BAKAT
Bakat
“Rasulullah saw bersabda, “ setiap orang
diciptkan menurut bakatnya masing-masing… Kullun muyassrun lima khuliqa lahu”
Percaya atau
tidak, semua manusia itu terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Kelebihan di sini lebih
kepada sisi keunggulan, bakat atau potensi yang kita miliki. Setiap orang
tercipta dengan keunikannya sendiri-sendiri. Pada dasarnya, yang lebih tahu dan
mengenal diri kita, yakni kita sendiri.
Memang tidak
mudah memahami diri sendiri, terlebih dalam hal ini mengetahui potensi atau
bakat diri kita sendiri. Sudah sewajarnya kita kadang bingung dengan kelebihan
dan kekurangan kita. Walau terkadan, kita juga tidak memungkiri, kita jauh
lebih mudah mengenali atau mengidentifikasi kelemehan atau kekurangan diri kita,
terlebih kekurang orang lain. Hehee.
Nah. Di
sinilah menariknya. Untuk mempermudah kita mengenali potensi atau bakat diri.
Kita perlu orang lain, yakni sahabat, saudara atau lebih bagusnya orangtua
untuk memberikan penilaian dan masukan kepada diri kita. Tidak ada salahnya
kita bertanya, apa sisi keunggulan atau yang menarik di diri kita kepada orang
lain.
Jika hari
ini, masih ada orang-orang yang mengatakan ia tidak berbakat atau memiliki
kelebihan apa-apa itu omong kosong. Bayangkan preman saja punya bakat, apalagi
kita yang hari ini bisa sekolah dan kuliah diperguruan tinggi, walau bakat
wajah seram dan memeras sih. Hehee
Tentu, dari
sisi ini saja kita sudah dapat mengenali apa bakat dan potensi kita. Bayangkan
saat kita tidak bersemangat dan bergairah untuk belajar atau kuliah. Di sisi
lain, bahkan di sudut belahan dunia atau dibalik tembok atau pagar ada
sosok-sosok yang iri bahkan mengginginkan posisi diri kita. Terus kenapa kita
menyia-nyiakan kesempatan dan bakat yang ada di diri kita.
Bayangkan
saja, seorang yang cacat tidak punya kaki ataupun tangan saja bisa jadi
perenang yang handal. Bahkan juga ada jadi motivator yang demikian terkenal dan
mampu mengguggah banyak orang.
So, kita
yang lengkap secara fisik tanpa kekurangan satu apapun, walaupun seringkali kangker (kantong kering) tapi, alhamdulillah kita masih jauh lebih
beruntung atas segala nikmat yang telah Allah limpah dan rahmatkan.
Guys… buruan
deh kita sadar. Kita terjaga dari lamunan dan tidur panjang. Kita kadang
seringkali berkhayal dan memiliki banyak angan-angan namun tidak pernah berbuat
apa-apa. Kita tidak pernah benar-benar serius bekerja dan berbuat untuk diri
kita sendiri. Bahkan kita terlalu abai dan acuh dengan diri sendiri.
Ayo… kita
segara bangkit dan oleh potensi dan bakat diri. Benar kata Rasulullah sa, “ setiap orang diciptkan menurut bakatnya
masing-masing… Kullun muyassrun lima khuliqa lahu”.
Jika manusia
paling mulai dan dicintai Allah swt saja sudah berbicara demikian dan kita
masih tidak percaya dan bersemangat. Terus kepada siapa lagi kita percaya dong?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar