Pages

Senin, 15 Desember 2014

SAHABATKU



SAHABATKU

Dua tiga kapal berlayar di samudra., ayo sahabatku kita bergembira. Bermain bernyayi bersama menikmati indahnya dunia. 
Karena Sahabat untuk selamanya, bersama untuk selamanya.
Engkau dan aku sahabat untuk selamanya setia.
Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renag kita ketepian, kita berbeda untuk saling mengisi segala kekurangan.
Kita menjadi Sahabat, untuk selamanya atasi semua perbedaan, engkau dan aku sahabat untuk selamanya. Selama-lamanya setia.
Ayo kita  berlari bersama, tak ada laut yang terlalu dalam untuk diselami
Sahabat untuk selamanya bersama, untuk selamanya engkau dan aku sahabat untuk selamnaya.
Sahabat untuk selamanya berbagi, untuk selalu berbagi.
Kita selalu sahabat, selama-lamanya sahabat. Setia

Oh sahabat, betapa indaahnya memiliki kalian. Sungguh sebuah scenario yang telah Allah garis dan tetapkan dalam kitab yang nyata, sehingga kita bersahabat, bersama, bersama bahkan untuk selamanya.

Sahabat, lama sudah perjalan mencari arti sebuah ikatan. Ntahkah ikatan itulah yang kini menautkan hati, bahkan kerinduan akan kalian. Atau sederhana saja cukup kata sahabat yang kini telah membuat pertalian hati yang begitu dalam, bahkan hanyut sedalam-dalamnya. 

Satu persatu dari kalian memiliki cerita tersendiri bagiku, memiliki kisah yang tak akan pernah dapat diulang dan kisah yang mungkin tak terjadi atau sama persis dengan orang lain alami. Jika boleh diibaratkan aku hanyalah bagian terkecil dan bahkan tak pernah Nampak dari kerumbunan karang ditengah lautan. Di mana kalian begitu tegar dan kokoh mengarungi dan menahan derasnya hantaman ombak. Kalian begitu luar biasa hingga mampu bertahan dalam kisah sedih dan sendu kalian dan kalian memiliki tangis dan cerita duka tersendiri.
Tapi, kalian selalu hadir menjaga diri. Menjaga diri yang ibarat  butiran-butirn pasir di tepian pantai. Kalian selalu menjaga bahkan melindungiku. Bahkan dari apapun. Baik dari orang yang memojokkanku, menghinaku, mengkerdilkan bahkan memusuhiku.
Tak pernah kalian biarkan aku sendiri, bahkan saat orang lain menyakitiku, bahkan saat orang lain berprsangka buruku terhadapku. Tak pernah sedikitpun kalian ikut merendahkan bahkan menyalahkanku.
Tak pernah, kalian biarkan aku sendiri, tak pernah kalian biarkan aku menghadapi masalahku sendiri. Bahkan disaat orang lain ingin melukai dan memusuhiku.
Sungguh masih teringat jelas, sejuta kebaikan kalian. Sungguh hanya kalian yang mampu marah dan mengungkapkan kekesalanku.

Aku ingat, di saat yadhi menemaniku dalam keterpurukan bahkan dalam tangisku, menemani dan bahkan selalu mau mendengarkan ceritaku. Hanya dia yang teramat paham apa yang ku rasa dan alami. Bahkan disaat ada orang yang ingin mengeroyokku berame-rame, hanya dia seorang yang menemaniku. Masih ku ingat jelas ketika sebilah pisau dihadapkan ke wajah dan keperutku. Saat itu beliau begitu marah, bahkan matanya memerah. Sungguh kau begitu luar biasa.
Aku ingat, seorang laki-laki dengan senyum manis yang begitu menawan jika ia tersenyum dengan lekukan dua lesung pipit diwajahnya. Menebarkan kemanisannya lewat wajahnya yang hitam manis sungguh memikat. Sungguh wanita mana yang tak suka melihat wajahnya, akupun sebagai sahabatnya begitu senang jika berjalan dan berpergian dengannya. Sungguh tak pernah ku lupa. Beliaulah sahabatku yang tak pernah meninggalkanku. Bahkan tak pernah membiarkan ku sendiri, sahabat yang selalu mengajakku kemanapun ia pergi. Bahkan pergi ke sekolah beliau dengan senaghati selalu mengantar dan menjemput laki-laki yang sederhana dan menyedihkan ini. Walau beliau teramat sibuk, dan beberapa kali kena tilang dengan motor Honda grandnya. Beliau selalu dengan ikhlas dan pernah bosan membantuku. Terima kasih sahabatku yang baik hati.
Aku ingat, seorang laki-laki yang selalu pulang sekolah berjalan kaki denganku. Laki-laki yang selalu menangis olehku. Namun, untuk saat ini aku tak akan pernah berani menyentuhnya lagi. Kini ia telah tumbuh gagah dan begitu berwibawa dengan stelan dinas tentaranya. Sahabat yang selalu tersisihkan dan sahabat yang sama-sama hidup dalam kesederhanaan dan kekurangan. Sama-sama anak pertama dan harus berjuang demi sekolah dan adik-adik.  Laki-laki yang seringkali tertidur dalam kelelahan panjangnya. Laki-laki yang begitu kuat dan begitu laur biasa, bahkan teramat luar biasa. Kami mengarungi keterbatasan demi mimpi-mimpi yang ingin kami raih. Mengrungi dunia, menginjakan kaki di negeri sakura dan aku menginjakan kaki di tanah kelahiran pangeran Williams. Sunggub jika menggingat betapa kami berjuang untuk jadi yang terbaik masa-masa sekolah, maka tak akan pernah kalian akan paham betapa menyedihkannya hidup kami, betapa hinanya kami dimata orang lain. Dan betapa kami tak ada arti bagi orang-orang yang hidup dalam kecukupan dan kemapana. Sungguh hanya sahabat-sahabat kamilah yang mampu membuat kami bertahan, membuat kami dapat menorah apa yang ingin kami lukiskan dalam cerita hidup kami. Sungguh sahabatku kalian adalah kanvas lukis kehidupan kami yang begitu berharga.
Aku ingat, satu lagi laki-laki cengeng, laki-laki yang bertubuh subur dan hidup dalam serba kecukupan, hidup sebagai anak sulung. Begitu disayang dan begitu dimanja. Dan akupun seringkali membuatnya menangis, namun kini aku tak akan pernah mampu menyentuhnya. Kini ia telah tumbuh menjadi laki-laki yang tinggi dan begitu keren, bahkan teramat gagah dengan perawakannya yang manis dan ganteng. Sahabat terbaikku, sahabat yang selalu datang menjemputku kemanapun ia pergi kegubukku yang menyedihkan dengan mobil atau kendaraannya yang mewah, sahabat yang selalu meminta pendapatku tentang apa saja kecuali pelajaran, keuangan dan teknologi, karena untuk ketiga itu beliau sungguh sangat mahir. Namun untuk lain dari itu, beliau selalu melibatkanku, ntahkah itu cinta atau yang lainnya. Masih ku ingat saat tangis dan kesedihanku buncah, saat hatiku begitu sakit dan saat aku menangis dalam keterpurukan. Beliau adalah salah satu yang memelukku dengan erat, bahkan ia teramat marah. Ia yang bersikeras ingin memekul bahkan menghajar  laki-laki yang telah membuat bersedih dan menangis. Tak pernah ku sangka, laki-laki yang selalu saja izin dan berpamitan dengan orangtuanya mengatasnamakanku saat itu memelukku dan begitu marah ingin menghajar orang tersebut. Sungguh sahabatku ini berhati manja.
Aku ingat, ingat laki-laki kecil yang begitu suka membaca. Begitu sering membawakanku bunga mawar marah, ntah bunga darimana ia dapat. Tapi, tetap saja laki-laki ini tak pernah tak membawakanku bunga mawar merah atau putih. Sahabat special, dan sahabat limited edition. Sahabat yang begitu dapat menghibur yang lainnya, walau ia harus berbohong untuk menyenangi temannya, sahabat yang akan melakukan apa saja untuk sahabatnya. Sahabat. Yang selalu saja patah hati dan tak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan, namun begitu tegas dan teguh dengan keterbatasannya. Sahabat berjiwa besar.

Aku ingat, laki-laki putih keturunan cina yang begitu gagah dan begitu banyak pengemarnya. Begitu banyak yang menyukainnya. Bahkan laki-laki ini  begitu menghormati kami, teman yang begitu baik, bahkan teramat baik. Sahabat yang tak pernah mengganggap rendah dan remah terhadap kami, sahabat yang begitu berjiwa besar dan selalu menghormati kami, bahkan jika kami berpuasa, belaiu iktu berpuasa, bahkan disaat tiba waktu shalat ia menggingatkan. Cina keturunan, yang hidup dalam serba kecukupan, namun tak pernah memilih-milih teman. Selalu saja tersenyum. Sungguh begitu banyak yang menyukainnya. Terang saja, membuatku ikut terkanal jika pergi berkeliling duduk diatas motor bersamanya, belaiu yang banyak dikagumi banyak wanita cantik dan memiliki teman-teman yang luar biasa, membuatku ikut dikenal jika berpergian bersamanya. Sahabat paling keren dan memiliki senyum menawan.

Aku ingat, laki-laki yang selaalu eksis dan begitu sabar, begitu ceria dan begitu kreatif. Sahabat satu ini selalu saja mebuatku tercengang, bahkan terkaget-kaget. Laki-laki yang bertekad baja dan berhati luar biasa ini. Selalu memiliki cerita yang tak pernah membuat percaya, bahwa ia telah melakukan hal-hal luar biasa. Sungguh, laki-laki perebut dan pecinta gila ini. Salah satu orang yang teramat membuatku kesal, dan tidak suka. Namun seiring waktu, kebersamaan dan kelapangan hatinya akupun bisa mengenalnya dengan baik, begitu menghormatiku bahkan begitu mengukuhkan mimpi dan harapanku. Selalu menyokong bahkan menyemangatiku dalam sehala hal apapun. Tak pernah menjatuhkan bahkan mematahkan impianku. Bahkan tak pernah menghancurkan cintaku, namun beliaulah membuka mata hati dan menyadarkanku. Beliaulah yang telah mengusik keterpurukankan, mengubahnya menjadi perjalanan dan cerita yang begitu mengharukan. Tak pernah marah dan tak pernah membuatku kecewa. Sahabat yang begitu menginspirasi.
;n,,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar