Teruntuk Bidadari
Teruntuk bidadari yang
jauh di sana, diselimut kabut tengelam dalam terang bulan dan pada akhirnya
terlelap bersama gelapnya malam. Dipeluk sang hawa dingin dan malam, jauh tak
terbatas bahkan terlalu banyak dinding untuk menyelinap melihat kerlingan wajah
dan pukau senyummu.
Teruntuk bidadari yang
kian waktu, kian sabar menunggu dalam larutnya malam. Ini pesan cinta yang tak
perlu disampaikan namun cukup ia mengambang hingga ia nanti hanyut dan jatuh
dalam dua dekapan tangan yang senangtiasa menghamba pada Rabb-Nya.
Teruntuk bidadari, yang
kian lembut hatinya dan kian waktu selalu menitikan air mata dalam doa dan
khusyuk ibadahnya. Biarlah waktu terus berlalu, walau malam ini gelap tak
berbintang tetap saja hati dan cinta menjadi lenterah dalam biasnya jalan yang
ditempu.
Teruntuk bidadari, ini pesan cinta
dari jutaan kalimat dan bait yang mungkin hanya hadir dalam syair. Tetap saja,
menggungkapkannya jauh lebih indah dan bermakna ketika hati telah berlabuh.
Teruntuk bidadari, sedang apakah
gerangan engkau dibawah langit sana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar