setting

My Story : ARDILES: DIMUDAHKAN ATAS TAKDIR

DIMUDAHKAN ATAS TAKDIR



DIMUDAHKAN ATAS TAKDIR

Iman kepada qadar adalah termasuk tauhid Ar Rububiyah.  Tauhid Ar-Rububiyah, ialah mengesakan Allah swt dalam perbuatan-Nya, yakni mengimani dan menyakini bahwa hanya Allah swt yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini. Oleh karena itu imam Ahmad rahimahullah berkata: “qadar adalah merupakan kekuasaan Allah”. Karena tak syak lagi, qadar (takdir) termasuk qudrat dan kekuasan-Nya yang menyeluruh, di samping itu, qadar adalah rahasia Allah swt yang tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali Dia, tertulis di lauh mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu, takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk makhluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang shahih.
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:“ Pertama kali tatkala Allah menciptakan qalam (pena), Dia firmankan kepadanya: tulislah!. Qalam itu berkata: ya Tuhanku, apakah yang hendak kutulis? Allah  berfirman: Tulislah apa saja yang akan terjadi! maka seketika itu bergeraklah qalam itu menulis segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat”. Ketika Nabi Muhammad  saw ditanya tentang apa yang hendak kita perbuat, apakah sudah ditetapkan atau tidak ? beliau menjawab: “ sudah ditetapkan”. Dan ketika beliau ditanya: “mengapa kita mesti beramal dan tidak pasrah saja dengan takdir yang sudah tertulis? beliapun menjawab: “Beramallah kalian, masing-masing akan dimudahkan menurut takdir yang telah ditentukan baginya”. Kemudian beliau membaca firman Allah swt: “Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkan baginya (jalan) yang mudah. Sedangkan orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkan baginya (jalan) yang sukar”.(Q.S Al Lail: 5 –10).
Maha besar Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Sungguh Allah Maha pengasih dan lagi Maha penyayang. Sekilas kita mentadhaburi makna dari potongan surat Al Lail tersebut. Kita akan memahami bahwa Allah telah menetapkan takdir semua makhluk ciptaan-Nya. Bahkan, orang yang bakhil dan mendustakan adanya pahala terbaik saja Allah swt berjanji akan memudah baginya jalan yang sukar. Apalagi bagi mukmin yang taat kepada Allah swt. Akan tetapi, mudah atau sulitnya jalan kehidupan yang kita jalani dan kita tempuh semua telah Allah swt tetap dan tuliskan dalam garis takdir kita masing-masing.
Suatu kesempatan kita pernah mendengar atau melihat keadaan seseorang yang ingin bunuh diri, ntahkah ia meneguk racun, mengantung dirinya atau memotong urat nadinya. Ia ingin sekali mati dan mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia. Namun, karena kehendak Allah swt belum mencabut nyawanya. Sedangkan ada seseorang atau sekelompok orang yang berusaha menjaga diri dan kesehatannya sebaik mungkin, ia masih ingin hidup lebih lama untuk berbakti dan menunaikan tanggung jawab terhadap keluarga serta ibu dan ayahnya namun begitu cepat meninggalkan dunia ini. Semua itu berlaku atas takdir yang telah Allah swt tetap dan gariskan. Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah (Q.S Al Ahzab 33:17)”.
Jika hari ini kita sudah berusaha sebaik mungkin memperbaiki diri kita, kita bekerja dan berusaha merubah keadaan kita untuk menjadi lebih. Namun, keadaan dan nasib kita masih begitu-begitu saja. Mungkin saja Allah swt ingin menguji keimanan dan kesabaran kita. Akan tetapi, jika kita melihat dan mengamati betapa banyak orang-orang yang ingkar kepada Allah swt, namun jalan kehidupannya nampak atau terlihat demikian beruntung dengan harta kekayaan yang melimpah ruah. Mungkin disanalah letak ujian dan kenikmatan dunia yang sementara Allah swt limpahkan atasnya. Semua itu berlaku dan terjadi atas takdirnya. Sungguh setiap manusia Allah swt mudahkan jalan kehidupannya atas takdir yang telah ditetapkan atasnya, subhanallah.

Ardiles, UNP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai