ORIENTASI KITA
ORIENTASI KITA, HASIL ATAU PROSESKAH?
“jangan
cepat silau, jangan gampang terpukau”
Nasehat atas diri, dan untuk saudara dan saudari yang
senantiasa berjuang, tetap teguh dan kukuh hatinya dalam berdakwah. Jangan
cepat silau, jangan gampang terpukau. Slogan singkat untuk memompa semangat,
namun diri ini demikian yakinnya akan semangat juang ikhwan dan akhwat di
pelosok dan tersebar disetiap penjuru negeri ini tiada gentar dan tergoyahkan,
In Shaa Allah.
Percayalah wahai, penerus risalah dakwah dan pengemban tugas
para Rasul. Bahwa “ bunga-bunga dunia hanyalah tipuan, walau
gemerlap dengan hiasanya. Kebaikan yang terbesar hanya nanti di akhirat (Aun
bin Abdilah)”. Semoga kita terus, dan terus memperbaiki diri, lalu mengajak
yang lainnya. Namun tak jarang, dari kita menetapkan target dalam amanah
dakwah, ntah kala ketika kita mengemban amanah dalam kelembagaan dan
organisasi, atau kala kita menjalankan mentoring dan halaqoh. Setiap aktivis
dakwah, yang memiliki komitmen dan loyal terhadap dakwah. Mereka tiada
hentinya bermanuver, menciptakan
kreatifitas dan inovasi dalam dakwah. Mengusung visi dan misi dakwah, merancang
dan menyusun target dan strategi jitu untuk dapat menebar kebaikan.
Memanusiakan manusia, mengajak berbuat baik, menuntun saudara dan saudarinya
kembali ke jalan lurus, jalan Rabb-Nya.
Perjalanan dakwah penuh lika dan liku, rintangan dan
tantangan selalu saja hadir membentang di tengah jalan. Bahkan tak jarang rasa
kecewa hadir menyerang titik pertahanan hati. Kadang kita lupa akan orientasi
kita dalam berdakwah. Kadang kita lupa urgensi dalam menyebarkan agama Allah
dan kadang kita lupa titik fokus yang mestinya kita capai.
Percayalah, Allah tak pernah menilai perjuangan
hamba-hambanya dari hasil yang dicapai, 4 tahun berdakwah, namun tak ada
perubahan signifikan yang kita hasilkan, baik dari keluarga dan lingkungan
kita. Sekian tahun kita bekerja dan tiada hentinya menggingatkan dan mengajak
saudara-saudari kita yang masih tetap acuh dengan agama, namun mereka belum
juga tersentuh untuk kembali pada jalan Rabb-Nya.
Bahkan sekian tahun diamanahkan di lembaga dakwah di kampus,
namun sungguh menyedihkan, tiada peningkatan kaderpun yang kita hasilkan,
bahkan kalaupun ada. Tetapi, tidak begitu berarti. Sungguh, jika demikian yang
terjadi, maka cepat-cepatlah kita intropeksi diri, kita bertobat dan senantiasa
beristighfar, kembali meningkatkan ibadah dan amalan yaumi’ kita. Mungkin Allah
ingin menguji kesungguhan kita dalam berdakwah, namun percayalah Allah tidak
pernah melihat hasil. Penilaian Allah demikian objektif dan sempurnanya, tiada
satupun yang luput dari penglihatan dan pengamatan Allah.
Kita hanya perlu bekerja sungguh-sungguh, bekerja tiada henti
dan selalu penuh semangat. Karena dalam perjalanannya, Allah akan melihat
proses, yakni bagaimana usaha dan kerja keras kita dalam beribadah dan
berdakwah.
Jikalau Allah hanya melihat hasil, yakni dari banyaknya
jumlah orang yang bergabung dalam dakwah ini. Maka sungguh demikian sedihnya
Nabi Nuh A.S yang telah berdakwah ratusan tahun, namun pengikutnya hanya
beberapa orang saja, demikian juga yang di alami Nabi Ibrahim, Musa A.S, Isa
A.S dan nabi dan rasul yang lainnya.
Jika ada dua pilihan yang dihadapkan kepada kita, mana yang
lebih baik antara hasil atau proseskah. Maka jauh lebih baik proses, namun jika
kita dapat memilih keduanya, tentunya proses diiringin dengan hasil yang
memuaskan itulah harapan kita.
Mudah-mudahan Allah balas perjuangan dan usaha (proses)
dakwah kita dengan pahala yang sebaik-baiknya, dan mudah-mudahan Allah ganjar
dengan hasil akhir, yang memuaskan kita semua, yakni Bertemu dengan Allah, dan
masuk ke dalam Jannah-Nya. Amin
Ardiles, UNP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar