setting

My Story : ARDILES: Bang One : Karni Ilyas

Bang One : Karni Ilyas

BANG ONE : KARNI ILYAS
By Ardiles

Karni Ilyas-FIM 14 B (Bukittinggi)
Sabtu -1 juni 2013, di Istana Bung Hatta Bukit tinggi. Hari ini, seperti biasa selalu saja mengantuk dan membuatku ingin tidur. Orang yang suka tidur sepertiku pasti akan selalu ketiduran jika mengikuti seminar atau perkuliahan yang membosankan, pembicara yang berbicara mengenai teori dan konspirasi, politik dan kebohongan publik, ekonomi geostrategi dan proses pelaksanaan geopolitik dalam sistem pergerakian dan pertahanan semuannya membosankan. Hanya saja, khusus untuk 4 hari dalam awal bulan juni ini, mataku suit untuk berkedip dan terpejam, walau sesekali membuatku mengentuk. Maka jelas sudah pembicara atau pematerinya masuk dalam katagori membosankan. Materi yang diawali dengan pembiaca ibu Prof. Dr Mutia Hatta, harus digantikan oleh adiknya, Gumala Hatta, begitu juga dengan Bapak Menteri Gumawan Fauzi, diwakilkan oleh staf Kementrian Dalam Negeri. Nah, saat Bapak Tifatul Semering langsung beliau yang menjadi pembicara, sungguh mempesona waktu hampir kurang lebih satu jam tak terasa, mata terpaku, ruang hening senyap ketika beliau berbicara, Gubernur, walikota dan bupati Tanah datarpun hadir, menakjubkan sekali.
Oups, tapi aku tidak akan melanjutkannya. Ada potongan cerita yang ingin pertama ku sampaikan. Salah satu pemateri seminar yang ku ikuti hadirlah sosok laki-laki yang acaranya selalu membuat aku dan Apah berdebat kecil, yang kadang membuat adik-adikku diam dan tertegun dan kadang membuat Amah menjadi geram dan marah karena aku dan Apah tidak mau mengalah. Laki-laki yang sebelumnya tidak aku kenal, dan aku juga tak mau mengenalnya terpaksa juga aku harus mengenalnya karena apah. Apah yang selalu menyebut dan membanggakannya karena ia salah satu orang minangkabau (sumatera Barat).
Dari SMP Apah sering bercerita tentang pengaruh dan kehebatan laki-laki yang kalau berbicara suaranya serak-serak, dan kadang juga terbata. Apa hebatnya orang ini pikirku. Namun, setalah melihat sepak terjang dan mencari tahu semua peran dan trackrecordnya akhirnya aku baru tahu, bahwa laki-laki itu salah satu wartawan senior dan disegani di Indonesia, bahkan laki-laki itu memiliki pengaruh dan kontribusi yang besar dalam dunia berita dan stasiun pertelevisian Indonesia.
Laki-laki yang apah banggakan dan sering ceritakan tentang kehebatannya itu kini hadir di depannku sebagai pemateri, laki-laki yang biasa menjadi big boss dalam acara yang ia buat dan selalu mengundang orang-orang besar dan berpengaruhh di negeri ini dalam acaranya. Seolah-olah dia menjadi orang yang memiiki pengaruh atas mereka. Sebut saja acaranya Indonesia Lawyears Club, yang Ia menjadi presidennya. Siapa yang tidak kenal Bang Karni Ilyas. Hanya orang-orang yang suka nonton sinetron dan misteri-misteri saja yang tidak tahu beliau.
Setelah semua pemateri menyampaikan materinya, dan akhir diberikan kesempatan untuk peserta bertanya, semua teman-teman perserta pada berebut ingin bertanya. Kalian tahu, di acara Forum Indonesia Muda, setiapa peserta hanya akan mendapatkan kesempatan bertanya satu kali saja dalam empat hari itu berlangsung, jika ingin lebih maka harus pandai-pandai (curang dan cerdik... Hehe...)
Setalah mengacungkan jari paling tinggi, aku mendapatkan kesempatan pertama untuk bertanya.
Sudah jelas tentu orang yang pertama aku sapa adalah laki-laki idola yang selalu apah banggakan itu, setalah mengucapkan bismillah, salam, terima kasih. Barulah aku menyapa Bang Karni, dan ku sampaikan kepada beliau bahwa orangtuaku sangat menggagumi beliua, serta ku sampaikan juga bahwa APAHKU, dan AMAHKU titip salam buat beliau, setelah itu barulah aku mengkritik dan menyampaikan pertanyaan kritisku terhadap beliau.
Setelah tiga orang penanya menyampaikan pertanyaannya, tibalah beliau menjawab pertanyaan kami. Pertanyaanku yang pertama di jawab Bang Karni si Presiden Lawyears club TV one, atau bang One tersebut. Namun, sebelum beliau menjawab beliau menanggapi kekagumanku dan Apah terhadap beliau, dan beliau terima salam dari Apah dan Amah, dan beliau titip salam juga buat Apah dan Amah, mendengar hal itu aku hanya tersenyum. Dan tak sabar ingin menghubungi apah pulang. Walau pada akhirnya, aku baru bisa menghubungi apah dan amah setelah di IPDN Baso, dan menyampaikan kejadian pada hari ini. Sekali lagi, karna apah. Acara yang membuat kami selalu berselisih paham dan acara laki-laki yang selalu mebuat kami berdebat. Akhirnya aku dapat menyampaikan salam aku dan Apahh kepada laki-laki yang memiiki konseptor acara tersebut.
Bang Karni Ilyas-Presiden Lawyear Club atau Bang One. Edisi Apah tersayang-laki-laki paling cool seduniaku.

140613, frid 11:03 Pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai