Sukses
“lebih baik menjadi nomor satu buat diri
sendiri, daripada menjadi nomor dua di bawah bayang-bayang sukses orang lain”
dari The Way to Win by Solikhin Abu
Azzuddin”
Hidup
dibawah bayang-bayang orang laing memanglah tidak menyenangkan. Apalagi jika
kita selalu dibanding-bandingkan dan setiap kesuksesan kita selalu
disebut-sebut karena seseorang atau atas bantuan orang lain. Pabila hal itu
terjadi, serasa pukulan telak mendarat dikedua pipi, seakan harga diri kita
tiada artinya.
Bagaiman
tidak berkenan, pabila kesuksesan yang kita capai dan raih disebut-sebut karena
bantuan dan campur tangan orang lain. Walaupun demikian adanya, alangkah
sedihnya rasanya jika hal itu disebut-sebut dan disebarluaskan kelayak umum.
Namun, hal
itu wajar jika terjadi dalam hidup. Kita hanya perlu menjalaninya, menerima
dengan segala keikhlasan dan penuh kesabaran. Maka, sudah sepatutnya kita harus
mandiri, bergegas meraih kesuksesan atas usaha dan kerja keras diri sendiri.
Jikapun kita memang membutuhkan bantuan oranglain, akan lebih baik itu menjadi
sebuah hutang yang harus dibalas pada akhirnya. Walaupun pada akhirnya yang
bersangkutan mengikhlaskan, maka sudah menjadi hukum alam dan kewajiban kita
membantu orang lainnya untuk meraih sukses layaknya seperti hang sudah kita
dapat dan raih.
Mau, tidak
mau sejak dini kita ikrarkan pada diri kita. Bahwa kesuksesan itu relative,
semua orang punya tolak ukurnya masing-masing dalam menentuk tolak kesuksesan
yang ingin ia wujud dan capai.
Teman, lebih
baik kita menjadi nomor satu buat diri sendiri daripada harus menjadi nomor dua
dibawah baying-bayang kesuksesan orang lain. Lebih baik kita sukses dijalan
kita sendiri daripada harus menempel dan mencopy paste jalan yang telah
dirintis orang sebelum kita. Hal itu jauh lebih baik. Sekali lagi kita punya
jalan untuk meraih kesuksesan masing, dan kita punya tolak ukur kesuksesan
masing-masing. Ada yang menilai kesuksesan itu dari materi, yakni banyak harta
dan property yang ia miliki. Adapula yang menilai kesuksesan itu dari sisi
kekuasaan, yakni telah menjadi sebuah pemimpin di perusahaan atau telah mejadi
seorang kepala pemerintahan yang memiliki pengaruh besar. Bahkan ada yang
menilai kesuksesan dari sisi kecerdasan dan prestasi akademisi serta gelar.
Semua orang
punya sisi dan sudut pandang tersendiri dalam menilai batas kesuksesan.
Hiduplah untuk sukses, sukses dari sisi kemandirian yang kita miliki, sukses
dalam membagi kebermanfaat dan sukses pula mensukseskan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar