradigma dan presepsi yang terbangun di kalangan masyarakat dan mahasiswa itu sendiri memang terdengar aneh dan agak bertolak belakang adanya. Anggapan mahasiswa yang tamat cepat dengan prestasi yang prestisius pasti selalu menjadi idaman dan kebanggan kedua orangtua serat mahasiswa itu sendiri. Namun, sayang sekali mahasiswa yang tipe seperti ini biasanya terlalu sibuk dengan perkuliah dan nilai-nilai akademiknya. Hingga ia lupa dengan persoalan yang perlu menjadi perhatiannya. Begitu juga, anggapan mahasiswa ataupun orangtua bahwa anaknya yang lama tamat dan diwisuda karena kebanyakan main-main serta tidak serius kuliah. Hanya sibuk dengan kegiatan organisasi di kampus hingga menghambat tujuan sebenarnya kenapa ia kuliah.
Tetap saja, kita tidak memungkiri jika isu demikian berkembang dan hadir dalam paradigma masyarakat. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa. Setiap individu punya pilihan hidupnya masing-masing. Pilihan yang ia pilih dan ia yakini bahwa suatu saat akan membawa kebermanfaatan dan pengaruh, baik itu untuk dirinya dan juga orang-orang disekelilingnya.  Perlu kita ketahui, antara mahasiswa yang fokus dengan studinya dan fokus dengan kegiatan organisasi serta pengembangan dirinya di kampus tentu saja itu sudah menjadi orienstasi, visi dan pilihannya sendiri. Hanya saja, akan jauh lebih jika mahasiswa dapat mengimbangi keduanya. Fokus dengan studi dan juga aktif dalam kegiatan pengembangan diri di Unit Kegiatan Kampus.
Tri Darma Perguruan Tinggi
Lucunya, banyak sekali mahasiswa yang tidak tahu bahkan ingat apa itu Tri Darma Perguruan Tinggi. Terlebih bagi mahasiswa-mahasiwa yang sudah di ambang pintu gerbang kampus, yakni yang akan segera kembali dan berkiprah di tengah masyarakat.
Sebelum kita beranjak ke Tri Darma Perguruan Tinggi, mahasiswa identik dengan Agent of Change, ya… singkatnya agen atau generasi perubahan atau yang lebih sering di kenal generasi pembaharu yang diharapkan dapat memberikan pembaharuan atau perubahan baik untuk daerah, dan negara secara lebih luas, yakni Indonesia. Nah…ketika kita sudah duduk dan memiliki status sebagai seorang mahasiswa, maka sudah tertanam di dalam tekad dan diri kita. Bahwa kita adalah generasi perubahan, generasi pembaharuan yang akan memberikan warna baru bagi Indonesia di masa yang akan datang. Kita akan turut serta mengisi dan melanjutkan harapan-harapan para pendahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, kita akan melanjutkan estapet founding Father yang telah merumuska berdirinya negera ini.
Tri Darma Perguruan Tinggi terdiri atas tiga bentuk pengabdian atau aktivitas yang akan menjadi kegiatan serta rutintas kita, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga darma tersebut harus melekat dan menjadi jati diri kita ketika kita menjalani aktivitas di kampus. Pertama, yakni pendidikan. Bukankan kita jauh-jauh dari kampung atau rumah menuju universitas, kita ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya. Tekad untuk menempuh pendidikan sudah menjadi tekad dan harapan ketika kita memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi. Maka, sudah seharusnya kita menempuh pendidikan dengan sebaik-baiknya, baik pendidikan itu bagi diri kita sendiri dan juga orang lain.
Kedua, yakni penelitian. Sejauh ini, yang kita tahu mengenai penelitian yakni tugas akhir atau skripsi yang kita kerjakan sebagai pra syarat untuk bisa lulus dan diwisuda dari universitas. Selama kurang lebih 4 (empat) tahun kuliah, kita hanya satu kali melakukan penelitian dan itupun pra syarat untuk di wisuda. Ntah, bagaimana pengaruh dan kebermanfaatan penelitian itu, baik diri sendiri, universitas dan juga masyarakat. Kadangkala penelitian yang dilakukan tidak memiliki kebermanfaat secara luas, hanya formalitas yang tiada berkejelasan. Sebaiknya, ketika menjalani kuliah di universitas, kita sibuk dengan kegiatan-kegiatan kepenulisan, baik itu karya ilmiah dan juga penelitian. Hal ini guna, untuk memberikan sumbangsih ide dan pemikiran kita terhadap sebuah persoalan yang perlu ada solusi dan penyelesaiannya secara cepat dan jelas.
Ketiga, yakni pengabdian masyarakat. Sungguh sangat disayangkan sekali, jika selama kuliah masih ada mahasiswa yabg belum pernah melakukan atau mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan guna memberikan pemahaman, informasi, dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai sesuatu permasalahan. Kegiatan ini bisa berupa sosialisasi, penyuluhan dan juga dapat berupa pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan juga kesejahteraan masyarakat, bisa berupa penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, pengelolahan usaha, kegiatan pertanian dan lain sebagainya yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai