setting

My Story : ARDILES: TERUNTUK BIDADARI

TERUNTUK BIDADARI



Teruntuk Bidadari
Teruntuk bidadari yang jauh di sana, diselimut kabut tengelam dalam terang bulan dan pada akhirnya terlelap bersama gelapnya malam. Dipeluk sang hawa dingin dan malam, jauh tak terbatas bahkan terlalu banyak dinding untuk menyelinap melihat kerlingan wajah dan pukau senyummu.
Teruntuk bidadari yang kian waktu, kian sabar menunggu dalam larutnya malam. Ini pesan cinta yang tak perlu disampaikan namun cukup ia mengambang hingga ia nanti hanyut dan jatuh dalam dua dekapan tangan yang senangtiasa menghamba pada Rabb-Nya.
Teruntuk bidadari, yang kian lembut hatinya dan kian waktu selalu menitikan air mata dalam doa dan khusyuk ibadahnya. Biarlah waktu terus berlalu, walau malam ini gelap tak berbintang tetap saja hati dan cinta menjadi lenterah dalam biasnya jalan yang ditempu.
Teruntuk bidadari, ini pesan cinta dari jutaan kalimat dan bait yang mungkin hanya hadir dalam syair. Tetap saja, menggungkapkannya jauh lebih indah dan bermakna ketika hati telah berlabuh.
Teruntuk bidadari, sedang apakah gerangan engkau dibawah langit sana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai