setting

My Story : ARDILES: Menghilanglah

Menghilanglah

MENGHILANGlah

By Ardiles
Begitupun aku, begitu memendam rasa yang teramat dalam. Sungguh tak bertepian jika ia mengalir. Jika ku buka corong baja penutup alirannya, maka ia akan basah mengenangi hatimu yang kian kering. Biarlah aku ada apa adanya, karna cinta lekat di dalam dada.

Andai saja masih kau temukan celah di dalamku mencintaimu, maka kau boleh saja larut dan menutup hati dan perlahan kian  menjauh.

Berlayarlah, bahkan menghilanglah dari perupuk senja di kala gerimis itu engkau hadir membalut luka.

Senja itu, bahkan teremat gelap untuk dinyatakan senja. Saat bias-bias cahaya ditengah kegelapan, di tepian danua yang membentang luas. Kau ucap cinta yang tiada duanya, kau buat hati hidup dalam pengharapan.
Kini senja telah berlalu, waktupun mulai beranjak jauh keperaduan. Kisah cinta telah membeku, menjadi batu kemilau yang dingin dan berembun.

Di kala cinta telah menemukan hakikat pencariannya, maka gigitlah ia dalam-dalam dan jangan pernah lepaskan ia dalam ujung penyesalanmu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai