Pages

Jumat, 12 Desember 2014

PATRIOTIK (KEPELAPORAN) : PENYERU



PATRIOTIK (KEPELAPORAN) :  PENYERU

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata “sesungguhnya aku termasuk orang-orang  yang berserah diri” (QS. Fushshilat :33)”
Menarik sekali berbicara mengenai patriotik atau pelapor atau penyeru. Seperti yang diutarakan Arya Sandhiyuda (Renovasi Dakwah Kampus) Istilah “patriotik kami sematkan di dada para pemuda Islam yang tak membusung di hadapan manusia, namun juga tak sujud di hadapan monopoli sistem jumud dunia. Ia adalah pembelajar sejati yang sangat mengerti bagaimana menghargai fitrahnya yang heroik, inovasinya yang bebas hingga tak pernah menjadikan tradisi sebagai berhala”.
Beranjak dari ayat diatas, Allah swt juga telah menyematkan, bahkan jauh sebelumnya telah mengabadikannya di dalam Al –Qur an. Sang patriotik atau sang pelapor adalah insan yang menyadari perannya, ia menyadari siapa dirinya bahkan lebih jauh ia menyadari siapa Tuhannya dan mengapa ia diciptakan. Ia yakin dengan kebenaran islam sebagai agama yang membawa rahmat, sebagai petunjuk dan sebagai jalan menuju pembebasan dari tirai-tirai kejahiliyaan. Seorang patriotik sejati hanya rela mengabdi kepada Allah, meneruskan risalah dakwah yang telah Rasulullah syiarkan untuk umat manusia.
“Patriotik paling asasi ada pada kepelaporan identitas keislaman dan afiliasinya terhadap warisan keilmuan islam” sambung ustad Arya. Dalam pembahasan ini, untuk menjadi seorang patriotik atau pelapor haruslah di dasari atas basis keilmuan Islam, dimana basis ini akan menjadi pondasi dalam pola pikir dan pergerakan dakwah kampus ke depannya, namun tetap saja ini persoalan klasik yang selalu saja berputar-putar dan terulang setiap generasinya. Persoalan wawasan menjadi prihal nomor dua bahkan sering diabaikan dan dikesampingkan. Kita sibuk dengan kerja-kerja dakwah yang kadang tidak menjadi ranah kita. Terlebih lagi kita sering disibukkan dengan agenda-agenda yang banyak membuang-buang waktu dan tenaga.
Para patriotik adalah mereka yang menjadi patriot dimedan pertempuran. Meraka berdiri digaris terdepan menyuarakan kebenaran, mereka yang dengan suara lantang menolak pembodohan, dan merekalah yang menyeru kehidupan yang adil dan sejahterah ditengah-tengah masyarakat modern seperti masa ini. Mereka berjalan dengan peran dan karakter keislaman yang baik, memiliki pola pikir dan pemahaman yang luas, tegas dan lugas. Merakalah para pembawa bendara Islam, mengibarkan disetiap almamater, menyerukan kebenaran dialtar-altar dan panggung sosial, berbicara dengan wibawa dan pahaman keislaman di dalam podium-podium  dakwah, mencerdaskan bahkan menyisihkan dan tetap menebarkan kebenaran di tengah perang pemikiran yang kalut dalam pembodohan zaman ini. Baginilah kita seharusnya, kita menjadi patriotik-patriotik disetiap sudut-sudut kampus, bahkan menjadi pencerah disetiap dilorong-lorong kampus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar