setting

My Story : ARDILES: PROLOG

PROLOG



PROLOG
“No Sorry, No Thanks”
Telat Wisuda…..
Teruntuk, Amak dan Abak
Sedih rasanya, ketika teman-teman yang dahalu sering bermain dan berkunjung ke rumah kini sudah wisuda. Sedih lebih kepada apa yang kini ada dipikiran dan hati kedua orang. Amak, abak, Bunda, ayah, Amah, Apah dan semuanya. Maafkanlah jika kami telat mempersembahkan hari dimana kami berhasil memperoleh gelar sarjana. Kami tahun, kami adalah harapan pertama yang akan menghiasi dinding rumah mungil kita dengan bingkai foto yang berisi potret wisuda. Tapi, apalah daya, tak kuasa mengatakannya kepada amak dan abak. Anakmu belum juga wisuda, sedangkan teman-teman kami yang dulu selalu memperoleh juara setalah kami kini telah melalang buana menenteng ijazah mencari kerja.
Sedih rasanya, ketika tetangga-tetangga terus saja bertanya kepada ayah dan bunda, “kapan anakmu wisuda?”. Hanya senyum getir dan tertahan yang tersirat diwajah ayah dan bunda.
Sedih rasanya, ketika kami yang menjadi harapan dan cahaya kebenggaan keluarga belum juga lekas wisuda. Tentu saja kami mengerti, kami memahami kegundahan dan keraguan hati amak dan abak. Kami tahun, pasti ada tanda Tanya dihati dan benak amak-abak “apakah anakku benar-benar kuliah? Apa saja yang ia lakukan di kampus? Yang lain sudah wisuda, tapi apa pula yang diperbuat anakku dikampus”. Tentu saja ada pertanyaan demikian. Tapi, percayalah kami tetap akan menjadi anak terbaik dan menjadi kebanggaan amak, abak, bunda dan juga ayah. Percayalah, sama halnya kepercayaan yang telah diberikan kepada kamii saat masa-masa sulit untuk melangkah kuliah karena segala keterbatasan yang kita punya, hingga Allah limpahkan keberkahan dari langitnya. Percayalah kami tetap akan diwisuda, In shaa Allah. Amin

Empat jempol untuk Pak SBY
Sebelumnya, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Maafkanlah jika kami belum juga wisuda hingga detik ini. Semester IX (Sembilan) sudah kami sampai saat ini. Kami sudah makan uang subsidi yang begitu besar, makan uang pajak yang telah diberikan masyarakat. Diberikan beasiswa untuk segera berbuat untuk masyarakat. Tapi, sayangnya kami masih duduk dan berkeliaran juga di kampus. Maafkalah kami masyarakat Indonesia, maafkan. In Shaa Allah kami akan berbuat untuk Indonesia yang lebih baik. Doakah yah…..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai