Minoritas
Dan Mayoritas
Ntahlah,
sulit bagiku menahan diri untuk diam dan tak bicara. Saat ini aku hanya punya
suara dan logika dengan sedikit analisis saja. Aku hadir dengan sejuta kemauan
untuk berbuat, bukan dengan retorika drama politik dalam ranah mahasiswa ktika
duduk hanya saling beradu pendapat, pandangan, kata-kata dan bahasa diplomasi
yang gagas dan lugas.
Oh
tidak,
Ini
hanya sebuah bentuk demokrasi mini yang penuh kegelamoran, penuh daya tarik dan
ketertarikan. Penokohan diri, pembicaraan hati dalam logika dingin. Sungguh tak
bertuan, sungguh tak berdaya dan sungguh tak dapat dipercaya.
Inilah
logikanya kawan, ini analisisnya kawan.
Suara
minoritas dan mayoritas selalu saja tak berbanding, suara menjadi murah ketika
pihak-pihak pemilik perut rakyat, pemegang harga diri, yang mana tangannya
mengenggam erat di batang lehernya. Mencekik secekik-cekiknya.
By.
Ardiles
Tidak ada komentar:
Posting Komentar