Pages

Kamis, 06 November 2014

ORIENTASI KITA



ORIENTASI KITA, HASIL ATAU PROSESKAH?

“jangan cepat silau, jangan gampang terpukau”
Nasehat atas diri, dan untuk saudara dan saudari yang senantiasa berjuang, tetap teguh dan kukuh hatinya dalam berdakwah. Jangan cepat silau, jangan gampang terpukau. Slogan singkat untuk memompa semangat, namun diri ini demikian yakinnya akan semangat juang ikhwan dan akhwat di pelosok dan tersebar disetiap penjuru negeri ini tiada gentar dan tergoyahkan, In Shaa Allah.
Percayalah wahai, penerus risalah dakwah dan pengemban tugas para Rasul. Bahwa   bunga-bunga dunia hanyalah tipuan, walau gemerlap dengan hiasanya. Kebaikan yang terbesar hanya nanti di akhirat (Aun bin Abdilah)”. Semoga kita terus, dan terus memperbaiki diri, lalu mengajak yang lainnya. Namun tak jarang, dari kita menetapkan target dalam amanah dakwah, ntah kala ketika kita mengemban amanah dalam kelembagaan dan organisasi, atau kala kita menjalankan mentoring dan halaqoh. Setiap aktivis dakwah, yang memiliki komitmen dan loyal terhadap dakwah. Mereka tiada hentinya  bermanuver, menciptakan kreatifitas dan inovasi dalam dakwah. Mengusung visi dan misi dakwah, merancang dan menyusun target dan strategi jitu untuk dapat menebar kebaikan. Memanusiakan manusia, mengajak berbuat baik, menuntun saudara dan saudarinya kembali ke jalan lurus, jalan Rabb-Nya.
Perjalanan dakwah penuh lika dan liku, rintangan dan tantangan selalu saja hadir membentang di tengah jalan. Bahkan tak jarang rasa kecewa hadir menyerang titik pertahanan hati. Kadang kita lupa akan orientasi kita dalam berdakwah. Kadang kita lupa urgensi dalam menyebarkan agama Allah dan kadang kita lupa titik fokus yang mestinya kita capai.
Percayalah, Allah tak pernah menilai perjuangan hamba-hambanya dari hasil yang dicapai, 4 tahun berdakwah, namun tak ada perubahan signifikan yang kita hasilkan, baik dari keluarga dan lingkungan kita. Sekian tahun kita bekerja dan tiada hentinya menggingatkan dan mengajak saudara-saudari kita yang masih tetap acuh dengan agama, namun mereka belum juga tersentuh untuk kembali pada jalan Rabb-Nya.
Bahkan sekian tahun diamanahkan di lembaga dakwah di kampus, namun sungguh menyedihkan, tiada peningkatan kaderpun yang kita hasilkan, bahkan kalaupun ada. Tetapi, tidak begitu berarti. Sungguh, jika demikian yang terjadi, maka cepat-cepatlah kita intropeksi diri, kita bertobat dan senantiasa beristighfar, kembali meningkatkan ibadah dan amalan yaumi’ kita. Mungkin Allah ingin menguji kesungguhan kita dalam berdakwah, namun percayalah Allah tidak pernah melihat hasil. Penilaian Allah demikian objektif dan sempurnanya, tiada satupun yang luput dari penglihatan dan pengamatan Allah.
Kita hanya perlu bekerja sungguh-sungguh, bekerja tiada henti dan selalu penuh semangat. Karena dalam perjalanannya, Allah akan melihat proses, yakni bagaimana usaha dan kerja keras kita dalam beribadah dan berdakwah.
Jikalau Allah hanya melihat hasil, yakni dari banyaknya jumlah orang yang bergabung dalam dakwah ini. Maka sungguh demikian sedihnya Nabi Nuh A.S yang telah berdakwah ratusan tahun, namun pengikutnya hanya beberapa orang saja, demikian juga yang di alami Nabi Ibrahim, Musa A.S, Isa A.S dan nabi dan rasul yang lainnya.
Jika ada dua pilihan yang dihadapkan kepada kita, mana yang lebih baik antara hasil atau proseskah. Maka jauh lebih baik proses, namun jika kita dapat memilih keduanya, tentunya proses diiringin dengan hasil yang memuaskan itulah harapan kita.
Mudah-mudahan Allah balas perjuangan dan usaha (proses) dakwah kita dengan pahala yang sebaik-baiknya, dan mudah-mudahan Allah ganjar dengan hasil akhir, yang memuaskan kita semua, yakni Bertemu dengan Allah, dan masuk ke dalam Jannah-Nya. Amin

Ardiles, UNP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar