Menikah atau Pacaran Yah???
MENIKAH ATAU PACARAN YAH ? ? ?
Oleh Audhie Cupu/Ardiles pada
12 Mei 2012 pukul 2:16
(dari pengalaman, kisah dan cerita pribadi serta di alami sendiri)
Selamat menikmati
Ada yang sangat menarik, cerita ini buat
saudari dan saudaraku seiman dan seperjuangan. Begini awalnya. Beberapa hari
yang lalu dan sangat lalu (dulu atau di masa lalu) beberapa temanku bertanya
dan sering cerita bahkan minta pendapatku tentang pacaran. Demi allah aku akui
aku pernah pacaran. Tapi itu terjadi karena ketidak tahuanku dan rendahnya
tingkat ilmu serta agamaku.bahkan aku tak tahu, bagaimana dosa yang ku miliki,
sudah sebesar gunungkah atau sudah sebagian besar tubuhku telah menjadi milik
dari neraka jahanam. Tapi, kini demi allah aku ingin berubah dan memperbaiki
kesalahan yang pernah aku lakukan.
BUAT CEWEK
Maka saat temanku bertanya tentang pacaran aku
hanya diam dan terpaku seribu bahasa. Lain hal, kebanyakan yang bertanya adalah
wanita, belum sempat pertanyaan mereka ajukan aku sudah sangat risih dan merasa
tidak nyaman. Pokoknya dia bercerita dan bertanya persoalan lelaki.
Kemudian dengan santai aku bertanya seperti ini ?
Jika kamu punya pacar mau yang seperti apa?
Dan kalau ingin punya pasangan hidup yang akan jadi cinta dan
penyempurna sebagian agamamu, apakah sama seperti pacar yang pernah kamu
miliki?
Atau kamu mau pacar kamu yang jadi pasangan hidup kamu atau
pasangan hidup kamu yang jadi pacar kamu?
Kamu suka pacar yang pecemburu atau pasangan hidup kamu yang pencemburu?
Kalau kamu udah tahu pacaran itu ngak baik dan di larang,
sebenarnya apa sih yang membuat kamu pacaran?
Apa motivasi terbesar kamu untuk pacaran?
Seberapa besar sih manfaatnya bagi kehidupan kamu pacaran itu?
Itu beberapa mengenai pacaran,
Kemudian masuk ke pertanyaan selanjutnya.
Kamu yakin pacar kamu akan jadi pasangan yang halal bagi kamu?
Seberapa yakin kamu dengan dia, kalau dia lebih mencintai kamu
daripada kamu mencintai dia?
Coba kamu tanya, mana besar cinta dia sama kamu atau sama ibunya?
Mana besar cintanya sama ibu dan bapaknya?
Mana besar cintanya pada allah dan rasulnya?
Mana besar cinta dia sama kamu atau sama adik-adiknya?
(NB: kalau lebih dari 5 deti jawabnya berarti dia ragu dan ngak
tahu memposisikan cintanya,yang parah lagi kalau dia sampai salah jawab)
Kemudian lanjut,
Coba kamu tanya sama pacar kamu, mana jauh perhatian sama ibunya
atau sama kamu?
Mana lebih banyak nanyain kamu udah makan, mandi dan sehat sama
dia nanya kayak gituan sama ibunya?
Mana lebih banyak dia bilang i love you sama kamu atau sama
orangtua dan adik-adiknya?
Atau kamu sebaliknya?
Kalau dia sms kamu sampai 10x sehari coba tanya giman shalat 5x
seharinya?
Kemudian yang terakhir
pertanyaannya
1. seandainya kamu serius sama aku, dan nanti melamar aku dan
mau menikah apa mas kawin yang akan kamu berikan?
(NB: lelaki muslim yang bepegang teguh pada Al Qur'an dan
hadist. dia akan mempersembahkan hafalan ayat suci Al Qur'annnya di saat ijab
qobul ( max 30 jus minimal 1 jus).
kalau mas 1 kg, uang 1 M itu hanya masalah rezeki dan dunia.
dengan kedua itu tidak akan menjamin kebahagian dunia wal akhirat.
yang lebih parahnya di kasih Al Qur an sama seperangkat alat
shalat, ternyata sudah menikah ngak pernah shalat dan Al Qur an di letakan di
atas lemari samapi berdebu di makan rayap)
2. kamu udah siapkan secara lahir dan batin?
3. kamu mampu dan bisakan jadi iman shalat berjamaah di rumah?
4. kamu bisakan mengajarkan kita mengaji dan adzan?
5. kamu bisakan menjaga dan mendidik anak kita agar tidak sampai
pacaran seperti kita?
BUAT COWOK
" ada yang luar biasa, kalau ibu-ibu dan bapak-bapak
sekarang pasti nanya sama teman atau terserahlah calon suami anaknya :
" nak lulusan apa? kerja di mana? jala kaki atau pakai
kendaraan datangnya? kalau boleh tahu punya mobil berapa? udah punya rumah atau
belum? gimana udah ada ada depositokan?"
seandainya kalau jawabnya " BELUM BU/ PAK" belum
rezeki, insya Allah akan di usahakan.
kata kata CAMER "yah udah ngak pa-pa, kalau gitu pulang aja
dulu. kalau usahanya udah tercapai baru datang lagi"
lelaki yah bu " sambil mau minum kopi"
kata ibu, "oh iya kopinya tadi buat bapak, ibu salah
taroh"
lelaki pamit "iya bu, assalamu alaikum"
iya "wassalam jawab perempuannya".
kasihan nasib pemuda zaman sekarang.
tapi kalau CAMER cerdas, beragama, beriman, berpegang teguh pada
Al Qur an dan sunnah, pinter, kaya, berpendidikan, baik hati, suka menabung,
suka menolong, rendah diri.
pasti akan bertanya seperti ini, demi Allah :
"ngak punya mobil, ngak pa-pa, tamat SMA juga ngak pa-pa,
ngak punya tabungan juga ngak pa-pa.
tapi, hafal Al Qur an berapa jus ? bagaiman puasa sunnah? shalat
wajib? shalat sunnah, ibadah puasa wajib? bisa ceramah dan berdoa? bisa
ngajikan ? bisa jadi iman kan? bisa shalat jenazahkan?
bisa kan jadi iman ketika bapak udah meninggalkan?
" Alhamdulillah berkat ibu dan Ayah saya, saya bisa semua
karena Allah pak/Bu/" jawab pemuda.
"nah ini, yah kamu lulus tes tahap pertama" kata
orangtuanya.
Mau pacaran atau menikah, dan kapan mau melamar dan menikah? Tanya
orang tua.
"mau nikah dan akan melamar serta menikah secepatnnya
pak/BU" jawab pemudah buru-buru.
"kamu lulus ujian tahap kedua" saya kasih waktu 3
hari" kata bapanya.
"siap, sanggup" kata pemuda.
"oke kamu lulus jadi calon menantu"
Saya tunggu realisasinya.
"yes, jawab si lelaki"
Tiga hari kemudian meraka menikah dan sekarang hidup bahagia
karena Allah.
Alhamdulillah.
Kalau bingung berarti anda juga masih bingung dengan cinta dan
pasangan anda. Selamat mencoba?
sama aja sih buat cowok dan cewek, tergantung yang memaknai.
(mohon maaf, tidak bermaksud apa-apa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar