Ujian Tak Melemahkanmu
Biarlah, dan biarkanlah hujan turun sekendak yang menurunkan-Nya. Bukankah
ia (hujan) hanya menjalankan perintah Rabb-Nya?
Jika hari ini hujan turun dalam perjalananmu menuju keberkahan, maka
tempuhlah dengan penuh semangat dan kesyukuran. Jika hujan serasa menjadi
penghambat dan melemahkan langkahmu, maka terjang dan laluilah dengan penuh
keyakinan. Bahwa setiap bulir-bulir yang jatuh akan menghapuskan keraguan
hatimu.
Tak perlu bertanya, dan tak perlu engkau bersedih hati. Jika setiap
dalam perjalananmu engkau selalu merasa sendiri. Tak ada yang membantumu dalam
perjuangan, biarlah dan mintalah pertolongan kepada Rabb Yang Pengasih dan Lagi
Bijaksana.
Allah lebih, bukan Allah Maha pengetahui bahkan apa yang ada di dalam hati ini? Begitu juga
dengan hati-hati kita dan hati-hati orang yang mengingkari amanah. Bukankah ini
pernah terjadi dan pernah berlalu. Rasulullahpun pernah dikhianti dan
ditinggalkan takala perang berlangsung, saat mereka merasa ragu dan takut
Rasulullah akan kalah. Mereka berlarian, mereka meninggalkan Rasulullah dan
para sahabat, bahkan meraka kembali kafir. Dan jikapun hari ini engkau dan aku ditinggalkan
dan dibiarkan sendiri menggurus kepentingan-kepentingan dakwah maka sudah
demikian hakikat dan skenario yang Allah gariskan, mereka telah Allah lemahkan
hatinya dan Allah condongkan hatinya untuk kepentingan yang tiada bermanfaat
diakhiratnya.
Kala itu terjadi, jangan biarkan hatimu. Walaupun saudara dan saudarimu
meninggalkanmu. Saat itu terjadi, Allah hanya berusaha menguji dan
menguatkanmu. Jikapun engkau lemah dan bersedih hati, maka bisa jadi engkau merupakan
bagian dari jiwa yang ikutserta terseleksi dan tereliminasi.
Sungguh ujian itu sama sekali tak melemahkanmu, tapi ujian itu datang
untuk menguatkan hati dan langkahmu yah akhy wa ukhty.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar