setting

My Story : ARDILES: PATRIOTIK : FRIENDSHIP TO JANNAH

PATRIOTIK : FRIENDSHIP TO JANNAH



Potriotik (Pelapor) : Friendship To Jannah

“Barang siapa menunjukan seseorang kepada suatu kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya ( Riwata Muslim dan lainnya)”.
Marilah kita simak kisah singkat sebuah persahabatan yang berakhir dialtar kemanangan hakiki, dalam kemulian dan cintanya Allah, dalam masa yang telah dijanjikan. Tempat dimana kehidupan sesungguhnya bermula, dan disanalah tempat kembali yang abadi, Jannah. Dalam sebuah riwayat diuraikan kisah tentang perjalanan seorang sahabat. Mereka bersahabat dari kecil, melakukan banyak hal bersama, sampai suatu masa mereka harus berpisah. Salah satu dari keduanya pergi ke kota lainnya. Maka tinggalah yang satunya dikampung halamannya. Seiring berjalannya waktu, mereka tumbuh dan dewasa. Tibalah hasarat dan keinginan untuk bertemu setelah sekian lama berpisah. Laki-laki satunya yang tadinya telah lama menetap diluar kota kelahirannya, akhirnya pulang kampung. Rindu berjumpa sanak dan saudara, bahkan teramat ingin sekali berjumpa dengan sahabat-sahabat sepermainan semasa kecil, di padang rumput nan luas. Namun, kini ia telah berbeda, jauh sangat berbeda dengan penampilannya di masa lalu. Berjumpalah ia dengan sahabat karibnya. Bertemu, bertegur sapa, mengulas dan kembali membuka lembara masa lalu nan indah, masa kecil, masa-masa bermain dan melakukan banyak hal yang seru dan mengesankan. Sampailah diujung pembicaraan, arah anginpun berubah dan tak terasa arah pembicaraanpun berubah. Tujuan sebenarnya ia datang mengunjungi sahabatnya ingin menyampaikan sebuah kebenaran, mengajak sahabatnya menuai jalan yang lurus yang telah terhunus kuat dihatinya. Ia ingin melaporkan apa yang telah ia jalani dan pelajari, ia tumbuh dalam wawasan Islam, memiliki visi dan memiliki tekad yang kuat. Ia sampaikan kepada sahabatnya semua amalan, semua tentang petunjuk hakiki menuai jalan yang lurus. Sampai tibalah waktu mereka berpisah, hingga bertahun lamanya. Dan tak beberapa lama kemudian sang penyeru atau patriotik bermimpi, ia berjumpa dengan sahabat yang ia dakwahi. Dalam mimpinya sang sahabat menyampaikan khabar bahwa ia telah meninggal dunia. Ia hadir ke dalam mimpinya ingin menyampaikan khabar gembira, bahwa Allah telah memenuhi janjinya, yakni surga yang Allah janjikan bagi hamba-hamba-Nya. Sang sahabatpun menyampaikan, bahwa tidak lama lagi ia (potriotik/petunjuk) juga akan meninggal dunia, menyusulnya. Dan ia telah memohonkan kepad Allah swt untuk memasukannya juga ke dalam surga yang sama dengannya. Sang sahabatpun mengadu kepada Allah, bahwa apa yang telah ia lakukan di dunia dan apa yang ia tuai adalah berkat seruan atau petunjuk yang telah sahabatnya sampaikan. Ternyata benar, setelah beberapa hari kemudia sang patriotik tadi meninggal. Dan meraka Allah pertemukan di dalam jannah-Nya, mereka bersahabat sampai ke surga. Sungguh saat sang patriotik mulai bergerak, maka ia mulai menyeruh kepada kerabat dan sahabatnya. Dalam kisah tersebut, hikmah yang luar biasa. Ketika sang patriotik menyampaikan kebenaran kepada sahabatnya. Namun diluar dugaannya. Ternyata sahabatnya tadi yang ia seruh, bertobat bahkan beribadah jauh melebihi apa yang di lakukan sang patriotik. Sahabatnya lebih dahulu mendapati janji Rabb-Nya.
Begitulah hikmah menjadi seorang patriotik atau pelapor. Seperti sabda Nabi “Sampaikanlah walau satu ayat”, apabila kita menyampaikan satu kebaikan, dan orang yang kita ajak untuk berbuat kebaikan tersebut melakukan kebaikan yang kita serukan maka kita akan mendapatkan dua kebaikan  (pahala). Satu pahala dari perbuatan baik yang kita kerjakan, dan satu kebaikan (pahala) yang sama dengan orang yang kita seruh. Subhanallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai