setting

My Story : ARDILES: YA RABB, INGINKU....

YA RABB, INGINKU....



Ya Rabb, Inginku….

Engkau tahu dinda, hari-hari ini aku menghabiskan banyak emmbaca buku. Ku usahakan setiap deti dan langkahku berdzikir dan membaca surat-surat cinta tuhanku. Hari ini, aku demikian takut. Takut akan dosa dan kelalai ku dalam hal-hal yang mendekatkanku pada tuhanku. Terpikir oleh ku, “suatu saat nanti. Jika Allah perkenankan aku memiliki putra-putra nan tampan, dan juga putrid-putri yang cantik aku ingin ia jauh lebih baik dari aku dan juga engkau. Aku ingin mereka seribu, sejuta bahkan se-miliar jauh lebih baik.

Ku mohonkan pada Rabb-ku, yang telah menjaga kehormatan atas dosa-dosa yang ku lakukan untuk tetap memberikan pengampunan dan jalan pertaubatan padaku.

Inginku, suatu saat nanti. Memiliki cinta yang utuh atasmu. Panjang nian waktu yang berlalu, serasa suda semua berlalu  begitu saja. Semua terasa indah, dan sesungguhnya setan-setan lah yang membuat semuanya indah.

Inginku, suatu saat nanti. Memiliki putra dan putrid yang indah akhlak dan pribadinya. Hingga meraka nanti bisa membuat kita bangga dan berlapang-lapang menghadap Rabb yang maha bijaksana.

Sungguh, tiada besa rasa cinta yang Allah anugrahkan kepada kita akan segala keberkahan yang telah terlimpah dan tercurah atasnya..

Sungguh untuk kau yang detik ini berada dan berdiri di sudut mana, tepatnya di daerah bagian mana. Apakah detik ini aku dan engkau telah kembali mengukuhkan cinta kepada Rabb kita yang Esa.


Sungguh,
Inginku, punya putra dan putri nan indah suaranya ketika Ia bertilawah dan bershalawat atas Allah dan Rasul-Nya.

Aku ingin, ia bisa membaca lebih banyak buku. Mengguggah sejarah dan menanam pilar-pilar keimanan.

Sungguh, aku mencintai Rabb dan Rasul-ku. Sungguh, jika ku biarkan diriku berdiam diri, ataupun ber-uzlah. Kama yang ku dapati hanya air mata yang membasahi pipi. Namun, takala ku dapati diri dalam keramian. Hanya hal sia-sia yang kadang keluar dari kedua bibirku. Berucap yang kadang embuat orang lain tak suka dan tersakiti.

Aku, tahu. Bahkan Rabb-Ku juga tahu.. aku adalah sosok diri yang berhati lemah bukan lembut. Aku adalah sosok yang mudah tersentuh dan menangis namun bukan yang kuat. Aku… dan aku hadir dengan segala kelemahan yang ada padaku. Tapi, Rabb-Ku lah yang memuliakanku, Rabb-Ku lah yang terus menyelamatkanku kala terjatuh berkali-kali ke jurang kenistaan dan kemaksiatan.

Dinda, entah dimana kini engkau berada.  Sebuah kajian yang mengguggah bathinku. “sungguh takala kalian sendiri, dank ala itu kalian berbuat maksiat dan dosa. Sungguh yang menjadi saksi pada saat itu Allah dan juga malaikat-malaikat-Nya yang mencatat.”

Ya Rabb, jika Engkau berkenan dan Engkau meridhai. Hadiahkan dna berkahilah aku umur yang panjang, keluarga yang penuh penuh naungan cinta-Mu dan juga permata-permata keindahan, yakni anak-anak shaleh yang menyebar dan menegakan panji-panji keislaman dan keimanan yang telah di bawah dan terima Rasul-Mu jauh sebelumnya. Ya Rabb yang maha pengasih, lagi Maha pemaaf. Yang selalu memberikan permintaan doa dan harap hamba-hamba-Nya. Atas cinta-Mu dan atas Penyayang-Mu ampunilah dosa-dosaku.

Padang, 17 Desember 2014
Pukul, 11:22 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai