Cinta dan Waktu
CINTA DAN WAKTU
By
Ardiles
Keabdian
dunia berada satu diantara keduanya, ntahlah. Cinta mungkin saja abadi, namun
waktu yang akan mebuat cinta sirna dan lenyap tak bersisa. Besarpun cinta yang
mengumpal di hati, hingga ia mengenangan siisi dunia, bahkan cintamu mampu
menerangi siang dan malam. Namun cinta tetap saja ada batasnya, cinta ada limit
waktunya.
Seorang
ibu mungkin saja mencintai anak-ananknya, seorang ayah bisa saja berjuang
karena cinta untuk anak dan istrinya. Namun, ketika waktu telah hadir merengut
semuanya. Semuanya akan hilang dan bertebaran tak bersisa.
Cinta
bisa saja membuatmu bahagia membumbung ke atas angan-angan, bahkan membuatmu
terbang menembus batas-batas ketidakmungkinan, cintamu mungkin bisa merubah
segalanya. Cintamu mungkin bisa membuat seisi dunia, penuh canda dan kisah tawa
yang mengharu biru.
Cintamu mungkin saja
membuat semuanya terasa berwarna dan penuh keindahan, Namun, cinta yang berada
ditapal batas waktu, akan memangkas habis semuanya.
Jika
ku boleh menoreh cinta di hati, maka akan ku tanam kuat cinta, bahkan menghujam
dalam tak berbatas dihatimu. Maka, ku hanya menggu waktu sampai ia lenyap tak
bersisa.
Semakin jauh ku
menyelami antara cinta dan waktu, maka yang abadi di antara keduanya adalah
masa, ya… waktu itu sendiri.
Cinta akan melebur di dalam hati, semuanya dan setiap hati yang hancur melebur menjadi serpihan abu dan di dasar tanah ketika telah mati. Maka tak ada rasa cinta bagi hati yang telah mati.
Hati yang telah
gersang, adalah hati yang tandus dan tak memiliki harapan, hati yang tak
memiliki harapan adalah hati yang tak memiliki banyak waktu, dan hati yang
telah kehilangan waktu adalah hati yang mati dan pupus ditengah perjalanan
cintanya.
Sungguh, seberapa besar
cinta itu, jika waktu telah ikut andil. Jika waktu telah memenuhi titah
tuhannya maka cinta tak akan pernah bertahan dan punya harapan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar