setting

My Story : ARDILES: HIDUP DALAM KETERBATASAN

HIDUP DALAM KETERBATASAN



Hidup dalam Keterbatasan 

Begitu banyak, bahkan demikian banyak anak-anak cerdas dan memiliki potensi nan luar biasa namun tak sempat duduk dan menganyam pendidikan di bangku sekolah dan kuliah. Sejak pagi mereka harus bekerja membanting tulung, nenjadi tulang punggung keluarga untuk bisa makan.
Bahkan demikian banyak anak-anak kecil seusia siswa-siswi Taman Kanak-kanak yang ikut serta ayah dan bundanya duduk manis di atas gerobak kayu yang lusuh dan lapuk berkeliling kota mengais-ngais katong-kantong dan kotak-kotak sampah di pinggiran jalan kota. Berharap menemukan sisa-sisa makanan ataupun harta berharga yang dapat ditukar dengan kepingan-kepingan logam untuk pembeli beras nanti.
Tak terlepas, pandangan mata. Mengamati penjuru jalan di setiap persimpangan dan perempatan jalan. Para pengamen jalanan, para peminta-minta  mulai dari anak-anak hingga lansia. Semua membuat dada seolah sesak. Membuat hati terasa pilu dan nyaris menitihkan air mata.
Demikian kah hidup, hidup dalam ketergantungan akan materi membuat kita tersiksa. Hanya karena tidak memiliki beberapa lembar uang, kita bisa tidak makan, tidak dapat sekolah dan kuliah. Menyedihkan sekali. Tapi, bagaimana dengan kita yang detik ini Allah berikan keberkahan-keberkahan. Tak mampukah kita sedikit berbagi senyum dan tawa.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © My Story : ARDILES Urang-kurai