Pages

Rabu, 10 Desember 2014

SUKSES



Sukses

“lebih baik menjadi nomor satu buat diri sendiri, daripada menjadi nomor dua di bawah bayang-bayang sukses orang lain” dari  The Way to Win by Solikhin Abu Azzuddin”

Hidup dibawah bayang-bayang orang laing memanglah tidak menyenangkan. Apalagi jika kita selalu dibanding-bandingkan dan setiap kesuksesan kita selalu disebut-sebut karena seseorang atau atas bantuan orang lain. Pabila hal itu terjadi, serasa pukulan telak mendarat dikedua pipi, seakan harga diri kita tiada artinya.
Bagaiman tidak berkenan, pabila kesuksesan yang kita capai dan raih disebut-sebut karena bantuan dan campur tangan orang lain. Walaupun demikian adanya, alangkah sedihnya rasanya jika hal itu disebut-sebut dan disebarluaskan kelayak umum.
Namun, hal itu wajar jika terjadi dalam hidup. Kita hanya perlu menjalaninya, menerima dengan segala keikhlasan dan penuh kesabaran. Maka, sudah sepatutnya kita harus mandiri, bergegas meraih kesuksesan atas usaha dan kerja keras diri sendiri. Jikapun kita memang membutuhkan bantuan oranglain, akan lebih baik itu menjadi sebuah hutang yang harus dibalas pada akhirnya. Walaupun pada akhirnya yang bersangkutan mengikhlaskan, maka sudah menjadi hukum alam dan kewajiban kita membantu orang lainnya untuk meraih sukses layaknya seperti hang sudah kita dapat dan raih.
Mau, tidak mau sejak dini kita ikrarkan pada diri kita. Bahwa kesuksesan itu relative, semua orang punya tolak ukurnya masing-masing dalam menentuk tolak kesuksesan yang ingin ia wujud dan capai.
Teman, lebih baik kita menjadi nomor satu buat diri sendiri daripada harus menjadi nomor dua dibawah baying-bayang kesuksesan orang lain. Lebih baik kita sukses dijalan kita sendiri daripada harus menempel dan mencopy paste jalan yang telah dirintis orang sebelum kita. Hal itu jauh lebih baik. Sekali lagi kita punya jalan untuk meraih kesuksesan masing, dan kita punya tolak ukur kesuksesan masing-masing. Ada yang menilai kesuksesan itu dari materi, yakni banyak harta dan property yang ia miliki. Adapula yang menilai kesuksesan itu dari sisi kekuasaan, yakni telah menjadi sebuah pemimpin di perusahaan atau telah mejadi seorang kepala pemerintahan yang memiliki pengaruh besar. Bahkan ada yang menilai kesuksesan dari sisi kecerdasan dan prestasi akademisi serta gelar.
Semua orang punya sisi dan sudut pandang tersendiri dalam menilai batas kesuksesan. Hiduplah untuk sukses, sukses dari sisi kemandirian yang kita miliki, sukses dalam membagi kebermanfaat dan sukses pula mensukseskan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar