PENDAKIAN
PENDAKIAN
By. Ardiles
Berjalan perlahan
dibawah rindangnya pepohanan, mengitari jalan terjal nan curam. Terlempar jauh
menggingat-ingat kisah masa lampau yang telah tertinggal jauh. Berjalan tertatih
mengapai puncak, menembus kabut dan dinginnya hawa gunung dikala malam.
Masa-masa itu telah
berlalu, namun semuanya tetap tersimpan hangat di dalam hati dan ingatanku. Bahkan
masih jelas terlihat bagiku, kala malam menatap indah kerlap-kerlip lampu kota
dari ketinggian 2000 kaki dari permukaan laut.
Semua rasa bercampur
aduk, kisah cintapun hadir dalam nuasan perjalanan malam, menembus setiap
salter dengan nafas dan langkah terseok-seok. Tapi, ini bukan kisah sepasang
hati, ini kisah cinta tentang sebuah langkah dan rasa saling kepercayaan
sahabat.
Langkah telah diayunkan,
rencana jangka panjang harus dilaksanakan. Betapapun letihnya perjalanan namun
ini harus tetap dilalui. Sungguh, tak ada kata berhenti ataupun berbalik
kebelakang.
Bagaimanapun tingginya
gunung kali ini harus didaki, bagaimanapun tebalnya kabut malam dan
bagaimanapun dinginnya hawa gunung dikala malam perjalanan tak boleh berhenti,
tak boleh.
Deru dan hamparan angin
dipuncak jauh lebih kuat, namun pesona dan cita rasa nuansa alam tak kala
mengiurkan dikala pendakian telah ditaklukan.
Tak ada kata menyerah,
walaupun tubuh begitu teramat lelah. Walau seakan tubuh mulai merintih ingin
kembali turun menuju salter paling bawah. Tapi, langkah yang telah diayunkan
harus tetap dilanjutkan bagaimanapun penat menyelinap ke dalam tubuh. Carel kembali
diletakan diatas punggung, ini sudah setengah perjalanan.
Kematian setiap saat
bisa saja datang mengintai dan hadir menghampiri. Ntahlah, kadang tak pernah
dapat diterima akal mengapa pendakian ini harus dilakukan. Bahkan tak jarang
orang-orang datang mencemooh hingga merendahkan. Tapi, tekad tetap harus
diteguhkan, karena perjalanan harus tetap dilanjutkan dan perpisahan itu memang
kadang selalu saja jadi hal yang menakutkan.
Sungguh, masa-masa itu terus
saja hadir. Seakan memanggil-manggilku, dan sungguh Setiap kisah dan masa punya
rasa dan warna indah tersendiri. Begitupun masa-masa ini, satu-persatu hilang
dan berlalu, tertinggal jauh dibelakang.
Begitupun masa-masa
indah dalam nuansa kebersamaan akan lenyap bersama bergantinya waktu. Tetap saja,
setiap masa bahkan setiap kisah yang terlukis dalam perjalanan yang ku tempu
dan lalui, aku berusaha menikmatinya bahkan berusaha ku genggam erat dalam
ingatan dan hatiku setiap potongan ceritanya berusaha ku ingat semampuku,
bahkan sungguh ku nyatakan terlukis indah.
Bagaimanapun setiap
kisah berlalu, aku berusaha mendekapnya agar tetap hangat dalam pelukanku. Bahkan
setiap kisah yang pernah hadir dan ku lalui berusaha ku bungkus menjadi
kenangan-kenangan indah yang mengepul bak permata di dalam ingatanku. Jikalau suatu
saat nanti tiba waktunya aku duduk dan sejenak berhenti menggingat lembaran
indah masa laluku, aku hanya perlu sedikit membolak balik potongan kenangan
yang terekam manis dalam ingatan dan pelukanku.
Namun, Tetap saja
bagaimanapun indahnya perjalanan. Semua akan hilang dan berlalu hanya menjadi
kisah dan bahan cerita. Tapi, tidak bagiku. Setiap kisah adalah potongan
berharga yang menjadi sejarah cinta perjalanan hidupku.
Bagaimanapun, janji
cinta telah terucap dan tak ada kata berhenti dan mundur. Pendakian panjang ini
haruslahku akhiri. Tak ada kata mundur atau kembali kebelakang hingga
perbatasan kaki gunung kecuali jikalau kedua kakiku telah berdiri tegap
menantang dunia, mata dan sekujur tubuhku telah merasakan dan merasapi dingin
udara dipuncak tertinggi gunung yang ku daki, dan jikalau aku telah usai menikmati
keindahan hamparan pesona alam maka barulah aku akan perlahan melangkah kembali
untuk turun.
Sungguh, menghirup segarnya
udara dalam peristirahatan setelah melalui perjalanan lelah nan panjang terasa
begitu nikmat. Bagitupun dengan akhir kisah dalam satu periode perjalanan ini. Semua
telah berada diujung kisah, perlahan perjalanan ini akan berakhir. Dan cita
rasa dan nuansa perjalanan telah tertunaikan.
Hari ini, dan mungkin malam
ini akan menyisahkan serpihan-serpihan kisah-kisah. Saatnya mulai menghilang,
memulai perjalanan panjang baru lainnya. Masih bagitu banyak bukit-bukit,
bahkan gunung-gunung impian yang menawarkan keindahan dan kenikmatan dikala
telah menaklukannya. Kini langkah telah berada menuju salter akhir, hanya
menunggu sejenak untuk segera mangakhirinya.
Dan sesaat urutan
panjang perjalanan lainnya telah menunggu. Bahkan janji cinta yang telah
terutarakan harus segara didaki dan dijemput.
Selamat tinggal satu
lagi kisah, kini aku akan melanjutkan pendakian lainnya, melanjutkan perjalanan
panjang yang mungkin jauh lebih berat dan terjal dari sebelumnya.
Pendakian telah usai,
saatnya beranjak ke puncak-puncak pesona lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar